Menuju konten utama

Benarkah Paus Setuju Pernikahan Sesama Jenis? Ini Penjelasannya

Apakah benar Paus Fransiskus setuju pasangan sesama jenis untuk melakukan pemberkatan pernikahan di Gereja Katolik? Simak penjelasannya.

Benarkah Paus Setuju Pernikahan Sesama Jenis? Ini Penjelasannya
Paus Fransiskus berbicara di depan jemaat Misa Kudus di Roma, Italia, 12 Maret 2022. (ANTARA/HO Vatikan via Reuters/as)

tirto.id - Viral di media sosial informasi soal Paus Fransiskus yang mengizinkan para pastor untuk memberkati pernikahan pasangan sesama sejenis. Namun, hal ini bukan berarti Gereja Katolik menyetujui pernikahan sesama jenis.

The Guardian memberitakan Paus Fransiskus menyetujui keputusan yang mengizinkan para pastor untuk memberkati pasangan yang belum menikah dan pasangan sesama jenis.

Hal ini memungkinkan bagi pasangan sesama jenis untuk dilakukan pemberkatan, tetapi tanpa diikuti ritual atau yang mengesankan sebuah pernikahan.

Pada 2021 lalu, pihak Vatikan menolak untuk memberkati pasangan sesama jenis karena mereka beranggapan Tuhan "tidak memberkati dosa".

Menyikapi perkembangan terbaru dari pihak Gereja Katolik, keputusan tersebut dianggap sebagai pergeseran pastoral yang paling konkret terhadap pasangan gay selama 2.000 tahun dalam sejarah gereja.

Isi Deklarasi Fiducia Supplicans

Melalui deklarasi Fiducia supplicans yang diterbitkan via Vatican News pada Senin, 18 Desember 2023, Paus Fransiskus memang benar bahwa sudah menyetujui untuk dilakukan pemberkatan terhadap pasangan sesama jenis.

Dokumen ini berisi tema tentang pemberkatan, membedakan antara pemberkatan yang bersifat ritual dan liturgis, serta pemberkatan spontan yang lebih mirip dengan tanda-tanda bakti populer.

Deklarasi Fiducia supplicans termasuk yang paling anyar selama 23 tahun terakhir, pasca deklarasi Dominus Jesus yang terbit pada Agustus 2000 silam.

Fiducia supplicans diawali pengantar dari Kardinal Victor Fernandez. Ia menjelaskan alasan deklarasi tersebut, yakni demi mempertimbangkan makna pastoral dari pemberkatan.

Menurutnya, hal ini memungkinkan untuk dilakukan sebuah "perluasan dan pemahaman klasik" melalui refleksi teologis menurut visi pastoral Paus Fransiskus.

Dituliskan bahwa berdasarkan perkembangan nyata atas upaya pemberkatan yang berjalan hingga saat ini, terdapat sebuah pemahaman. Mereka menyatakan akan memberkati pasangan dalam situasi yang tidak biasa dan pasangan sesama jenis.

Pihak Gereja menolak untuk mengesahkan status pasangan tersebut atau mengubah cara ajaran Gereja dalam sebuah upacara pernikahan. Deklarasi ini juga menampilkan berkat dalam Sakramen Perkawinan.

Pada bagian lain, mereka kembali menegaskan bahwa menurut doktrin Katolik abadi, dalam konteks sebuah pernikahan, hubungan seksual antara pria dan wanita saja yang dianggap sah.

"Ketika melihatnya dari sudut pandang kesalehan populer, "pemberkatan harus dievaluasi sebagai tindakan pengabdian". Mereka yang meminta pemberkatan "seharusnya tidak diminta untuk memiliki kesempurnaan moral sebelumnya" sebagai prasyarat," lanjut bunyi deklarasi Fiducia supplicans.

Sebagai penutup, pihak Gereja kembali mengingatkan tatkala "hubungan seseorang dengan Allah dikaburkan oleh dosa, ia selalu dapat memohon berkat, mengulurkan tangannya kepada Allah dan menginginkan berkat dapat menjadi kebaikan yang mungkin terjadi dalam beberapa situasi".

Baca juga artikel terkait PAUS FRANSISKUS atau tulisan lainnya dari Beni Jo

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Beni Jo
Penulis: Beni Jo
Editor: Dipna Videlia Putsanra