Menuju konten utama

Benarkah 193 Bendera LGBT Dikibarkan oleh PBB di New York City?

Fakta pengibaran 193 bendera LGBT di New York City oleh PBB.

Benarkah 193 Bendera LGBT Dikibarkan oleh PBB di New York City?
Ilustrasi LGBT. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Beberapa waktu terakhir, beredar kabar kontroversi yang menyebut bahwa United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengganti 193 bendera negara di dunia yang berkibar di Rockefeller Center, Amerika Serikat dengan bendera pelangi LGBTQI+ pada Selasa (6/6/2023).

Faktanya, memang benar bahwa bendera LGBTQI+ berkibar di Rockefeller Center. Namun, narasi yang menyebut pengibaran bendera itu dilakukan oleh PBB adalah tidak benar. Pasalnya, seperti dilaporkan APNews, Rockefeller Center bukanlah markas besar PBB atau termasuk ke dalam properti PBB lainnya.

Meskipun, di pusat kota New York tersebut memang secara teratur memajang bendera 193 negara anggota PBB, namun otoritas Rockefeller Center juga secara rutin menukarnya.

Pengibaran bendera pelangi ini bertepatan dengan peringatan Pride Month atau bulan kebanggaan komunitas LGBTQI+ yang dirayakan di bulan Juni setiap tahunnya.

Sontak kejadian ini menimbulkan kecaman keras dari berbagai pihak hingga menjadi topik perbincangan yang viral di sosial media.

Banyak pihak menilai bahwa tindakan ini adalah hal yang sangat tidak masuk akal. Penggantian bendera negara dengan bendera pelangi dianggap tindakan yang tidak menghormati 193 negara pemilik dari bendera-bendera itu.

Warganet bahkan banyak yang membubuhkan komentar sarkas sebagai bentuk protes dan ketidakpercayaan mereka dengan apa yang telah mereka lihat.

“Selamat datang di United States of LGBT?!?! Benar-benar menjijikkan!!!,” tulis akun Twitter @GrahamAllen_1.

“Juni 2023, ini berlebihan, tapi apapun itu, inilah yang terjadi, inilah negara baru tempat kita tinggal,” ujar Joey Mannarino dalam video yang diposting di Twitter pribadinya @JoeyMannarinoUS.

“United States of Sodom and Gomorrah,” tulis pengguna Twitter @EthGlen.

Apa Itu Pride Month?

Pride Month adalah perayaan keberagaman seksual yang dirayakan sepanjang Juni setiap tahunnya. Tahun ini, adalah perayaan Pride Month ke 53, sejak perayaan pertama yang digelar pada 1970 silam.

Perayaan ini didedikasikan untuk melawan rasa malu dan stigma sosial yang kerap dirasakan oleh kelompok LGBTQI+. Selain itu, Pride Month menjadi momen seruan gerakan perjuangan hak LGBTQI+ setiap tahunnya.

LGBTQI+ adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender, interseksual sedangkan '+' adalah simbol inklusif yang berarti 'dan lainnya' untuk mencakup orang-orang dari semua identitas.

Melansir laman UCSF Benioff Children’s Hospital, perayaan Pride Month adalah sebuah gerakan yang pertama kali digelar di Amerika Serikat (AS), yang awalnya terjadi untuk memprotes diskriminasi dan kekerasan yang terjadi pada komunitas LGBTQI+.

Pride Month biasanya dirayakan dengan menggelar pawai, piknik, pesta, lokakarya, symposium, hingga konser musik.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda & Balqis Fallahnda
Editor: Dipna Videlia Putsanra