Cara Anies Baswedan Menanggulangi Penyakit Difteri di DKI Jakarta

Cara Anies Baswedan Menanggulangi Penyakit Difteri di DKI Jakarta
Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. tirto.id/Hafitz Maulana
Reporter: Damianus Andreas
14 Januari, 2018 dibaca normal 1 menit
Secara keseluruhan, Pemprov DKI menargetkan sebanyak 2,9 juta anak di bawah usia 19 tahun yang bakal memperoleh vaksin.
tirto.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai kasus penyakit difteri yang terjadi di ibukota tidak bisa dianggap enteng. Berdasarkan data yang dihimpun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di sepanjang 2017 lalu terjadi sebanyak 109 kasus difteri di seluruh penjuru wilayah.

Adapun angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada 2016, kasus difteri di DKI Jakarta tercatat 17 kasus, di 2015 sebanyak 10 kasus, dan di 2014 ada 4 kasus.

Oleh karena adanya lonjakan tersebut, kasus difteri di DKI Jakarta pun menjadi berstatuskan kejadian luar biasa (KLB). Untuk itu, Anies mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah berupaya agar imunisasi dilakukan secara besar-besaran di sejumlah titik.

Secara keseluruhan, pemerintah daerah menargetkan ada sebanyak 2,9 juta anak di bawah usia 19 tahun yang bakal memperoleh vaksin. Pemberian vaksin tersebut dibagi menjadi dua fase, yakni: fase I yang telah dimulai sejak Desember 2017 lalu sebanyak 1,2 juta. Kemudian pada fase II yang menyasar kepada 1,7 juta anak.

“Kami menargetkan di fase pertama ini, di Jakarta Utara dan Jakarta Barat, sebanyak 1,2 juta dan Alhamdulillah sudah terjangkau 936 ribu dari 1,2 juta, yaitu (sebesar) 78 persen,” kata Anies di Balai Pengobatan Wisma Siti Mariam, Kedoya, Jakarta Barat pada Minggu (14/1/2018).

Kendati demikian, Anies mengindikasikan pemerintah daerah juga berusaha agar penduduk di DKI Jakarta yang sudah berusia dewasa pun tetap memperoleh vaksin difteri. Salah satu langkah yang dilakukan, yakni dengan memfasilitasi sejumlah organisasi yang menyelenggarakan gerakan imunisasi di berbagai tempat, seperti mal, kantor, sekolah, hingga apartemen maupun rumah susun.

Masih dalam kesempatan yang sama, Anies turut menyatakan bahwa pemerintah daerah sengaja mendorong agar DKI Jakarta menjadi daerah yang diprioritaskan dalam hal penekanan penyebaran difteri. Pasalnya DKI Jakarta merupakan wilayah yang penduduknya banyak keluar masuk dari sejumlah daerah lain.

“Kita tidak ingin warga Jakarta menderita, itu nomor satu. Kedua, kita tidak ingin Indonesia jadi tercemar karena masalah difteri. Pemerintah pusat ikut mendorong untuk DKI Jakarta jadi prioritas,” jelas Anies.

Baca juga artikel terkait DIFTERI atau tulisan menarik lainnya Damianus Andreas
(tirto.id - dam/abd)

Keyword