Menuju konten utama

Dinas SDA Siapkan 557 Pompa Mobile Antisipasi Banjir Jakarta

Pemerintah DKI Jakarta sudah menyiapkan beragam cara untuk menghadapi musim hujan. Seperti, penyiagaan satgas di lapangan hingga pompa mobile.

Dinas SDA Siapkan 557 Pompa Mobile Antisipasi Banjir Jakarta
Petugas Dinas Sumber Daya Air memeriksa pompa air di rumah Pompa Waduk Setia Budi Timur, Jakarta, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/wsj.

tirto.id - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan beragam cara untuk menghadapi musim hujan. Seperti, penyiagaan satgas di lapangan hingga pompa mobile.

“Penanganan genangan, Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta menyiagakan satgas di lapangan dan operasional pompa, baik stasioner maupun pompa mobile," ujar Ika Agustin Ningrum, Jumat (1/12/2023)

Ia menjelaskan, sarana dan prasarana penanganan banjir yang disiagakan Dinas SDA DKI adalah pompa stasioner sebanyak 578 unit yang tersebar di 202 lokasi, alat berat sebanyak 251 unit, pompa mobile sebanyak 557 unit, pintu air sebanyak 845 unit di 589 lokasi, dan pasukan biru sebanyak 4.189 personel.

Dinas SDA Provinsi DKI juga aktif berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, para Wali Kota, Camat, Lurah, hingga RT/RW di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Lebih lanjut, kata dia, untuk meminimalisir potensi genangan dan banjir di Jakarta, Dinas SDA mengajak masyarakat dan stakeholder untuk menjaga kebersihan lingkungan dan saluran drainase.

"Kami turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk membersihkan saluran air, mulai dari selokan depan rumah hingga kanal/sungai, serta tidak membuang sampah sembarangan,” urai Ika.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan pihaknya telah menyiagakan 267 personel Petugas Penanggulangan Bencana/Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kelurahan di Jakarta.

"Ini dilakukan sebagai upaya percepatan koordinasi dan penanganan bencana," tutur Isnawa.

Isnawa menjelaskan BPBD DKI Jakarta melakukan pengecekan sarana-prasarana penanggulangan banjir. Sarana prasarana tersebut meliputi tenda, perahu, ring buoys, jaket, dan pelampung.

Personel BPBD juga melakukan simulasi pendirian tenda di 25 kelurahan yang berpotensi rawan banjir.

"Kami juga membagikan informasi ke publik terkait peringatan kenaikan TMA melalui Disaster Early Warning System (DEWS) dan SMS Blast, serta peringatan dini cuaca melalui website bpbd.jakarta.go.id, media sosial, WhatsApp Group dan Channel Telegram. Itu kami lakukan agar masyarakat waspada,” ujar Isnawa.

Baca juga artikel terkait MUSIM HUJAN atau tulisan lainnya dari Iftinavia Pradinantia

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Iftinavia Pradinantia
Penulis: Iftinavia Pradinantia
Editor: Reja Hidayat