Menuju konten utama
Periksa Fakta

Beredar Video Tel Aviv Jadi Lautan Api, Bagaimana Faktanya?

Video yang disebut sebagai dokumentasi kondisi terkini Tel Aviv itu merupakan momen selebrasi tim sepak bola di Aljazair pada tahun 2020.

Beredar Video Tel Aviv Jadi Lautan Api, Bagaimana Faktanya?
Header Periksa Fakta Tel Aviv Lautan Api. tirto.id/Fuad

tirto.id - Konflik antara Israel dan Palestina kembali memanas usai serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 lalu. Memasuki pekan kedua setelah peristiwa tersebut, ada banyak sekali perkembangan kondisi perang yang diberitakan.

Salah satu kabar yang mendapat perhatian publik adalah tentang video yang diklaim merupakan kondisi Tel Aviv, ibu kota Israel, yang menjadi lautan api. Pengunggah juga menyebut kalau kota-kota lain di Israel saat ini juga mengalami kondisi serupa.

"NEGARA ISRAEL SAAT SEKARANG INI ,, IBU KOTANYA TEL AVIV JADI LAUTAN API , BALASAN Dari Pasukan Jihad HAMAS, Berhubung Ribuan Korban Rakyat Palestina Kemarin MaLem di Tembakin Dari Pesawat MiLiter IsraeL Menggunakan Senjata Kimia. Pasukan Jihad Hamas BaLes dengan RudaL Pakai Api," tulis akun Facebook Budi El pada 11 Oktober 2023.

Periksa Fakta Tel Aviv Lautan Api

Periksa Fakta Tel Aviv Lautan Api. (Sumber: Facebook)

Meski video ini hanya disaksikan sekitar 100 orang, tetapi sangat banyak unggahan senada dari berbagai akun. Sedikitnya ada 20 video serupa diunggah di platform Facebook, contohnya dapat dilihat di tautan berikut 1, 2, 3.

Tim Riset Tirto juga menemukan video tersebut beredar di platform X (dahulu Twitter) dan TikTok.

Lalu, bagaimana faktanya? Apakah benar Tel Aviv telah menjadi lautan api?

Penelusuran Fakta

Infografik Periksa Fakta Tel Aviv Lautan Api

Infografik Periksa Fakta Tel Aviv Lautan Api. tirto.id/Fuad

Hasil pencarian Tirto akan kebenaran klaim di video mengarahkan ke informasi dari AFP yang membedah video serupa. Di artikel tersebut terdapat video yang diunggah di X oleh akun 'X Share Daily'.

Akun itu menuliskan kalau peristiwa tersebut terjadi di Gaza. Sedikit berbeda dengan yang tersebar di Facebook, tidak terdengar suara teriakan orang di video ini, hanya ada bunyi ledakan menyerupai petasan.

Video itu mendapatkan catatan komunitas yang menjelaskan peristiwa yang direkam bukan terjadi di Gaza ataupun Israel, melainkan dokumentasi momen selebrasi saat salah satu tim sepak bola Aljazair memenangkan kejuaraan pada tahun 2020.

Lebih lanjut, Tim Riset Tirto mendapati informasi bahwaklaim ini telah dibantah pemeriksa fakta AFP dan Reuters. Disebutkan, hoaks serupa tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga ditemukan dalam versi berbahasa Spanyol, Jerman, Portugal, dan Melayu.

Reporter AFP menemukan unggahan video yang menunjukkan kondisi Kota Algiers, Aljazair, saat perayaan juara CR Belouizdad tahun 2020 yang memang terlihat mirip dengan video yang disebarkan di berbagai media sosial.

Sementara itu, Reuters mengidentifikasi lokasi perkiraan tempat kejadian dari video itu dengan cara memanfaatkan pengetahuan seputar lokasi dan menggunakan pemantauan satelit di sekitar kota Algiers, Alzajair.

Hasilnya, terdapat kesamaan lokasi diidentifikasi dari letak bundaran dan papan iklan yang serupa dengan kondisi di sekitar Rue Lahcen Mimouni, Algiers.

Meski tidak mengonfirmasi konteks kejadian, Reuters mengidentifikasi penggunaan flare berwarna merah memang identik dengan selebrasi yang kerap dilakukan pendukung tim CR Belouizdad.

Dengan demikian, video yang beredar di media sosial dengan narasi Tel Aviv menjadi lautan api itu bersifat salah dan menyesatkan (false and misleading).

Untuk diketahui, semenjak pecah konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, terdapat sangat banyak misinformasi di sosial media tentang eskalasi perang.

Sumber:

AFP

Reuters

==

Bila pembaca memiliki saran, ide, tanggapan, maupun bantahan terhadap klaim Periksa Fakta dan Periksa Data, pembaca dapat mengirimkannya ke email factcheck@tirto.id

Baca juga artikel terkait PERIKSA FAKTA atau tulisan lainnya dari Alfons Yoshio Hartanto

tirto.id - Periksa fakta
Penulis: Alfons Yoshio Hartanto
Editor: Shanies Tri Pinasthi