Menuju konten utama

Di Bawah Langit Pengungsian, Harapan dan Cinta Bertumbuh

Sedikit cinta untuk para korban bencana alam sumatra.

Di Bawah Langit Pengungsian, Harapan dan Cinta Bertumbuh
Sejumlah anak-anak korban bencana berada di tenda posko pengungsian gedung BLK Blang Kejeren Desa Lempuh, Kecamatan Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/bar
2025/12/22/antarafoto-dukungan-kesehatan-mental-anak-pengungsi-bencana-aceh-1766370590_8140.jpg
Sejumlah anak-anak pengungsi korban bencana banjir bandang luapan sungai Peusangan mengikuti kegiatan kesehatan mental di posko pengungsian Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kegiatan yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Aceh dan Kabupaten Bireuen tersebut guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak korban bencana selama menempati tempat pengungsian. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/YU
2025/12/22/antarafoto-dukungan-kesehatan-mental-anak-pengungsi-bencana-aceh-1766370592_8141.jpg
Sejumlah anak-anak pengungsi korban bencana banjir bandang luapan sungai Peusangan mengikuti kegiatan kesehatan mental di posko pengungsian Desa Alue Kuta, Kecamatan Jangka, Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Kegiatan yang dilakukan Dinas Sosial Provinsi Aceh dan Kabupaten Bireuen tersebut guna memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak-anak korban bencana selama menempati tempat pengungsian. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/YU
2025/12/22/antarafoto-presiden-kunjungi-lokasi-bencana-di-aceh-1766370619_8150.jpg
Para pengungsi terdampak banjir bandang melambaikan tangan ke arah Presiden Prabowo Subianto di posko pengungsian di Bambel Baru, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh, Senin (1/12/2025). Kunjungan Presiden tersebut untuk memantau kondisi pengungsi, memastikan distribusi bantuan tersalurkan dengan baik, serta memantau infrastruktur yang rusak akibat banjir dan tanah longsor. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/bar
2025/12/22/antarafoto-pengungsi-korban-bencana-di-gayo-lues-1766369548_8149.jpg
Seorang warga korban bencana bersiap untuk mengambil air bersih di posko pengungsian gedung BLK Blang Kejeren Desa Lempuh, Kecamatan Blang Kejeren, Gayo Lues, Aceh, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/bar
2025/12/22/antarafoto-korban-bencana-alam-hidrometeorologi-di-aceh-1766370599_8143.jpg
Sejumlah pengungsi bencana banjir berjalan di Desa Kuala Keureuto, Aceh Utara, Aceh, Senin (8/12/2025). Berdasarkan data sementara Komando Posko Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh pada Senin (8/12), sebanyak 1.926.119 jiwa terdampak dan 848.870 jiwa di antaranya mengungsi akibat bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
2025/12/22/antarafoto-pengungsi-korban-bencana-alam-hidrometeorologi-di-aceh-1766370616_8147.jpg
Warga korban banjir mencuci piring ditempat pengungsian di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, Sabtu (6/12/2025). Berdasarkan data pos komando tanggap darurat bencana hidrometeorologi Aceh, bencana alam yang terjadi pada Rabu (26/11) berdampak pada 1.616.217 jiwa yang mengungsi 887.706 jiwa serta 366 jiwa korban meninggal dunia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/foc.
2025/12/22/antarafoto-pengungsi-korban-banjir-di-aceh-tamiang-1766370958_8145.jpg
Warga korban banjir membawa bekal untuk keluarganya di tenda pengungsian sementara di atas jembatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). Data BPBD Aceh Tamiang menyatakan dari keseluruhan jumlah total korban bencana banjir bandang 225.847 jiwa dari 56.384 kepala keluarga yang mengungsi 215.652 jiwa selebihnya bertahan dirumah masing-masing atau mengungsikan diri ke rumah keluarganya. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
2025/12/22/antarafoto-dapur-umum-swadaya-bencana-hidrometeorologi-aceh-1766371188_8139.jpg
Warga antre untuk mengambil makan pagi di dapur umum bencana hidrometeorologi, Desa Raya Dagang, Peusangan, Bireuen, Aceh, Rabu (3/12/2025). Pascabencana hidrometeorologi warga setempat bersama aparatur desa secara swadaya mendirikan dapur darurat di posko-posko pengungsian untuk membantu pemenuhan kebutuhan makanan bagi warga yang terdampak bencana alam di Kabupaten Bireuen. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym.
2025/12/22/antarafoto-pengungsi-korban-banjir-di-aceh-tamiang-1766370960_8146.jpg
Sejumlah warga korban banjir menaiki traktor melintasi jembatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Rabu (3/12/2025). Data BPBD Aceh Tamiang menyatakan dari keseluruhan jumlah total korban bencana banjir bandang 225.847 jiwa dari 56.384 kepala keluarga yang mengungsi 215.652 jiwa selebihnya bertahan dirumah masing-masing atau mengungsikan diri ke rumah keluarganya. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
2025/12/22/antarafoto-pengungsi-korban-banjir-beutong-ateuh-nagan-raya-1766370623_8144.jpg
Seorang warga korban banjir berada di tempat pengungsian di Desa Blang Meurandeh, Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, Aceh, Minggu (30/11/2025). Bencana banjir bandang yang terjadi pada Rabu (26/11) selain berdampak rusaknya jembatan penghubung, ruas jalan, sekolah, masjid dan 250 rumah warga hilang terbawa arus juga 2.156 jiwa dari 714 kepala keluarga terpaksa mengungsi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/nz.
2025/12/22/antarafoto-korban-banjir-bandang-bertahan-di-tenda-darurat-1766370621_8142.jpg
Pengungsi korban banjir bandang berada di tenda darurat di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Beberapa korban banjir bandang di daerah itu memilih bertahan di tenda darurat karena khawatir munculnya banjir susulan dan sekaligus untuk memudahkan akses penerimaan bantuan. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz.

tirto.id - Banjir menerjang Aceh dan sebagian Pulau Sumatera pada akhir November 2025. Bencana ini tak sekadar meninggalkan kerusakan fisik dan korban jiwa, tetapi juga memicu trauma psikologis mendalam. Dampaknya terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan. Mereka yang rentan, harus bertahan dalam situasi darurat di tempat pengungsian yang penuh keterbatasan.

Namun di tengah kondisi itu masih banyak masyarakat yang peduli. Mereka memberi harapan dan cinta untuk para pengungsi banjir bandang Sumatra. Dari "sekadar" membacakan cerita lucu bermain bersama, memberi makanan, hingga bantuan air bersih yang cukup juga sangat membantu para pengungsi. Mereka digerakkan bahasa universal bernama kemanusiaan.

FOTO/ANTARA FOTO

Baca juga artikel terkait FOTO - TIRTO atau tulisan lainnya dari Qurrota Ayun

Oleh: Qurrota Ayun