Menuju konten utama

Harga Beras Naik hingga 20 Persen, Tertinggi Sejak Februari 2011

BPS mencatat harga beras eceran pada Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar 2,06 persen.

Harga Beras Naik hingga 20 Persen, Tertinggi Sejak Februari 2011
Pedagang menuang beras di Pasar Musi, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (10/3/2024). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.

tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras eceran pada Maret 2024 mengalami kenaikan sebesar 2,06 persen secara month-to-month (mtm) dan 20,07 persen secara year-on-year (yoy). Kenaikan harga beras bulan ini adalah yang tertinggi sejak Februari 2011.

"Inflasi beras year-on-year 20,07 persen. Ini tertinggi kalau dibandingkan sejak Februari 2011. Pada saat itu, sempat ada inflasi beras lebih tinggi 23,34 persen,” ucap Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, saat konferensi pers di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Secara rinci, harga beras eceran atau di tingkat konsumen memiliki rata-rata Rp15.517 per kilogram (kg). Sedangkan di tingkat grosir, harga beras juga mengalami kenaikan sebesar 0,90 persen secara mtm dan sebesar 20,64 persen secara yoy atau sebesar Rp14.528 per kg.

Dia menjelaskan, pencatatan kenaikan harga beras pada Maret merupakan perhitungan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas beras dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia.

Di sisi lain, penurunan harga beras secara mtm terjadi di tingkat penggilingan. Harga beras di penggilingan pada Maret turun sebesar 0,87 persen secara bulanan, namun secara tahunan mengalami kenaikan sebesar 25,21 persen. Tercatat harga beras di tingkat penggilingan Rp14.150 per kg.

Pada komponen harga bergejolak, inflasi tercatat sebesar 2,16 persen mtm dengan andil inflasi sebesar 0,36 persen. Sedangkan secara yoy tercatat sebesar 10,33 persen. Komoditas penyumbang inflasi terbesar yakni telur ayam ras, daging ayam ras, beras, cabai rawit, bawang putih, dan bawang merah.

BPS menyoroti bahwa inflasi bahan pokok tersebut termasuk yang tertinggi sejak Agustus 2022. "Di bulan Juli 2022 sempat terjadi inflasi harga bergejolak yang lebih tinggi yaitu sebesar 11,47 persen,” ucap Amalia.

Di samping itu, Amalia juga memaparkan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Maret 2024 sebesar 119,39 atau turun 1,31 persen dibanding NTP bulan sebelumnya. Penurunan tersebut dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun sebesar 0,46 persen, sedangkan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik sebesar 0,86 persen.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Maret 2024 sebesar 122,55 atau turun 0,62 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.

Baca juga artikel terkait HARGA BERAS atau tulisan lainnya dari Faesal Mubarok

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Faesal Mubarok
Penulis: Faesal Mubarok
Editor: Anggun P Situmorang