tirto.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani merespons situasi lingkungan Gedung DPR RI yang masih dijaga ketat TNI dan Polri. Diketahui, Gedung DPR RI sudah dilakukan penjagaan ketat oleh aparat keamanan sejak adanya aksi unjuk rasa yang digelar di depan gedung tersebut pada 25 hingga 31 Agustus 2025.
Menurut Puan, penjagaan tersebut merupakan hal wajar, sebab Gedung DPR RI merupakan objek vital.
“Ya DPR-RI, kan, merupakan objek vital. Jadi, yang bisa menentukan bahwa masih diperlukan penjagaan atau tidak pihak keamanan atau pihak perangkap keamanan dan lain-lain,” kata Puan kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (22/9/2025).
Diketahui, aparat militer mulai bercokol di Kompleks Parlemen Senayan selepas demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Parlemen dijaga aparat lantaran salah satu desakan aksi massa itu adalah pembubaran lembaga legislatif.
Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin, mengatakan penjagaan gedung parlemen oleh TNI bakal dilakukan sampai situasi kondusif.
"TNI akan menjaga simbol kedaulatan negara di DPR, jadi saya sudah menyetujui dan Panglima (Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto) akan menindaklanjuti bersama para kepala staf bahwa instalasi DPR akan dijaga oleh TNI,” kata Sjafrie kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2025).
Menurut Sjafrie, kategori kondusif dilihat dari bagaimana masyarakat bisa merasa aman dan nyaman dalam beraktivitas. Menurutnya, selama hal itu belum sepenuhnya tercapai, keberadaan personel TNI di kawasan DPR maupun instansi penting lainnya tetap diperlukan.
Penulis: Nabila Ramadhanty
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































