Menuju konten utama

Debut Mitchel Baker & Penantian Striker Nomor 9 Timnas Indonesia

Mitchell Lee Baker mencetak hattrick saat debut bersama Timnas Indonesia. Mampukah ia menjadi solusi krisis striker nomor 9 setelah era Bambang Pamungkas?

Debut Mitchel Baker & Penantian Striker Nomor 9 Timnas Indonesia
Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchel Lee Beker (depan) melakukan selebrasi setelah mencetak hattrick ke gawang Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Timnas Indonesia kalahkan Kamboja dengan skor 5-1. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mitchell Lee Baker hanya butuh satu pertandingan untuk mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Penyerang berusia 19 tahun itu mencetak hattrick pada laga debutnya bersama Timnas Indonesia saat mengalahkan Kamboja 5-1 dalam laga Grup A Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (27/7).

Tiga gol yang dicetak Baker pada menit ke-6, ke-12, dan ke-53, membawa Indonesia mengawali turnamen dengan kemenangan telak, sekaligus memunculkan lagi harapan hadirnya seorang penyerang nomor 9 murni yang bisa jadi tumpuan lini depan Garuda.

"Mimpi ini menjadi kenyataan. Perasaan yang luar biasa. Saya tidak mungkin berada di sini tanpa tim, staf pelatih, dan semua orang yang membantu saya," kata Baker usai pertandingan, dikutip dari Antara.

Baker juga menyebut atmosfer Stadion Pakansari sebagai pengalaman terbaik yang pernah dia rasakan sepanjang karier. Namun, arti tiga gol Baker mungkin lebih besar dari itu. Sebab, selama bertahun-tahun Timnas Indonesia terus mencari sosok penyerang tengah haus gol.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir bahkan mengakui lini depan masih jadi salah satu kelemahan skuad Garuda.

"Mudah-mudahan kita punya penebalan striker kan. Memang salah satu kelemahan tim kita, kita tipis dari sisi striker. Selama ini kita bergantung kepada Ole," kata Erick.

Krisis Striker Murni: Menanti Baliknya Bomber No 9

Masalah regenerasi penyerang memang bukan cerita baru. Setelah era Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, dan Kurniawan Dwi Yulianto, Indonesia belum benar-benar punya penyerang murni yang bisa jadi andalan jangka panjang.

Budi Sudarsono berstatus penyerang murni terakhir Indonesia yang keluar sebagai top skor Piala AFF pada edisi 2008. Setelah itu, sejumlah nama seperti Cristian Gonzales, Ilija Spasojevic, Beto Goncalves, Dimas Drajad, Ramadhan Sananta, sampai Rafael Struick, silih berganti mengisi lini depan, tetapi tidak ada yang berujung sebagai pencetak gol terbanyak di AFF.

Padahal, sejarah Piala AFF menunjukkan bahwa kehadiran striker tajam kerap jadi pembeda. Thailand, misalnya, negara tersukses di Piala AFF dengan 7 gelar juara itu punya Teerasil Dangda sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen ini dengan 25 gol. Indonesia masih menempatkan Kurniawan Dwi Yulianto dan Bambang Pamungkas dalam jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala AFF.

PeringkatPemainNegaraGolPosisi
1Teerasil DangdaThailand25Centre forward
2Noh Alam ShahSingapura17Centre forward
3Worrawoot SrimakaThailand15Centre forward
3Le Cong VinhVietnam15Centre forward
5Le Huynh DucVietnam14Centre forward
6Nguyen Tien LinhVietnam13Centre forward
6Kurniawan Dwi YuliantoIndonesia13Centre forward
6Adisak KraisornThailand13Centre forward
9Bambang PamungkasIndonesia12Centre forward
9Kiatisuk SenamuangThailand12Centre forward

Timnas Indonesia kalahkan Kamboja

Pesepak bola Timnas Indonesia Mitchel Lee Beker (kiri) melakukan selebrasi dengan Tom Haye (temgah) setelah mencetak hattrick ke gawang Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). Timnas Indonesia kalahkan Kamboja dengan skor 5-1. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Fenomena ini menarik jika menilik perkembangan sepak bola modern. Dalam lebih dari satu dekade terakhir, banyak tim elite dunia mulai meninggalkan penyerang nomor 9 klasik. Posisi tersebut kerap diganti false nine, penyerang sayap, atau pemain depan yang lebih banyak bergerak turun untuk membuka ruang bagi rekan setim.

Perubahan taktik itu ikut membuat penyerang tengah murni kian jarang ditemukan. Bahkan dalam lima edisi Piala Dunia terakhir, cuma nama Harry Kane yang meraih Sepatu Emas sebagai centre forward klasik. Selebihnya, daftar pencetak gol terbanyak diraih pemain dengan karakter fleksibel.

Namun, tren tersebut perlahan berubah. Analisis Sky Sports pada 2023 menyebut sepak bola mulai kembali menghargai keberadaan penyerang nomor 9 tradisional. Kesuksesan Erling Haaland bersama Manchester City jadi salah satu pemicu. Banyak klub kembali mencari striker yang bisa jadi target di kotak penalti sekaligus penyelesai akhir. Sky Sports bahkan menyimpulkan fenomena itu dengan kalimat, "The No 9 is back."

Dalam konteks ini, kemunculan Baker terasa menarik. Penyerang kelahiran Amerika Serikat tersebut memang sekilas punya karakter berbeda dibanding banyak penyerang Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan tinggi hampir dua meter, Baker mengandalkan kekuatan duel udara, lihai mencari ruang di kotak penalti, dan bisa jadi penyelesaian akhir sebagai senjata utama. Semua itu sudah dia buktikan di laga debutnya saat Indonesia vs Kamboja di Grup A Piala AFF 2026.

Hanya saja, hattrick Mitchell Baker baru terjadi pada satu pertandingan. Jika mampu menjaga ketajaman, penyerang berusia 19 tahun itu berpeluang jadi striker Indonesia pertama dalam lebih dari satu setengah dekade yang kembali bersaing di papan top skor Piala AFF.

Penyerang Timnas Indonesia dan Top Skor Piala AFF

Sepanjang perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF, tercatat, Skuad Garuda 6 kali keluar sebagai runner-up. Hal itu terjadi pada edisi 2000, 2002, 2004, 2010, 2016, dan 2020. Dalam 3 edisi pertama saat finis sebagai yang kedua di final, Timnas punya penyerang yang jadi top skor. Sebaliknya, dalam 3 edisi berikutnya, tidak ada nama striker Garuda yang bersaing di puncak daftar pencetak gol.

Satu catatan penting, dalam 5 edisi terakhir Piala AFF, tercatat 4 kali tim yang juara selalu punya penyerang yang jadi top skor turnamen. Saat Thailand jadi kampiun edisi 2016, Teerasil Dangda adalah pencetak gol terbanyak dengan 6 gol.

Hal itu diikuti dengan edisi 2020 dan 2022. Kala Thailand juara lagi, selalu ada penyerang di puncak top skor, yang semuanya disabet Dangda pada 2020 (4 gol, bersama 3 nama lain) dan 2022 (bersama Nguyen Tien Linh). Edisi termutakhir, saat Vietnam menang, Nguyen Xuan Son jadi MVP sekaligus top skor dengan 7 gol.

Berikut daftar top skor Piala AFF (ASEAN Championship) asal Indonesia sejak edisi pertama pada 1996 sampai 2024.

EdisiPemainGolStatusPosisi
1996--Tidak ada-
1998--Tidak ada-
2000Gendut Doni Christiawan5Top skor bersama Worrawoot Srimaka (Thailand)Centre forward
2002Bambang Pamungkas8Top skor tunggalCentre forward
2004Ilham Jaya Kesuma7Top skor tunggalCentre forward
2007--Tidak ada-
2008Budi Sudarsono4Top skor bersama Agu Casmir (Singapura) & Teerasil Dangda (Thailand)Centre forward
2010--Tidak ada-
2012--Tidak ada-
2014--Tidak ada-
2016--Tidak ada-
2018--Tidak ada-
2020--Tidak ada-
2022--Tidak ada-
2024--Tidak ada-

Baca juga artikel terkait PIALA AFF atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Sepakbola
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus