Buron Dito Mahendra Tiba di Bareskrim Polri Pakai Baju Tahanan

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama, tirto.id - 8 Sep 2023 16:40 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Hanya sedikit komentar dari mulut Dito Mahendra saat masuk ke dalam Gedung Bareskrim mengenakan baju tahanan.
tirto.id - Buronan tersangka kasus dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal, Mahendra Dito Sampurno atau Dito Mahendra tiba di Bareskrim Polri. Ia sebelumnya ditangkap polisi di Bali pada Jumat (8/9/2023).

Dito tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 15.48 WIB. Dito tampak mengenakan baju oranye bertuliskan tahanan. Kedua tangannya tampak diborgol petugas.

Dito juga tampak menggunakan topi berwarna hitam. Saat turun dari mobil, Dito tampak diapit sejumlah petugas dengan ketat menuju ke dalam gedung. Hanya sedikit komentar dari mulut Dito saat masuk ke dalam gedung Bareskrim.

"Sehat, sehat," kata Dito kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/9/2023).

Dito juga berjanji bakal membongkar semua kasus kepemilikan senjata ilegal yang menyeretnya itu.

"Tunggu nanti faktanya. Tunggu, tunggu, ya. Nanti, saya buka semua," tutur Dito sembari berjalan masuk.

Bareskrim Polri sebelumnya dikabarkan telah menangkap tersangka dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal, Dito Mahendra yang masuk daftar pencarian orang (DPO).

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandani Rahardjo Puro membenarkan informasi penangkapan Dito.

"Mohon doanya ya saya hari ini kembali Jakarta," kata Djuhandani saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (8/9/2023).

Namun, Djuhandani belum menjelaskan lebih rinci ihwal kronologis penangkapan Dito.

Dito Mahendra terseret kasus kepemilikan senjata api ilegal usai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan 15 pucuk senjata api ketika menggeledah kediamannya, Senin (13/3/2023).

Belasan senjata api berbagai jenis itu kemudian diserahkan ke Polri untuk diselidiki.

Hasil penyelidikan Polri, dari 15 pucuk senjata api, sebanyak sembilan pucuk dinyatakan tidak berizin atau tidak punya dokumen resmi alias ilegal.

Sembilan pucuk senjata api ilegal tersebut meliputi satu pistol Glock 17, satu Revolver S&W, satu pistol Glock 19 Zev, satu pistol Angstadt Arms, satu senapan Noveske Rifleworks, satu senapan AK 101, satu senapan Heckler & Koch G 36, satu pistol Heckler & Koch MP5, dan satu senapan angin Walther.

Kesembilan senjata api ilegal itu dijadikan barang bukti dalam perkara yang ditangani Dittipidum Bareskrim Polri terkait dugaan pelanggaran tindak pidana Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951.

Kasus senpi ilegal ini terkuak setelah KPK menggeledah rumah Dito Mahendra terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi pada Senin (13/3/2023). Penyidik menemukan total 15 senjata api dari rumah Dito.


Baca juga artikel terkait KASUS SENPI DITO MAHENDRA atau tulisan menarik lainnya Fransiskus Adryanto Pratama
(tirto.id - Hukum)

Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Bayu Septianto

DarkLight