Menuju konten utama

Erick Mau Bahas Kerja Sama Mobil Listrik dengan Tesla Februari 2021

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pembicaraan pengembangan industri mobil listrik dengan perusahaan otomotif asal AS, Tesla, dapat segera dicapai.

Erick Mau Bahas Kerja Sama Mobil Listrik dengan Tesla Februari 2021
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyemprotkan cairan pembersih tangan saat akan mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/11/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

tirto.id - Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan pembicaraan pengembangan industri mobil listrik dengan perusahaan otomotif asal AS, Tesla, dapat segera dicapai. Erick bilang pembicaraan ini akan diupayakan agar Indonesia dapat menjadi pemain utama industri mobil listrik dunia.

“Insyaallah, di bulan Februari ini, saya akan membuka pembicaraan dengan Tesla untuk mengembangkan kerja sama ini,” ucap Erick dalam keterangan tertulis, Minggu (3/1/2021).

Erick mengatakan pemerintah sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menunjang industri mobil listrik di Tanah Air. Misalnya, melalui konsorsium BUMN untuk membuat baterai mobil listrik atau EV Battery yang bekerja sama dengan perusahaan Korea Selatan dan Cina seperti LG dan CATL.

Kalau pun diperlukan sumber daya tenaga listrik, ia memastikan pasokannya tersedia. Pasalnya, PLN selaku perusahaan listrik pelat merah telah mengantisipasi kebutuhan itu.

“Selain mengantisipasi mobil listrik, sudah seharusnya juga PLN aktif mengembangkan kompor listrik. Hal ini adalah solusi menekan impor bahan bakar,” ucap Erick.

Sebelum Erick berencana membuka pembicaraan dengan Tesla, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sudah lebih dulu melakukan pembicaraan, Jumat (11/12/2020) lalu. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan menawarkan peluang investasi perusahaan mobil listrik Tesla bahkan peluang pembangunan landasan peluncuran roket di Indonesia.

Saat ini industri otomotif yang sudah berkomitmen dan memulai investasinya berjumlah dua perusahaan. Mereka adalah Hyundai Motor Corporation dari Korea Selatan dengan investasi Rp21,8 triliun dan Toyota dari Jepang dengan investasi Rp28,3 triliun.

Baca juga artikel terkait MOBIL LISTRIK atau tulisan lainnya dari Vincent Fabian Thomas

tirto.id - Bisnis
Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Maya Saputri