tirto.id - Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan akan menandatangani nota kesepahaman terkait upaya penghentian perang pada Jumat (19/6/2026) mendatang. Bocoran isi kesepakatan itu kemudian mencuat, berisi 14 poin kesepakatan. Apa saja isinya?
Sebelumnya, bocoran draf 14 poin kesepakatan AS-Iran itu dirilis CNN pada Rabu (17/6). Bocoran ini disebut berasal dari seorang pejabat AS yang identitasnya tak disebutkan dan telah dikonfirmasi oleh diplomat yang mengetahui isi perjanjian.
Pejabat itu mengatakan bocoran ini merefleksikan isi dokumen yang telah diteken Presiden AS Donald Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf secara elektronik pada Minggu (14/6).
Akan tetapi, belum bisa dipastikan apakah kalimat yang digunakan dalam bocoran ini sesuai dengan teks aslinya. Hal ini juga seiring detail teknis yang belum rampung dibahas, membuat kalimat pada teks asli berkemungkinan berubah sebelum diteken secara resmi.
Gedung Putih sejauh ini tak memberikan komentar atas bocoran tersebut. Namun, seorang juru bicara Gedung Putih yang identitasnya dirahasiakan menyatakan bahwa isi bocoran itu tidak mencerminkan memorandum yang asli.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, juga menggambarkan versi draf yang bocor sebagai tidak akurat. Namun, Bloomberg sebelumnya telah menerbitkan bocoran ini.
Sementara itu, Swiss dilaporkan akan menjadi tempat ditekennya nota kesepahaman antara Washington dan Teheran pada Jumat mendatang. Kementerian Luar Negeri Swiss telah mengonfirmasi agenda tersebut meski tak menjelaskan detail perjanjian yang akan ditandatangani.
Draf Isi 14 Poin Kesepakatan AS-Iran
Isi kesepakatan AS-Iran yang bocor itu memuat sejumlah syarat baru dalam perjanjian gencatan senjata dua negara yang berperang itu. Dokumen ini menyatakan syarat-syarat tersebut akan berlaku selama 60 hari masa negosiasi kesepakatan perdamaian final yang berlangsung setelah memorandum diteken secara resmi.
Draf yang bocor itu juga memuat sejumlah klausul terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, beberapa bantuan keuangan untuk Iran, dan penegasan kembali dari Teheran bahwa mereka tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir.
Seturut draf itu, AS juga akan mengizinkan Iran menjual minyak dan produk petrokimia mereka; serta akses ke dana pembangunan sebesar Rp5 kuadriliun jika memenuhi komitmen terkait program nuklirnya dalam negosiasi lebih lanjut. Namun, dokumen ini tidak mencantumkan detail spesifik tentang apa yang akan terjadi pada uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
Berikut isi draf 14 poin kesepakatan AS-Iran yang bocor ke media internasional belakangan ini:
1. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka dalam perang saat ini, menyatakan pada saat penandatanganan Nota Kesepahaman ini mengakhiri perang secara segera dan permanen di semua front, termasuk Lebanon, dan berjanji bahwa mulai sekarang mereka tidak akan melancarkan tindakan permusuhan apa pun terhadap satu sama lain, dan akan menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekerasan terhadap satu sama lain. Perjanjian akhir akan mengkonfirmasi ketentuan pasal ini dan pasal-pasal lainnya.
2. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berjanji untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing, dan untuk menahan diri dari campur tangan dalam urusan internal masing-masing.
3. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat berjanji untuk bernegosiasi dan mencapai kesepakatan akhir dalam jangka waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang dengan persetujuan bersama.
4. Segera setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Amerika Serikat mencabut blokade angkatan laut dan mencegah campur tangan atau halangan apa pun terhadap Republik Islam Iran, dan memulihkan lalu lintas dalam waktu maksimal 30 hari hingga kapasitas penuhnya; Lalu lintas kapal akan proporsional dengan volume lalu lintas sebelum perang dari pihak Republik Islam Iran. Amerika Serikat juga berjanji untuk menarik pasukannya dari daerah sekitarnya dalam waktu 30 hari setelah perjanjian akhir.
5. Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Republik Islam Iran akan segera mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa pergerakan kapal dagang dari Teluk Persia ke Laut Oman dan sebaliknya dilanjutkan dalam waktu 30 hari ke volume sebelum perang, dengan mempertimbangkan kebutuhan untuk menghilangkan hambatan teknis dan menetralkan ranjau oleh Iran.
6. Amerika Serikat berjanji, bersama dengan mitra regionalnya, untuk membuat rencana komprehensif yang disepakati oleh kedua belah pihak untuk rehabilitasi dan pembangunan ekonomi Republik Islam Iran, sambil memastikan pembiayaan setidaknya $300 miliar. Mekanisme implementasi rencana ini, sebagai bagian dari perjanjian akhir, akan dirumuskan dalam waktu 60 hari.
7. Amerika Serikat berkomitmen untuk mengakhiri, sesuai jadwal yang akan disepakati sebagai bagian dari perjanjian akhir, semua jenis sanksi yang saat ini dihadapi Republik Islam Iran, termasuk resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA), dan semua sanksi unilateral AS, baik primer maupun sekunder.
8. Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat telah sepakat bahwa nasib material yang diperkaya dan nasib semua isu terkait nuklir lainnya yang disepakati bersama, termasuk kebutuhan nuklir Iran, akan ditangani secara memadai dalam perjanjian akhir; perjanjian akhir akan mengkonfirmasi ketentuan pasal ini.
9. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa, sambil menunggu perjanjian akhir, mereka akan mempertahankan status quo: Iran akan mempertahankan status quo pada program nuklirnya, dan Amerika Serikat tidak akan memberlakukan sanksi baru terhadap Iran atau memperkuat pasukannya di kawasan tersebut.
10. Amerika Serikat berjanji bahwa segera setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini, dan hingga tanggal pencabutan sanksi, Departemen Keuangan Amerika Serikat akan mengeluarkan pengecualian untuk ekspor minyak mentah Iran, produk petrokimia dan turunannya, serta semua layanan terkait, termasuk perbankan, asuransi, transportasi, dan sejenisnya.
11. Amerika Serikat berjanji bahwa, mengingat kemajuan negosiasi menuju kesepakatan akhir, dana dan aset Republik Islam Iran yang dibekukan atau dibatasi akan dilepaskan dan sepenuhnya tersedia. Dana ini, baik yang disimpan dalam rekening utama atau yang ditransfer, akan digunakan untuk pembayaran penerima manfaat akhir yang ditentukan oleh Bank Sentral Republik Islam Iran dan akan sepenuhnya tersedia untuk digunakan. Amerika Serikat berjanji untuk mengeluarkan semua izin dan lisensi yang diperlukan atas dasar ini.
12. Republik Islam Iran dan Amerika Serikat sepakat bahwa mekanisme implementasi akan dibentuk untuk mengawasi keberhasilan implementasi dan komitmen di masa mendatang terhadap Perjanjian Akhir.
13. Setelah penandatanganan Nota Kesepahaman ini, dan setelah menerima jaminan mengenai dimulainya pelaksanaan Pasal 4, 5, 10, dan 11 dari Nota Kesepahaman ini, dan kelanjutan pelaksanaan langkah-langkah tersebut, Republik Islam Iran dan Amerika Serikat akan memasuki negosiasi untuk Perjanjian Akhir hanya terkait dengan Pasal-Pasal yang tersisa.
14. Perjanjian akhir akan disetujui melalui resolusi yang mengikat dari Dewan Keamanan PBB.
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar
Masuk tirto.id






























