Menuju konten utama

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Naik Selama Tiga Hari

Harga minyak turun pada Jumat (10/6/2016) pagi WIB karena para investor membukukan keuntungan. Namun Carl Larry dari Frost & Sullivan mengungkapkan bahwa permintaan yang kuat akan tetap menempatkan harga minyak pada level 55 dolar AS per barel pada pekan depan.

Harga Minyak Dunia Turun Setelah Naik Selama Tiga Hari
Kilang Minyak. Foto/Shutterstock.

tirto.id - Harga minyak dunia turun pada Kamis (9/6/2016) atau Jumat (10/6/2016) pagi WIB, setelah melonjak naik selama tiga hari berturut-turut hingga mencapai tingkat tertinggi sejak Juli 2015, karena para investor membukukan keuntungan.

"Sedikit aksi ambil untung terjadi, tapi masih ada banyak kekuatan di pasar," kata Carl Larry dari Frost & Sullivan seperti dikutip kantor berita Antara, Jumat (10/6/2016).

Larry memperkirakan bahwa harga minyak dapat mencapai 55 dolar AS pada pekan depan. "Permintaan kuat, kami mulai melihat animo sedikit lebih meningkat." kata Larry, sembari menambahkan bahwa pasokan mulai terlihat sedikit melemah.

Patokan minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Juli turun 67 sen yang berakhir di 50,56 dolar AS per barel, setelah sehari sebelumnya ditutup pada level tertinggi sejak Juli 2015.

Sedangkan pada patokan minyak mentah Eropa, Brent North Sea, untuk pengiriman Agustus turun 56 sen yang berakhir di 51,95 dolar AS per barel di perdagangan London.

Sebelumnya, selama tiga hari berturut-turut harga minyak meningkat tajam melebihi level tertinggi pada Juli 2015 dan hampir dua kali lipat level terendah pada Februari 2003. Melonjaknya harga minyak karena adanya penurunan produksi AS dan pemangkasan produksi di Nigeria karena kerusuhan pemberontak, serta menurunnya produksi minyak Kanada akibat kebakaran hutan di kawasan penghasil minyak Alberta.

"Momentum yang ada, sentimen pasar, tidak adanya berita bearish dan pengurangan pasokan yang masih cukup besar menunjukkan bahwa kenaikan harga akan terus berlanjut," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan penelitian.

Baca juga artikel terkait EKONOMI

tirto.id - Ekonomi
Sumber: Antara
Penulis: Yantina Debora
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara