Menuju konten utama

BRIN: Tepung Singkong Secara Teoritis Bisa Padamkan Karhutla

Selain meneliti pemanfaatan tepung ubi, BRIN juga menjalin koordinasi bersama Polri dan BMKG guna menangani karhutla melalui operasi modifikasi cuaca.

BRIN: Tepung Singkong Secara Teoritis Bisa Padamkan Karhutla
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria saat tiba di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2025) siang. tirto.id/Muhammad Naufal
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa rencana pemanfaatan tepung berbahan dasar singkong atau ubi untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara teoritis sangat memungkinkan dilakukan.

“Ya, BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan,” kata Kepala BRIN, Arif Satria, kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).

Arif menjelaskan, BRIN telah berkoordinasi dengan Polri untuk mempersiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dan kini tengah menunggu perkembangan lebih lanjut.

“Nah sekarang persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya ya,” ujar dia.

Selain meneliti pemanfaatan tepung ubi, BRIN juga menjalin koordinasi bersama Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna menangani karhutla melalui operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC).

“Yang jelas kami dengan Polri terkait dengan Karhutla ini, termasuk dengan BMKG, kami juga sudah koordinasi untuk modifikasi cuaca,” ungkapnya.

Arif menambahkan, BRIN telah menemukan sejumlah material baru untuk meningkatkan efisiensi modifikasi cuaca, di antaranya Jumakron serta NaCl berukuran 25 mikron.

“Ya karena memang BRIN menemukan juga beberapa teknologi ya, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk mengatasi, untuk digunakan, dalam teknologi modifikasi cuaca,” jelas dia.

Kajian BRIN ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta uji coba produksi massal tepung berbahan singkong saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8/2026).

Gagasan tersebut awalnya dipaparkan oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sebagai zat pemadam yang mampu memisahkan unsur pembakaran.

"Izin Pak, terkait dengan zat yang bisa digunakan untuk mencegah apabila ada kebakaran mungkin dulu pernah kami laporkan Bapak ke Bapak bahwa ada sejenis zat yang menggunakan bahan baku utama dari tepung yang bisa digunakan untuk mencegah Pak," kata Listyo dalam rapat koordinasi saat itu.

"Jadi dia bisa digunakan untuk mencegah, dia juga bisa digunakan untuk memadamkan api. Api mula-mula Pak. Tapi kalau misalkan mungkin luasannya atau size dari cuma tepung tersebut juga cukup, mungkin api dalam bentuk sedang atau besar juga bisa," lanjut Kapolri.

Mendengar paparan tersebut, Presiden Prabowo menanyakan jenis bahan baku yang digunakan.

Listyo menjawab, "Tepung itu Pak, tepung dari ubi Pak."

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menerangkan bahwa inovasi tersebut merupakan temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau, Sumatra Selatan.

"Siap izin melaporkan Bapak Presiden seperti yang dilaporkan oleh Bapak Kapolri itu, itu adalah hasil temuan dari anggota kami Bapak, Babinsa di Lubuk Linggau Bapak. Kami pada saat kunjungan Pak Kapolri kemudian Menko Polhukam sudah kami paparkan Bapak memang kapasitas produksinya masih kecil Bapak," kata Ujang.

Saat Prabowo menanyakan efektivitasnya, Ujang menegaskan, "Efektif Pak."

Presiden Prabowo pun menginstruksikan agar kapasitas produksi tepung tersebut ditingkatkan untuk dilakukan pengujian dalam skala besar, termasuk kemungkinan aplikasi penebaran dari udara.

"Menarik sekali itu. Bahan bakunya dari ubi? Dari singkong? Wah coba di, di produksi dalam skala besar (Siap) ya kau ajukan biaya untuk produksinya. Ya kita kita usahakan semua upaya," kata Prabowo.

"Berarti yang yang kita water bomb bukan water bomb ya, ubi bombing," ujar Prabowo.

"Mungkin 4 ton ubi serbuk atau ubi apa tepung ini kita ujicoba efektif luasnya berapa ya," tutur Prabowo menambahkan.

Tak hanya itu, Kepala Negara turut meminta BRIN untuk meneliti pengadaan zat pemadam api alternatif lainnya agar pemadaman di lapangan dapat berlangsung lebih cepat.

"Ya coba dicek ya mungkin BRIN ya coba dicek ya BRIN ya BRIN apakah bisa produksi atau kita sourcing. Kan dijual untuk alat ya isinya ya kita mau isinya cari sourcing dari mana sehingga mungkin lebih efektif untuk tim-tim yang terjun dia, dia udah bawa ya kan tabung-tabung itu mungkin ini lebih cepat gitu," kata Prabowo.

Baca juga artikel terkait KARHUTLA atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Andrian Pratama Taher