Menuju konten utama

Kapan Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2021 & Apa Keistimewaannya?

Apa itu dan kapan malam Lailatul Qadar, satu malam yang digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Kapan Malam Lailatul Qadar Ramadhan 2021 & Apa Keistimewaannya?
Ilustrasi Kronik Lailatul qadar dan iktikaf

tirto.id - Malam Lailatulqadar merupakan malam yang amat mulia pada Ramadan. Kemuliaan malam itu digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari 1000 bulan.

Namun tidak ada yang tahu pasti kapan malam Lailatulqadar terjadi. Kendati demikian, Rasulullah SAW sudah mengisyaratkan bahwa malam Lailatulqadar akan jatuh pada salah satu di antara 10 malam terakhir Ramadan.

Dari sejarahnya, malam Lailatulqadar merupakan momen ketika Al Quran diturunkan dari Lauh Al-Mahfuz ke Baitul Izzah atau langit dunia, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Qadr ayat 1-5:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya [Al-Quran] pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu [penuh] kesejahteraan sampai terbit fajar," (QS. Al-Qadr [97]: 1-5).

Dilansir dari NU Online, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk mencari malam Lailatulqadar dan mengisinya dengan ibadah.

Hal ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan Aisyah RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatulqadar itu pada tanggal ganjil dari 10 hari terakhir bulan Ramadan," (H.R. Bukhari).

Apabila mengacu pada petunjuk Nabi Muhammad SAW tersebut, malam Lailatulqadar akan jatuh pada malam-malam tanggal 21, 23, 25, 27 atau 29 Ramadan 1442 H.

Sementara itu, jika dilihat dari penanggalan masehi, maka malam Lailatulqadar akan jatuh pada salah satu di antara malam 3, 5, 7, 9, atau 11 Mei 2021.

Seorang muslim yang bermunajat pada malam itu akan memperoleh pahala besar yang bernilai 1000 bulan, serta ampunan Allah SWT. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

"Barangsiapa shalat pada Lailatulqadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau," (H.R. Bukhari).

Salah satu hikmah dirahasiakannya malam Lailatulqadar adalah agar umat Islam konsisten beribadah selama Ramadan, terutama 10 hari terakhirnya. Hal ini juga dicontohkan Nabi Muhammad SAW sebagaimana hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, ia berkata:

"Saat memasuki sepuluh akhir Ramadan, Rasulullah fokus beribadah, memperbanyak ibadah di malam hari, dan membangunkan keluarganya untuk beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Kendati tidak diberitahu secara spesifik, sebenarnya ada tanda-tanda khusus ketika malam Lailatul qadar terjadi. Keesokan harinya, suasana fajar anak tenang, cahaya matahari terasa redup dan tidak panas.

Hal ini digambarkan hadis yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab, ia berkata:

"Lailatul qadar itu adalah malam ketika Rasulullah memerintahkan kami untuk menegakkan salat di dalamnya. Malam itu adalah malam yang cerah. Tanda-tandanya ialah, pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang terik menyilaukan" (H.R. Muslim).

Baca juga artikel terkait LAILATUL QADAR atau tulisan lainnya dari Abdul Hadi

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Yulaika Ramadhani