Menuju konten utama

Guru di Jember Tempuh Medan Ekstrem demi Verifikasi Data Miskin

Total ada 22 ribu ASN Pemerintah Kabupaten Jember dikerahkan untuk melakukan verifikasi dan validasi data 97 ribu jiwa warga miskin di Jember.

Guru di Jember Tempuh Medan Ekstrem demi Verifikasi Data Miskin
Aparatur Sipil Negara (ASN) melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori desil 1 yang menyasar 97 ribu jiwa di Jember, Kamis (23/4/2026). FOTO/Istimewa

tirto.id - Pemerintah Kabupaten Jember melibatkan sekitar 22 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin kategori desil 1 yang menyasar 97 ribu jiwa. Dalam pelaksanaannya, proses verval itu berlangsung dari 19 hingga 24 April 2026.

Program ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Proses verval dilakukan dengan mendatangi langsung rumah warga yang terdata dalam kategori desil 1. Para ASN pun harus menghadapi berbagai tantangan saat verval, termasuk medan ekstrem di wilayah terpencil.

Tantangan itu dialami Devy Prilinda Mulya, guru SDN Wirolegi 03. Devy harus menempuh perjalanan sulit saat menjalankan tugas di wilayah Kecamatan Silo. Berangkat dari rumahnya di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur.

Ia menceritakan awal perjalanan yang harus menempuh jarak kurang lebih 40 Kilometer dan dalam waktu kurang lebih 1 Jam 16 menit terasa menyenangkan, karena dilakukan bersama rekan-rekannya. Namun, tantangan mulai terasa saat memasuki lokasi yang dituju.

“Saya kira sudah sampai di lokasi, ternyata masih harus turun lagi sekitar 30 menit. Jalanannya rusak parah, motor saya bahkan sampai rusak di atas,” ujarnya saat dikonfirmasi usai pulang sekolah, Kamis (23/4/2026).

Untuk mencapai lokasi berikutnya di Desa Baban Tengah, Devy terpaksa menyewa bantuan warga setempat dengan mengganti biaya bahan bakar karena kendaraan yang digunakan tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan.

“Di bawah itu masih banyak warga yang harus kita bantu, dan kondisinya memang membutuhkan perhatian,” katanya.

Dalam pelaksanaan tugasnya, Devy melakukan verval terhadap lima warga yang tersebar di beberapa desa dan kecamatan, di antaranya Wirowongso, Pakusari, hingga Sumberjati.

Ia menilai kegiatan ini memiliki dampak positif karena mampu memastikan keakuratan data, termasuk mengidentifikasi warga yang sudah meninggal atau tidak lagi masuk kategori desil 1.

“Dengan verval ini, kita bisa memastikan bahwa bantuan benar-benar diterima oleh yang berhak,” ujarnya.

Senada dengan itu, Novian Bagus Adi Subandi, staf Kecamatan Sumbersari, menilai verval sangat penting mengingat masih ditemukan warga yang layak menerima bantuan namun belum terdata.

Ia mencontohkan kasus seorang lansia difabel di wilayah Karangrejo yang belum masuk dalam data penerima bantuan. “Di lapangan justru banyak yang belum terdaftar, padahal kondisinya sangat membutuhkan,” ucapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Meski menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah dan medan yang tidak mudah, Novian menilai pelaksanaan verval tetap memberikan pengalaman bermakna.

“Jalannya kadang panas, kadang sejuk, tapi ini seperti healing yang bermanfaat karena kita bisa membantu orang lain,” katanya.

Ia juga mengajak ASN untuk tetap mendukung program tersebut. “Selama ini program bupati yang bermanfaat, kita jalankan dengan semangat,” tambahnya.

Menanggapi proses Verval ini, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Jember, Achmad Helmi Lukman, menyampaikan bahwa pelaksanaan verval saat ini masih dalam tahap uji coba atau trial, sehingga berbagai kendala di lapangan akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

Ia pun menegaskan adanya fleksibilitas bagi ASN yang mengalami kendala, seperti faktor kesehatan atau jarak, untuk dapat diwakilkan oleh rekan kerja yang lain.

“Yang penting datanya bisa dipertanggungjawabkan. Kami juga akan evaluasi agar penugasan ke depan bisa lebih dekat dengan domisili petugas,” ujar Helmi.

Ia juga mengapresiasi dedikasi para ASN yang tetap menjalankan tugas meski menghadapi berbagai kesulitan di lapangan.

Menurutnya, semangat tersebut menjadi bukti kepedulian ASN terhadap masyarakat miskin di Kabupaten Jember. “Ada suka dan duka di lapangan, tapi ini menunjukkan bahwa ASN terpanggil untuk membantu warga yang membutuhkan,” katanya.

Program verval ini diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih akurat sebagai dasar penyaluran bantuan sosial.

"Sekaligus memperbaiki sistem pendataan ke depan agar lebih efektif dan tepat sasaran," pungkas Helmi.

=====

Jember yang Itu adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait JEMBER atau tulisan lainnya dari Jember Yang Itu

tirto.id - Flash News
Kontributor: Jember Yang Itu
Penulis: Jember Yang Itu
Editor: Andrian Pratama Taher