Menuju konten utama

AS Siapkan Dana Rp5 Kuadriliun untuk Iran, Buat Apa Sebenarnya?

AS berkomitmen memberi dana Rp5 kuadriliun untuk membangun Iran melalui proyek di sektor swasta. Hal tentang dana ini masuk dalam perjanjian AS-Iran.

AS Siapkan Dana Rp5 Kuadriliun untuk Iran, Buat Apa Sebenarnya?
Televisi pemerintah Pakistan menyiarkan pertemuan Wakil Presiden AS JD Vance dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif di pusat media yang didirikan untuk meliput pembicaraan AS-Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu, 11 April 2026. reuters/Muhammad Reza
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah bersedia memberikan akses dana senilai USD300 miliar atau Rp5 kuadriliun ke Iran. Hal ini disebut termasuk dalam negosiasi perdamaian kedua negara yang berperang itu. Namun, buat apa dana fantastis itu akan dipergunakan?

Seturut Antara, kesediaan AS untuk memberikan Iran akses ke dana fantastis itu sebelumnya telah diungkapkan Wakil Presiden AS JD Vance pada Senin (15/6/2026). Dalam wawancaranya untuk CBS News, ia menyatakan bahwa hal itu bisa dilakukan selama Iran mematuhi kesepakatan dengan AS.

“Dana tersebut merupakan hal yang dapat mereka akses,” kata Vance. “Sepanjang mereka mematuhi kewajibannya.”

Dalam kesempatan itu, Vance juga menyatakan bahwa dana Rp5 kuadriliun itu nantinya dapat diupayakan melalui koalisi sekutu AS di Teluk. Dana itu disebut akan digunakan sebagai dana investasi pembangunan Iran.

“Asalkan Iran mengakhiri program nuklir mereka, menghilangkan uranium diperkaya mereka, dan terbuka sepenuhnya terhadap pengawasan dan langkah penegakan, yang dapat meyakinkan rakyat Amerika kalau mereka tak akan pernah memiliki senjata nuklir,” kata Vance.

Dana senilai Rp5 kuadriliun itu sebelumnya muncul dalam laporan kantor berita resmi Pemerintah Iran, Mehr. Laporan itu menyebut, naskah nota kesepahaman perdamaian Iran-AS memuat klausul Washington dan sekutunya wajib mengupayakan dana minimal USD300 miliar kepada Teheran.

Nota kesepahaman itu rencananya akan ditandatangani oleh para pihak terkait pada Jumat (19/6) mendatang di Swiss. Seturut keterangan Kementerian Luar Negeri Swiss (FDFA) pada Selasa (16/6), jadwal penandatanganan itu tampaknya telah solid.

“Pada tahap ini, penandatanganan dijadwalkan pada Jumat, 19 Juni, di Bürgenstock, Kanton Nidwalden,” kata juru bicara FDFA, Pierre-Alain Eltschinger, kepada Anadolu.

Meski belum ada konfirmasi tentang isi nota kesepahaman yang akan ditandatangani pada Jumat, namun tampaknya agenda itu akan berkaitan dengan proses negosiasi perdamaian antara AS dan Iran yang selama ini berlangsung alot.

Dana Rp5 Kuadriliun untuk Sektor Swasta

Dana senilai Rp5 kuadriliun yang dikucurkan AS dan sekutunya untuk Iran sebelumnya dilaporkan akan digunakan untuk membangun wilayah Iran yang rusak akibat perang. Namun, seluruh dana ini sebenarnya terdiri dari dana sektor swasta.

Menukil Reuters, dana dengan nilai fantastis itu dilaporkan merupakan wahana investasi swasta. Oleh karenanya, uang ini diproyeksikan tidak akan digunakan untuk merekonstruksi fasilitas atau mendanai program Pemerintah Iran.

Melalui kesepakatan ini, dana senilai Rp5 kuadriliun akan digelontorkan sebagai investasi lintas bidang di Iran, termasuk energi, logistik, manufaktur, dan transportasi. Uang ini disebut akan bernama Dana Rekonstruksi dan Pembangunan.

Total dana investasi itu juga akan berasal dari berbagai negara dari berbagai benua. Selain negara kawasan Teluk, negara Asia, Amerika Selatan, dan Afrika disebut telah setuju untuk berkomitmen dalam pembiayaan dana ini.

Seorang sumber anonim Reuters enggan merinci daftar negara yang turut berkomitmen, namun menyebut sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan AS.

Dana itu tercapai setelah AS sebelumnya menolak permintaan Iran yang menuntut uang ganti rugi kerusakan sebesar USD400 miliar. Angka USD300 miliar kemudian disepakati AS setelah adanya komitmen dari berbagai negara untuk ikut menanggungnya.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari perjanjian yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang. Namun, meskipun belum secara resmi disepakati, sebagian dari total dana itu dilaporkan telah dikucurkan.

Dana sebesar Rp5 kuadriliun ini disebut akan jadi kesepakatan terpisah dengan negosiasi pencabutan sanksi AS terhadap Iran. Kesepakatan ini juga tak memengaruhi negosiasi tentang pelepasan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar