Garuda Tunggu Petunjuk Kemenhub untuk Kembali Terbang Mulai 3 Mei

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 29 April 2020
Garuda belum memasang harga tiket menyusul wacana pembukaan kembali sebagian penerbangan komersil pada 3 Mei 2020.
tirto.id - Direktur Utama PT Garuda Indonesia mengatakan maskapainya belum akan memajang harga di biro travel maupun Online Travel Agent (OTA) menyusul wacana pembukaan kembali sebagian penerbangan komersial pada 3 Mei 2020.

Ia mengatakan Garuda akan menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dari pemerintah pusat lebih dulu.

“Kami di asosiasi sepakat menahan diri dulu sambil menunggu ada juklak lebih jelas dari Kemenhub terkait implementasi Permenhub No. 25 Tahun 2020,” ucap Irfan dalam rapat dengar pendapat Komisi VI virtual DPR RI, Rabu (29/4/2020).

Pernyataan itu diucapkan Irfan saat merespons pertanyaan salah satu anggota Komisi VI DPR RI yang membandingkan Garuda dengan Lion Air. Irfan menerima pertanyaan terkait langkah Lion Air yang sudah mulai mempromosikan dan memesan harga tiket-tiketnya mulai 3 Mei 2020 di salah satu aplikasi OTA.

Menurut pantauan reporter Tirto Rabu (29/4/2020) pukul 17.00 WIB, aplikasi OTA seperti Traveloka sudah mencantumkan harga dan jadwal penerbangan maskapai dalam grup milik Lion Air mulai 3 Mei 2020.

Sama halnya dengan Tiket.com jadwal penerbangan Batik Air dan Lion Air sudah bermunculan dan siap dipesan mulai 3 Mei 2020.

Pada Selasa (28/4/2020) lalu, maskapai Lion Air (kode penerbangan JT), Wings Air (kode penerbangan IW), dan Batik Air (kode penerbangan ID) menyatakan siap memfasilitasi penerbangan bisnis, operasional angkutan kargo maupun lembaga pemerintahan kecuali tujuan mudik.

"Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan seperti pimpinan lembaga tinggi negara atau tamu kenegaraan, kami siap fasilitasi pada 3 Mei 2020," kata Danang Mandala Prigantono, Corporate Communication Lion Air dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Selasa (28/4/2020).


Baca juga artikel terkait GARUDA INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Hendra Friana
DarkLight