Menuju konten utama

Contoh Susunan Acara Natal 2025 yang Khidmat dan Penuh Kasih

Contoh susunan acara Natal 2025 berikut dapat menjadi referensi dalam menghadirkan suasana Natal yang khidmat dan penuh kasih. Simak selengkapnya di sini.

Contoh Susunan Acara Natal 2025 yang Khidmat dan Penuh Kasih
Ilustrasi Susunan Acara Natal 2025. foto/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Natal 2025 diperingati umat Kristiani sebagai momen kelahiran Yesus Kristus yang dirayakan dengan penuh iman dan sukacita. Perayaan ini mengandung makna kasih, pengharapan, serta tujuan untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kedamaian.

Peringatan Natal 2025 menjadi waktu refleksi bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Natal dimaknai sebagai perwujudan kasih Tuhan, dengan tujuan mengajak manusia hidup saling mengasihi dan berbagi.

Perayaan Natal 2025 dilaksanakan secara khidmat sebagai ungkapan syukur atas kelahiran Sang Juru Selamat. Makna Natal menekankan kasih dan kerendahan hati, dengan tujuan membawa damai bagi sesama.

Berikut ini terdapat contoh susunan acara Natal 2025 yang khidmat dan penuh kasih dan dapat menjadi referensi, simak selengkapnya melalui artikel berikut ini.

Contoh Susunan Acara Natal 2025

Contoh susunan acara Natal 2025 disusun untuk membantu pelaksanaan perayaan yang tertib dan penuh makna. Rangkaian acara ini dapat menjadi referensi bagi panitia dalam menghadirkan suasana Natal yang khidmat dan penuh kasih.

A. Pembukaan

1. Sapaan Oleh MC

2. Pujian Pembukaan: KJ 99:1-3 “Gita Sorga Bergema” (jemaat berdiri)

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!

Damai dan sejahtera turun dalam dunia.”

Bangsa-bangsa, bangkitlah dan bersoraklah serta,

Permaklumkan Kabar Baik; Lahir Kristus, T’rang ajaib!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

Yang di sorga disembah Kristus, Raja yang baka,

lahir dalam dunia dan Maria bundaNya.

Dalam daging dikenal Firman Allah yang kekal;

dalam Anak yang kecil nyatalah Imanuel!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”

Raja Damai yang besar, Suraya Hidup yang benar,

menyembuhkan dunia di naungan sayapNya,

tak memandang diriNya, bahkan maut dit’rimaNya,

lahir untuk memberi hidup baru abadi!

Gita sorga bergema, “Lahir Raja mulia!”!

3. Prosesi

  • Bisa diiringi oleh tari-tarian.
  • Prosesi bergerak dari pintu depan gereja: pembawa lilin theophani, Alkitab, Pendeta/Vikaris/Majelis yang lainnya.
  • lilin ditempatkan di palungan.
  • Pendeta menerima Alkitab, menuju ke mimbar (jikalau mimbar tidak ada karena dekorasi, bisa berdiri di dekat pohon terang atau palungan.
B. Litani Natal

Pemuda : Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:5-6).

Pemudi : Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. (Lukas 1:32-33)

PL/Pdt : Pertolongan Kita datangnya dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi, Ia tetap setia untuk selama-lamanya. Salam sejahtera dari Allah : Bapa, Putra, Roh Kudus, kepada Saudara sekalian.

Jemaat : Salam sejahtera bagi saudara juga. Pujian Jemaat: KJ 119:1,4 “Hai Dunia Gembiralah”

  • Pujian Jemaat: KJ 119:1,4 “Hai Dunia Gembiralah”
Hai dunia, gembiralah dan sambut Rajamu!

Dihatimu terimalah! Bersama bersyukur,

Bersama bersyukur, Bersama sama bersyukur!

Dialah Raja semesta, besar dan mulia.

Masyhurkanlah, hai dunia, besar anug’rahNya,

Besar anug’rahNya, besar besar anug’rahNya.

(jemaat duduk)

C. Doa Pembukaan

D. Pujian Jemaat: KJ 120:1-3 “Hai Siarkan di Gunung”

C. Persembahan Pujian: Koor Diaspora

F. Berita Natal

MC : (hening sejenak..)

Ketika mereka di situ tibalah waktunya bagi Maria untuk bersalin,dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. Di daerah itu ada gembala-gembala yang tinggal di padang menjaga kawanan ternak mereka pada waktu malam. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat mereka dan kemuliaan Tuhan bersinar meliputi mereka dan mereka sangat ketakutan. Lalu kata malaikat itu kepada mereka: “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud. Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan.” Dan tiba-tiba tampaklah bersama sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: “Kemuliaan bagi Allah ditempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya”.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

G. Pujian Jemaat: KJ 94:1-2 “Hai Kota Mungil Betlehem”

H. Persembahan Pujian: Koor Jemaat Kampung

I. Drama Natal: “Peranan Kepala Keluarga”

J. Prosesi Malam Kudus

1. Lagu solo: KJ 92:1, 3 “Malam Kudus” – dengan setengah suara

Malam Kudus, Sunyi senyap, dunia terlelap

Hanya Dua berjaga terus

Ayah bunda mesra dan kudus

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang

Malam Kudus sunyi senyap, kurnia dan berkat

Tercermin bagi kami terus.

Di wajah-Mu ya anak kudus

Cinta kasih kekal, Cinta kasih kekal,

2. Puisi Natal

3. Prosesi Penyalaan Lilin dan Light Stick (diatur sie acara)

Pujian Jemaat: KJ 92:1-3 “Malam Kudus” (dinyanyikan bersama-sama)

Malam Kudus, Sunyi senyap, dunia terlelap

Hanya Dua berjaga terus

Ayah bunda mesra dan kudus

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

Malam kudus, sunyi senyap, kabar baik menggegap;

Bala sorga menyaksikannya,

Kaum Gembala menyaksikannya,

Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom.

Malam Kudus sunyi senyap, kurnia dan berkat

Tercermin bagi kami terus.

Di wajah-Mu ya anak kudus

Cinta kasih kekal, Cinta kasih kekal,

4. Komitmen Natal

MC : Natal adalah Perwujudan kasih Allah atas dunia ini.

J : Maka Natal adalah saat saya berdamai dan mengasihi orang yang membenci saya.

MC : Natal adalah lambang kasih dan pengampunan Allah atas dosa-dosa saya

J : Maka Natal adalah saat saya mengampuni orang yang berbuat jahat terhadap saya.

MC : Natal adalah perwujudan kepedulian Allah atas dunia ciptaanNya.

J : Maka Natal adalah saat saya peduli dengan orang-orang yang terlantar.

MC : Natal adalah masa Allah memanggil umatNya untuk keluar dari kegelapan menuju terang dan menabur bunga Injil.

J : Maka Natal adalah saat saya berkorban untuk orang lain.

MC : Natal adalah masa pemulihan untuk hidup baru. Maka Natal adalah saat saya lahir kembali dan disucikan dari dosa-dosa saya.

J : Natal adalah masa panggilan untuk bertobat. Maka Natal adalah saat saya menjadi percaya dan menerima Yesus Kristus Sang Mesias sebagai Tuhan dan Juru Selamat saya.

K. Refleksi Natal

L. Parade Natal

M. Pengakuan Iman Rasulis

N. Doa Syafaat

O. Persembahan

  • Pujian Jemaat: KJ 101 “Alam Raya Berkumandang”
Alam raya berkumandang oleh pujian mulia;

Dari gunung dari padang, kidung malaikat bergema:

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Hai gembala, kar’na apa, sambutan ini menggegar?

Bagi Maharaja siapa, sorak sorgawi terdengar?

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Sudah lahir Jurus’lamat- itu berita lagunya.

Puji dan syukur dan hormat, dipersembahkan padaNya

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Mari kitapun kesana untuk melihat putera

Mari kita persembahkan suara dan hati pada-Nya

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

  • Doa Persembahan (jemaat berdiri)
P. Penutup & Berkat

  • Pujian Jemaat: KJ “Muliakanlah”
Muliakanlah, muliakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!

Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang pengasihanNya.

Muliakanlah Tuhan Allah! Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang,

Bagi orang pengasihanNya, bagi orang pengasihanNya.

Muliakanlah, muiakanlah Tuhan Allah, Tuhan Allah Mahatinggi!

Damai sejaht’ra turun ke bumi bagi orang pengasihanNya.

Amin, amin, amin.

  • Berkat (Jemaat duduk)
Q. Sambutan dan Ramah Tamah

Tirto telah merangkum sejumlah informasi penting mengenai Natal 2025. Yuk, cek artikel selengkapnya dengan klik tautan di bawah ini!

Kumpulan Artikel Natal 2025

Baca juga artikel terkait NATAL 2025 atau tulisan lainnya dari Indyra Yasmin

tirto.id - Edusains
Penulis: Indyra Yasmin
Editor: Yantina Debora