Menuju konten utama

Eddy Soeparno Klaim Kinerja Menteri dari PAN Aman dari Reshuffle

Eddy Soeparno mengklaim bahwa Zulhas merupakan salah satu menteri yang paling banyak menerima instruksi langsung dari Presiden Prabowo.

Eddy Soeparno Klaim Kinerja Menteri dari PAN Aman dari Reshuffle
Sekjen PAN Eddy Soeparno (tengah) didampingi jajaran pengurus partai memberikan keterangan pers terkait hasil putusan sidang MK, di Kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (27/6/2019). ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

tirto.id - Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengklaim menteri-menteri dari partainya selalu bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh. Eddy pun meyakini kader-kader PAN yang menjadi menteri tidak dalam radar perombakan atau reshuffle kabinet oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Alhamdulillah sampai saat ini menteri-menteri yang merupakan perwakilan dari PAN bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan baik dan itu juga terlihat dari hasilnya,” kata Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senin (20/10/2025).

Eddy kemudian mencontohkan Ketua Umum PAN sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang termasuk jajaran Kabinet Merah Putih. Dia mengklaim bahwa Zulhas merupakan salah satu menteri yang paling banyak menerima instruksi langsung dari Presiden.

“Kami kebetulan ketua umum kami yang juga Menko Pangan merupakan salah satu menteri yang paling banyak menerima inpres [Instruksi Presiden] dan keppres [Keputusan Presiden] dari Presiden untuk menyelesaikan berbagai permasalahan,” kata Eddy.

Sejumlah instruksi tersebut antara lain menyangkut penanganan sampah, ekonomi karbon, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta percepatan swasembada pangan dan energi.

“Jadi kami juga merasa bahwa Menko Pangan kami langkahnya begitu cepat dikuti juga oleh teman-teman menteri dari PAN juga,” katanya.

Terkait keputusan Prabowo yang telah beberapa kali melakukan reshuffle kabinet, hal itu disebut Eddy merupakan hak prerogatif Presiden. PAN, katanya, memandang setiap keputusan itu bertujuan untuk menata ulang kabinet agar memperkuat kinerja pemerintahan.

“Agar pencapaian-pencapaian yang saat ini sudah dihasilkan itu makin cepat lagi, bisa kita menghasilkan pencapaian lebih tinggi,” kata Eddy.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya tak segan-segan me-reshuffle jajaran menterinya apabila melakukan kesalahan dan tak berubah saat ditegur. Dia memastikan bahwa peringatan kepada menteri yang nakal hanya akan diberikan dua kali.

"Ada satu, dua, nakal saya peringati ya. Kan satu kali peringatan masih nakal, masih enggak mau dengar. Dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat reshuffle, harus diganti," kata Prabowo sebagaimana ditayangkan dalam siaran langsung Gerindra TV, Sabtu (18/10/2025).

Dia menegaskan, dirinya telah memilih anak buah yang memiliki kehebatan. Namun, jika salah dan tidak bisa diperingati, maka akan diganti demi tetap menjaga bangsa.

"Karena demi negara bangsa dan rakyat tidak boleh ada rasa kasihan, yang kasihan rakyat Indonesia. Saya enggak papa dibenci asal rakyat saya tidak benci saya," ungkap Prabowo.

Ditegaskan Prabowo, yang harusnya dibenci rakyat adalah para koruptor. Sedangkan dirinya sendiri tidak akan takut dibenci oleh para koruptor.

Ia menambahkan, maling-maling uang rakyat adalah para pihak yang serakah. Sehingga, kepada para koruptor tidak akan ada peringatan, melainkan penindakan.

"Koruptor, manipulator, penipu-penipu yang serakah nggak papa, nggak ada urusan. Saya dikasih peringatan 'Pak hati-hati loh Pak mereka uangnya banyak, mereka bisa bayar demo'. Enggak ada urusan, yang penting rakyat Indonesia mendukung saya, saya tidak ragu-ragu," ucap Prabowo.

Baca juga artikel terkait RESHUFFLE KABINET atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto