tirto.id - Laporan kuartalan Indonesia Health Insights Report 2025 membahas peran penting para ibu sebagai fondasi kesehatan keluarga. Hasil riset yang dirilis Halodoc bersama lembaga riset global YouGov ini menyoroti beban ganda para ibu dalam menjalankan peran tersebut.
Chief Marketing Officer Halodoc, Fibriyani Elastria, menjelaskan peran penting ibu dalam kesehatan keluarga selama ini menjadi isu penting yang kerap diabaikan. Padahal peran tersebut sering kali membuat banyak ibu mengorbankan kesehatan mereka.
"Meski terlihat kuat, mereka tetap manusia biasa yang membutuhkan ruang untuk beristirahat, merasa didukung, dan diperhatikan. Kesehatan ibu berbanding lurus dengan kesehatan keluarga dan masyarakat yang mereka jaga," kata Fibriyani dalam Press Conference Indonesia Health Insights Report 2025 di Jakarta pada Kamis (2/10/2025).
Hasil riset YouGov dalam laporan bertajuk "Wellness Warriors in Silence: Realita, Tekanan, dan Harapan di Balik Peran Ibu dalam Kesehatan Keluarga" tersebut menunjukkan 54 persen ibu menyebut peran caregiving sebagai 'pekerjaan tanpa jeda'. Mereka bahkan mengaku menjalankan peran ganda: pencari nafkah sekaligus pengambil keputusan terkait layanan kesehatan untuk keluarga.
YouGov juga menemukan 74 persen ibu mengelola kesehatan untuk tiga atau lebih anggota keluarganya. Akibatnya 80 persen waktu mereka tercurah untuk keluarga, seperti 32 persen untuk anak, 23 persen untuk orang tua, dan 21 persen untuk suami. Hanya 17 persen waktu tersisa untuk diri mereka sendiri.
"Peran ibu sebagai caregiver [bagi keluarga] penuh tekanan dan sering kali tidak terlihat. Fakta bahwa sebagian besar waktu dan energi mereka tercurah untuk keluarga, sementara kesehatan pribadi [ibu] terpinggirkan, menunjukkan adanya kebutuhan akan dukungan nyata," ujar General Manager YouGov Indonesia & India, Edward Hutasoit.
Laporan YouGov mengungkapkan, 78 persen ibu mengaku menunda janji medis atau perawatan diri dalam setahun terakhir, sementara 74 persen lainnya melanjutkan peran sebagai caregiver meski sedang sakit. Keluhan yang kerap terabaikan mencakup kesehatan kulit, gigi dan mulut, reproduksi, hingga kesehatan mental.
Salah satu kesimpulan dari laporan ini adalah bahwa yang paling dibutuhkan para ibu bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga akses layanan yang mudah, dukungan emosional, dan kesempatan memiliki ruang pribadi. Bahkan, sebanyak 37 persen ibu menyebut “personal break” sebagai bentuk apresiasi terbaik bagi peran mereka.
Merespons temuan ini, Halodoc meluncurkan kampanye #ImperfectMom untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa menjadi ibu tidak harus selalu sempurna. Menurut Fibriyani, dengan dukungan lebih dari 20.000 tenaga medis tepercaya dan layanan 24/7 yang bisa diakses dari rumah, Halodoc menegaskan komitmennya sebagai support system kesehatan keluarga, sekaligus pemberdaya para ibu yang menjadi "wellness warriors" sehari-hari.
"Yang lebih penting adalah bagaimana ibu merasa didukung, dihargai, dan memiliki ruang untuk menjaga kesehatan dirinya sendiri. Ketika ibu lebih sehat dan bahagia, keluarga pun akan lebih kuat dan sejahtera," kata dia.
Editor: Addi M Idhom
Masuk tirto.id
































