Menuju konten utama
Ramadhan 2022

Doa Puasa Hari Ke-10 Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Terjemahan

Doa puasa hari ke-10, doa puasa Ramadhan hari kesepuluh dalam bahasa Arab, latin, dan terjemahan.

Doa Puasa Hari Ke-10 Bulan Ramadhan: Arab, Latin dan Terjemahan
Ilustrasi Salat. foto/istockpphoto

tirto.id - Bagaimana bacaan doa puasa hari ke-10 bulan Ramadhan? Puasa hari ke-10 berarti menunjukkan bahwa pelaksanaan bulan Ramadan sudah memasuki sepertiganya.

Demi memanfaatkan bulan yang penuh berkah tersebut, membaca doa adalah salah satu perkara yang dinjurkan untuk dikerjakan.

Dalam mengisi bulan Ramadan, puasa memang sebuah kewajiban bagi seorang muslim yang sudah memenuhi syarat.

Namun demikian, ada pula beberapa hal yang bisa dilakukan selain berpuasa yang memang sudah menjadi salah satu ajaran dalam Islam.

Di antara beberapa amalan yang dapat dilakukan selama bulan Ramadan adalah mengakhirkan makan sahur dan menyegerakan berbuka puasa.

Sahur sendiri bersifat sunah. Artinya sangat dianjurkan untuk dilakukan pada malam hari sebelum terbitnya fajar atau waktu subuh tiba.

Mengutip sebuah hadis, dijelaskan bahwa "Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkahan," (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Berbeda dengan sahur yang diakhirkan, berbuka disunahkan untuk disegerakan. Maksudnya adalah ketika waktu magrib sudah tiba, maka sebaiknya untuk segera membatalkan puasa. Meskipun dengan sekedar meminum air, makanan ringan, atau sebiji kurma.

Melalui hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan jika "Hamba-Ku yang paling aku cintai adalah orang yang paling cepat berbuka".

Sementara berbuka dengan kurma merupakan sebuah kesunahan. Artinya, jika kita membatalkan puasa dengan memakan kurma pun sudah memiliki kesunahan tersendiri. Solusi lainnya ialah dengan meminum air.

Mengutip laman NU Online, berbuka dengan kurma atau jika tidak ada bisa dengan cara meminum air ini sudah sesuai dengan salah satu hadis nabi yang berbunyi:

"Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan," (HR Abu Dawud).

Selain berbicara tentang sahur dan buka, doa juga termasuk dalam amalan yang sangat bagus dilangsungkan selama bulan Ramadan. Bahkan, sebaiknya diperbanyak pelaksanaannya.

Dijelaskan melalui laman Suara Muhammadiyah, bulan Ramadan adalah bulan dikabulkannya doa. Apalagi bagi orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Selagi masih bisa menjalankan ibadah di bulan Ramadan, bulan yang penuh dengan kemuliaan ini merupakan kesempatan bagi umat manusia untuk melangsungkan doa sembari berharap agar terkabulkan.

Doa Puasa Hari ke-10 Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah doa puasa hari ke-10 dalam bentuk bahasa Arab, latin, beserta terjemahannya.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُتَوَكِّلِيْنَ عَلَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْفَائِزِيْنَ لَدَيْكَ وَ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ إِلَيْكَ بِإِحْسَانِكَ يَا غَايَةَ الطَّالِبِيْنَ

Bacaan latinnya:

Allâhummaj’anî fîhi minal mutawakkilîna ‘alayka, waj’alnî fîhi minal fâizîna ladayka, waj’alnî fîhi minal muqarrabîna ilayka, biihsânika yâ Ghâyatath thâlibîn.

Artinya: "Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang bertawakal kepada-Mu, jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang jaya di haribaan-Mu, dan jadikanlah aku di bulan ini dari golongan orang-orang yang telah dekat kepada-Mu. Dengan kebaikan-Mu wahai tujuan orang-orang yang berharap.

Infografik SC Doa Puasa Hari Ke-10 Ramadan

Infografik SC Doa Puasa Hari Ke-10 Ramadan. tirto.id/Quita

Sedekah di Bulan Ramadan

Sedekah di bulan Ramadhan mempunyai kemuliaan tersendiri. Seperti dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Tirmidzi, Nabi Muhammad SAW pernah mendapatkan pertanyaan:

"Sedekah apakah yang paling mulia?".

Kemudian Rasulullah SAW memberikan jawabannya,"Yaitu sedekah dibulan Ramadhan."

Melihat satu kutipan hadis diatas, maka masa bulan Ramadhan ini merupakan peluang besar bagi umat manusia untuk memperbanyak sedekah kepada sesama.

Kemuliaan dari bulan Ramadhan pun bisa dimanfaatkan agar semakin meningkatkan sedekah yang selama ini sudah dilakukan.

Berkaitan dengan sedekah, dalam Al-Quran juga ada surah yang menjelaskan perihal tersebut. Al-Baqarah ayat 261 menyebutkan Allah SWT akan melipatgandakan orang yang selalu bersedekah di jalan-Nya. Bunyi ayat tersebut ialah sebagai berikut:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya,"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui,".

Kendati sangat dianjurkan untuk dilakukan di bulan Ramadhan, tidak menutup kemungkinan bersedekah juga dapat dilakukan di bulan-bulan lainnya. Atau bulan berikutnya setelah datangnya bulan yang penuh dengan kemuliaan ini.

Sementara itu dikutip laman NU Online via artikel dengan judul "10 Amalan Sunnah dalam Berpuasa", sedekah juga termasuk dalam amalan sunah dalam melaksanakan puasa. Hal ini dilakukan demi keutamaan dan kesempurnaan ibadah tersebut.

Sedekah yang bakal dikeluarkan bisa diberikan untuk keluarga, kerabat, atau tetangga. Bahkan, memberi makan orang yang sedang berbuka pun mempunyai balasan pahala seperti orang yang sedang berpuasa. Dalilnya adalah sebuah hadis dibawah ini:

"Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut," (HR Ahmad).

Baca juga artikel terkait DOA PUASA RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dhita Koesno