Deteksi Gejala Corona COVID-19 via Grab Health, Gojek, dan Halodoc

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 24 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
Deteksi gejala awal coronavirus COVID-19 bisa dilakukan via aplikasi Grab, Gojek, Halodoc, dan Good Doctor.
tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bekerja sama dengan Gojek, Halodoc, Grab dan Good Doctor untuk menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara virtual bagi masyarakat sehingga bisa diakses di mana saja dan kapan saja. Akses ini terutama disediakan bagi penanganan awal gejala coronavirus COVID-19.

"Harapan kami dalam konteks ini agar bagaimana kita betul-betul memahamkan masyarakat agar komunikasi, informasi dan edukasi dapat sampai ke semua level, semua lapisan masyarakat, dengan adanya platform ini komunikasi dan edukasi kita akan lebih sampai pada akar rumput," kata Sekretaris Jendral Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi.

Menurut Sekjen, kerja sama ini merupakan bentuk penguatan terhadap pedoman yang telah dikeluarkan oleh pemerintah maupun berbagai informasi yang beredar di masyarakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi ini sebagai solusi bagi masyarakat dalam menangani virus corona COVID-19.

"Goal-nya tidak ingin RS menumpuk, masyarakat kebingungan. Saya yakin dengan model informasi seperti ini akan mudah didapat, walaupun pedoman sudah kita berikan, tetapi informasi ini harus sampai lebih massive,” tuturnya.

Shinto Nugroho Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Gojek mengatakan pihaknya siap mendukung langkah pemerintah dalam menghadapi COVID-19. Hadirnya layanan ini diharapkan bisa mengurangi beban rumah sakit dalam menangani kasus COVID-19.

"Hal utama yang akan kita lakukan untuk meringankan beban medical professionals kita. Kami menyadari bahwa masyarakat yang ingin memastikan dan memeriksakan dirinya. Akan tetapi kapasitas RS kita, kapasitas medical kita ada batasnya. Inilah saatnya, kita bergandeng tangan untuk sama-sama mempergunakan telemedicine sebagai penapisan," terangnya.

Layanan telemedicine yang disiapkan Gojek bersama Halodoc di antaranya membantu masyarakat untuk berkonsultasi, menyarankan apa yang perlu dilakukan dan pengantaran obat sesingkat-singkatnya. Manakala diagnosisnya harus ke rumah sakit, maka akan dirujuk ke RS Rujukan penanganan COVID-19.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia bahwa dengan diluncurkannya layanan telemedicine dari Grab dan Good doctor diharapkan dapat membantu masyarakat untuk berkonsultasi seputar kesehatannya saat isolasi mandiri.

"Kami juga membantu para pasien untuk bisa self isolation kemudian bagaimana kita memonitor kapan mereka harus ke rumah sakit atau mereka masih bisa tetap di rumah," kata Neneng.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan beberapa gejala awal orang yang terinfeksi virus corona COVID-19, yaitu demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa pasien juga mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare.

Gejala-gejala ini biasanya ringan dan mulai secara bertahap. Beberapa orang bisa terinfeksi tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang terinfeksi COVID-19 sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight