Menuju konten utama
Natal dan Tahun Baru

Di Balik Permintaan Maaf Tjahjo Kumolo di Malam Natal

Mendagri Tjahjo Kumolo meminta maaf kepada masyarakat yang merasa risih dengan pengamanan Natal dan tahun baru oleh para aparat.

Di Balik Permintaan Maaf Tjahjo Kumolo di Malam Natal
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Mendagri Tjahjo Kumolo usai meninjau Gereja Katedral dalam rangka pengamanan malam natal, Jakarta (24/12/17). FOTO/tirto.id

tirto.id - Malam Natal sudah lewat tanpa ada masalah keamanan yang berarti. Hal ini tentu tidak terlepas dari pengamanan yang dilakukan aparat negara seperti TNI dan Polri.

Untuk pengamanan secara nasional, Polri menugaskan 10 ribuan personel ke berbagai pelosok Indonesia. Ditambah TNI, jumlah aparat yang bertugas mencapai 180 ribuan personel. Angka ini naik dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 150 ribu personel, juga gabungan TNI-Polri.

Ini belum termasuk keamanan yang sifatnya solidaritas dari ormas keagamaan semacam Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU) yang mengklaim "menerjunkan" 2,5 juta anggotanya. Ketua PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengatakan bantuan ini atas permintaan langsung dari Polri.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, pada Kamis 21 Desember lalu sempat mengatakan bahwa alasan pengamanan lebih ketat ketimbang tahun lalu adalah karena adanya potensi ancaman dari pelaku teror—lazim disebut lone wolf.

"[Mereka] Lebih sulit dideteksi seperti peristiwa Eropa dan Amerika," kata Tito.

Meski berhasil mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, tapi pemerintah perlu mengklarifikasi lebih lanjut mengapa tahun ini diberlakukan pengamanan yang lebih ketat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta maaf kepada masyarakat apabila ada yang merasa terganggu atau risih dengan pengamanan Malam Natal.

"Mohon maaf kalau seolah-olah [perayaan Natal] dijaga ketat," kata Tjahjo, di depan umat Nasrani di gereja Katedral, Jakarta, Minggu (24/12) malam. Pernyataan maaf ini juga berlaku bagi pengamanan tahun baru, yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

Meningkatnya personel, menurutnya, memang sengaja dilakukan "semata-mata untuk memberikan jaminan bahwa bapak ibu sekalian bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk tanpa ada gangguan." "Itu yang menjadi komitmen TNI-Polri," kata Tjahjo.

Katedral memang jadi salah satu lokasi yang paling ketat dijaga aparat. Selain karena lokasinya yang strategis dan mampu menampung ribuan orang, gereja ini juga punya sejarah yang cukup buruk. Tahun 2000 lalu, Katedral adalah salah satu gereja yang dibom.

Umar Patek kemudian didakwa sebagai tersangka peledakan. Selain Katedral, ia juga bertanggung jawab terhadap peledakan di gereja Kanisius, Gereja Oikumene Halim, Gereja Santo Yosep, Gereja Koinonia Jatinegara, dan Gereja Anglikan. Hal-hal semacam ini tidak boleh terulang, dan aparat keamanan yang paling berwenang memastikannya.

Penjagaan di Katedral telah tampak sejak memasuki Jalan Katedral, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Di sana berjaga Brimob dengan pakaian lengkap dan senjata laras panjang tertenteng di depan dada, Minggu malam (24/12). Di trotoar, beberapa Brimob berjejer dengan jarak tidak lebih dari satu meter untuk dua personel.

Bukan cuma itu, Katedral juga dijaga tim Gegana dari Mabes Polri. Disiapkan pula mobil Barracuda.

Mereka yang datang untuk Misa pasti melihat bagaimana tempat ibadahnya diamankan sedemikian rupa.

Tjahjo mengulang pernyataan bahwa pemerintah melakukan ini semata untuk memberikan kepastian agar umat Nasrani merayakan Natal dengan aman dan khusyuk. Ia mengatakan bahwa "pemerintah menjaga hak untuk beribadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing."

Di kesempatan yang sama Tjahjo juga menyampaikan pesan selamat Natal dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tidak bisa hadir ke sana. "Kami sampaikan hormat dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, beliau sampaikan Selamat Natal," katanya.

Demi memastikan bahwa pengamanan telah dilaksanakan dengan baik, pimpinan Polri dan TNI, Minggu malam menyambangi tiga gereja besar di Jakarta, yaitu gereja HKBP Menteng-Jakarta Pusat, gereja Katedral-Jakarta Pusat, dan Gereja GKI Panglima Polim-Jakarta Selatan.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memulai pemantauan dari titik kumpul Main Hall Polda Metro Jaya, pukul 17.00, Minggu Sore (24/12).

Tito hadir pada pukul 18.52 di titik kumpul. Kedatangan mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) itu langsung disambut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis dan jajaran Polda lain. Tidak lama setelah itu, pukul 18.57, Panglima TNI Hadi Tjahjanto juga hadir. Hadi yang mengenakan pakaian hijau loreng langsung memasuki Main Hall Polda Metro Jaya.

Gereja HKBP Menteng disambangi pukul 19.00. Rombongan melakukan pengecekan di gereja tersebut dari pukul 19.20 sampai 19.45. Setelah itu, rombongan langsung melakukan perjalanan ke Katedral sekitar pukul 19.45-20.00. Di salah satu gereja tertua di Jakarta itu Kapolri dan Panglima TNI melakukan pengecekan personel dan keamanan selama 30 menit.

Selanjutnya, Panglima dan Kapolri akan berangkat ke Gereja GKI Panglima Polim di kawasan Jakarta Selatan. Mereka tiba pada pukul 21.00 dan menyampaikan hasil peninjauan langsung di Malam Natal kepada awak media hingga pukul 21.45.

Usai memantau pengamanan di tiga gereja itu, Tito menyimpulkan kegiatan aman dan lancar. Ia juga mengatakan belum mendapat laporan aksi teror.

"Sampai hari ini belum ada informasi tentang insiden-insiden yang berarti. Ini semua berlangsung aman," kata Tito.

Hal senada diungkapkan Hadi Tjahjanto. Panglima TNI yang baru menjabat ini mengatakan turun langsung melakukan pengecekan karena ingin melihat dengan mata kepala sendiri bahwa pengamanan Natal dan tahun baru di ibu kota memang telah berjalan dengan baik.

Ia juga mengatakan semua tentara yang ditugaskan siap menyokong sepenuhnya polisi.

"TNI tentunya siap mendukung kegiatan Operasi Lilin yang dilaksanakan Polri. Semua kami yakinkan bisa berjalan aman dan lancar sampai dengan tanggal 2 januari 2018," kata Hadi.

Operasi Lilin, selain fokus pada pengamanan tempat ibadah, juga akan mengawasi rumah kosong, kawasan wisata, dan pengamanan lalu lintas.

Baca juga artikel terkait HARI RAYA NATAL 2017 atau tulisan lainnya dari Rio Apinino

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Rio Apinino
Editor: Rio Apinino

Artikel Terkait