Menuju konten utama

Dispenad: Viral Video Prajurit TNI AD Tegur DPR Hanya Hasil AI

Geger video prajurit TNI AD tegur DPR hingga hakim sidang. Dispenad tegaskan video tersebut hoaks hasil rekayasa AI.

Dispenad: Viral Video Prajurit TNI AD Tegur DPR Hanya Hasil AI
Hoaks prajurit TNI marahi Anggota DPR. Foto/Dok.Dispenad.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Dinas Penerangan Angkatan Darat (Dispenad) memastikan video viral sosok prajurit TNI AD yang menegur anggota DPR RI hingga pejabat DPRD di media sosial adalah hoaks hasil rekayasa akal imitasi (Artificial Intelligence/AI). Masyarakat diimbau untuk segera menghentikan penyebaran konten menyesatkan tersebut karena tidak memiliki nilai informasi faktual.

Dispenad menegaskan, video tidak nyata tersebut, dapat terlihat dari sejumlah ketidaksesuaian atribut dan tanda pengenal seragam TNI AD serta karakteristik visual video hasil rekayasa digital. Selain itu, nama personel yang ditampilkan dalam video itu juga tidak terdaftar sebagai personel TNI Angkatan Darat.

"Skenario dalam video, termasuk prajurit yang secara sepihak menginterupsi sidang DPR RI, persidangan pengadilan, maupun rapat DPRD, tidak pernah terjadi dan tidak sesuai dengan tugas, kewenangan, maupun mekanisme yang berlaku di lingkungan TNI AD," dikutip dari siaran pers Dispenad, Senin (31/8/2028).

Dispenad juga mengungkapkan bahwa video tersebut berasal dari akun atau kanal ZONA-AI CHANNEL. Dispenad menegaskan bahwa TNI AD tidak memiliki keterkaitan dengan akun tersebut dan tidak pernah memberikan izin maupun bahan untuk pembuatan konten dimaksud.

Oleh karena itu, Dispenad mengimbau kepada masyarakat dan rekan-rekan media untuk tidak menjadikan video tersebut sebagai rujukan informasi faktual dan tidak menyebarluaskannya tanpa verifikasi terlebih dahulu. Informasi mengenai TNI AD dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi TNI AD atau Dispenad.

"Jadi, sekali lagi, sosok prajurit yang ditampilkan dalam video tersebut bukan kejadian nyata. Itu konten hasil AI. Jangan sampai teknologi yang seharusnya menjadi sarana kreativitas justru digunakan untuk membangun informasi yang menyesatkan dan mengatasnamakan institusi TNI AD, kemudian diterima masyarakat sebagai sebuah fakta," dikutip dari siaran pers Dispenad.

Baca juga artikel terkait KONTEN HOAKS atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Siti Fatimah