tirto.id - Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkapkan tiga tugas utama yang harus dijalankan oleh Kepala Sekolah Rakyat sebagai pemimpin lembaga pendidikan.
Pertama, kata Gus Ipul, Kepala Sekolah Rakyat bertanggung jawab melakukan pengawasan secara penuh terhadap para peserta didik.
"Yang pertama yang ingin jadi perhatian kita bersama adalah soal pengawasan. Karena ini boarding school (sekolah berasrama), maka anak-anak harus terawasi selama 24 jam, tanpa kompromi. Upayakan ini menjadi kesadaran dari bapak-ibu sekalian," jelas Gus Ipul dalam Rapat Koordinasi bersama Kepala Sekolah Rakyat se-Indonesia secara daring melalui Zoom pada Rabu (2/9/2026).
Pengawasan penting dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan-tindakan menyimpang di sekolah, terutama perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi. Menurut Gus Ipul, untuk menjalankan tugas pengawasan ini diperlukan keterlibatan wali asuh, wali asrama, serta dukungan fasilitas seperti CCTV di sekolah.
Terkait tugas utama yang kedua, Gus Ipul mengatakan kepala sekolah bertanggung jawab memastikan tata kelola lembaga dijalankan sesuai prosedur. Hal itu termasuk pengelolaan keuangan yang bebas dari korupsi dan konflik kepentingan. Standar pembelajaran hingga kegiatan asrama juga mesti diterapkan secara setara di Sekolah Rakyat.
Adapun tugas yang ketiga berhubungan dengan konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait. Menurut Gus Ipul, kepala sekolah mesti membangun hubungan baik dengan masyarakat, pemerintah daerah, hingga pengajar tamu yang bertugas di Sekolah Rakyat.
"Sekolah Rakyat berjalan karena kita bergerak Bersama. Guru tamu dilibatkan aktif, bukan pelengkap. Jadi guru-guru tamu ini meskipun sifatnya sementara, tapi libatkan dengan penuh, bangun kesadaran dengan para guru tamu itu. Tidak boleh bekerja setengah-setengah di lingkungan Sekolah Rakyat. Pemda dilibatkan dalam pengawasan perkuat dukungan keamanan, kebersihan, dan penangganan kasus," ujar Gus Ipul.
"Ini saya titipkan betul kepada para kepala sekolah. Intinya adalah pada pengawasan, kepatuhan, dan kolaborasi. Tiga pilar ini tidak bisa ditawar. Setiap anak berhak pulang dengan masa depan yang lebih baik," lanjutnya.
Gus Ipul sekaligus meminta seluruh kepala sekolah membuat laporan tentang kondisi masing-masing murid. Laporan ini harus disampaikan mulai bulan depan, yang meliputi kondisi kesehatan, perkembangan mental, hingga latar belakang setiap siswa.
"Jadi para kepala sekolah silakan ini disampaikan dengan baik. Saya masih memberikan satu kesempatan selama satu sampai tiga bulan kepada para kepala sekolah ini untuk beradaptasi, untuk menyesuaikan diri dengan siswa yang baru, dengan lingkungan yang baru. Setelah itu kita harus take off," tegasnya.
Di samping membahas soal tugas kepala sekolah, Gus Ipul juga menyinggung soal dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap sejumlah Sekolah Rakyat di Kalimantan. Misalnya SRT 1 Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah.
Sebagai langkah antisipasi, Gus Ipul meminta kepala sekolah di lokasi terdampak agar aktif memantau kondisi para murid dan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
"Mohon untuk koordinasi betul dengan pemerintah daerah. Karena jaraknya juga dekat dengan posisi pembangunan [gedung] permanen Sekolah Rakyat," jelas dia.
Merespons pesan itu, Kepala SRT 1 Kotawaringin Timur Nikkon Bhastari mengatakan bahwa pihaknya tidak memulangkan para siswa ke rumah masing-masing meski lokasi sekolahnya hanya berjarak sekitar 3 meter dari lokasi kebakaran dan terdampak asap.
"Untuk anak-anak dikondisikan tidak kami pulangkan karena lebih berbahaya ketika pulang daripada di SR. Kalau di SR dekat dengan puskesmas, dekat dengan rumah sakit, fasilitas kami lengkap. Oksigen ada, masker kami sudah terpenuhi, nebulizer juga sudah siap," kata Nikkon.
Jika paparan asap membuat situasi tidak kondusif, lanjut Nikkon, kegiatan belajar di ruang kelas akan dialihkan ke dalam asrama.
"Tetap kami melakukan pembelajaran. Dimulai dari pukul 8 sampai pukul 9 [pagi]. Namun ketika kabut, maka kegiatan pembelajaran [dilakukan] di asrama dibantu oleh guru-guru," ujar dia.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id


































