Menuju konten utama

BMKG: Gempa M 5,4 di NTB akibat Patahan Lempeng Indo-Australia

BMKG melaporkan gempa dengan magnitudo 5,4 terjadi di 74 km timur laut Pulau Saringi, Nusa Tenggara Barat, pada pukul 14.11 WIB.

BMKG: Gempa M 5,4 di NTB akibat Patahan Lempeng Indo-Australia
Ilustrasi Gempa. FOTO/Istockphoto

tirto.id - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyimpulkan gempa bumi dengan magnitudo (M) 5,4 di wilayah laut utara Nusa Tenggara Barat (NTB) akibat deformasi atau patahan batuan dalam Lempeng Indo-Australia.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan episentrum gempa bumi terletak pada koordinat 7,77 derajat Lintang Selatan, 117,20 derajat Bujur Timur atau berlokasi di 74 km timur laut Pulau Saringi, NTB. Gempa terjadi di laut pada kedalaman 317 km.

"Dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang populer disebut sebagai gempa intraslab atau gempa benioff," kata Daryono di Jakarta, Senin (6/2/2023).

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust fault).

Daryono mengatakan gempa yang terjadi pada Senin pukul 14.11 WIB di wilayah Laut Utara Sumbawa, NTB itu memiliki parameter update dengan magnitudo 5,3.

Gempa bumi itu menimbulkan guncangan di daerah Liukang Tangaya, daerah Labuhan Badas dan Utan Sumbawa dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono.

Hingga pukul 14.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

Daryono mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," ujar Daryono.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTB

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan