Menuju konten utama

Bulog Berencana Luncurkan Beras Saset Ukuran 250 Gram

Beras saset recananya akan dijual dengan harga Rp2.000.

Bulog Berencana Luncurkan Beras Saset Ukuran 250 Gram
Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso memberi keterangan pers usai dilantik secara resmi menjadi Dirut Bulog, di Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum BULOG) pada Jumat (27/04/2018). tirto.id/Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) berencana membuat beras dalam kemasan saset dengan ukuran 200 sampai 250 gram. Direktur Utama Bulog, Budi Waseso mengatakan, hal ini merupakan inovasi untuk menjangkau masyarakat kelas ekonomi bawah.

"Bagaimana caranya sampai ke tingkat terbawah, maka saya bilang ke direksi kemas beras renceng 200 gram atau 250 gram untuk dapat dibeli oleh masyarakat dengan penghasilan paling rendah, dengan uang Rp2.000 aja tetap bisa beli nasi. Kalau yang satuan kilogram kan paling enggak Rp9.000-an," ujar Budi Waseso di kantor Bulog, Jakarta pada Senin (14/5/2018).

Menurutnya, beras saset dapat menjadi solusi untuk mewujudkan harapan Presiden Joko Widodo agar tidak ada lagi kondisi rawan pangan, khususnya beras.

"Itu solusi yang bisa kami lakukan. Jadi, enggak ada rawan beras karena nasi akan ada di mana-mana dalam kemasan sekecilnya. Tapi, kualitas tetap kami jamin," ujar pria yang akrab disapa Buwas ini.

Hal itu dikatakannya menanggapi citra Bulog di masyarakat selama ini yang dianggap tidak terlalu baik. Oleh karena itu, Buwas memastikan kualitas beras Bulog akan dijaga.

"Kalau kualitas dari brand Bulog jelek yang kena jelek itu Bulog, padahal belum tentu itu dari Bulog. Saya sudah lihat contohnya, tapi saya enggak bisa langsung eksekusi. Saya belajar menekan emosi dan perasaan. Tahu, tapi enggak bisa berbuat. Saya serahkan ke kepolisian," terangnya.

Selain dapat memberikan keterjangkauan untuk masyarakat kelas ekonomi bawah, beras saset menurutnya juga dapat menekan keberadaan mafia pangan. Beras kiloan atau curah, menurut Buwas, sangat mudah diserap dan dipermainkan para mafia.

"Kalau kami turunkan curah, mereka bisa langsung serap. Kalau saset silakan aja mereka mabuk bukain satu-satu," ucapnya.

Ia mengatakan rencana ini masih perlu digodok dan dikoordinasikan oleh jajarannya untuk kemudian disampaikan ke Kementerian BUMN sebagai pihak yang menaungi Bulog.

"Beras renceng enggak ada dasar yg sifatnya emergency. Tapi, kalau saya bilang enggak pakai lama dengan ini [beras saset] keinginan Presiden beras enggak hilang, itu bisa tercapai," tandas Buwas.

Baca juga artikel terkait BERAS BULOG atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Dipna Videlia Putsanra