Menuju konten utama

Benarkah Demam AI Bikin Harga Gawai Naik di 2026?

Benarkah demam AI picu harga gawai naik 2026? Simak penjelasannya di sini, termasuk penyebab harga naik, dampak, dan tips sebelum membeli gawai tahun ini.

Benarkah Demam AI Bikin Harga Gawai Naik di 2026?
Ilustrasi Harga Gawai Naik. FOTO/istockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Topik tentang harga gawai naik 2026 terus jadi perbincangan sejak akhir tahun lalu. Teknologi AI yang semakin marak digunakan dituding sebagai penyebab utamanya. Jadi, apa benar tahun 2026 harga HP naik?

Teknologi AI kini semakin masif digunakan seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri digital. Mulai dari layanan pencarian, pembuatan konten, analisis data, hingga otomatisasi bisnis, AI menjadi tulang punggung baru bagi banyak perusahaan global.

Di sisi lain, penggunaan AI justru membuat gawai semakin mahal. Kenaikan harga ini bukan semata-mata karena hadirnya fitur AI di smartphone atau laptop, melainkan karena AI “merebut” pasokan komponen penting yang juga dibutuhkan gawai konsumen.

Penerapan AI dalam skala besar mendorong pembangunan pusat data (data center) yang membutuhkan daya komputasi tinggi. Akibatnya, permintaan terhadap komponen teknologi meningkat tajam dari sebelumnya. Hal ini rupanya turut mengubah tren harga gawai di pasaran.

Menilik Kebenaran Harga Gawai di 2026 Naik karena Demam AI

Ilustrasi teknologi AI

Ilustrasi HP dan Teknologi AI. foto/istockphoto

Apakah benar tahun depan harga HP naik? Harga gawai seperti smartphone, PC, laptop, dan perangkat elektronik lainnya diperkirakan meningkat signifikan di tahun 2026. Bahkan, sejumlah produsen gadget dikabarkan sudah mulai melakukan penyesuaian harga di tahun ini.

Salah satu pendorong utamanya adalah lonjakan permintaan komponen, terutama chip memori (seperti DRAM dan NAND) dari sektor AI.

Dikutip dari laman Business Insider, laporan International Data Corporation (IDC) pada Desember 2025 menyebutkan bahwa produksi RAM kini banyak dialihkan untuk mendukung pusat data AI, bukan lagi untuk gawai sehari-hari seperti smartphone dan PC.

Sama seperti HP yang membutuhkan memori atau RAM lebih tinggi agar bisa berjalan lebih cepat, begitu pula pusat data AI. Apalagi saat ini semakin banyak perusahaan yang bergantung pada kecerdasan buatan sehingga penggunaan RAM pada pusat data AI semakin meningkat.

Sementara itu, Forbes juga melaporkan bahwa produsen besar seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron mengalihkan kapasitas produksi mereka dari memori konsumen umum ke chip ber-bandwidth tinggi untuk server AI dan cloud data center.

Ini dilakukan karena produksi chip tersebut menawarkan margin keuntungan lebih besar. Hal inilah yang menyebabkan pasokan komponen untuk PC, laptop, dan smartphone menjadi terbatas. Akibatnya, komponen yang dulu murah dan melimpah, kini menjadi lebih langka dan mahal.

Dalam kondisi ini, harga kontrak (harga yang disepakati produsen chip memori dan produsen gawai) DRAM diperkirakan naik sekitar 55-60 % di kuartal pertama 2026.

Kenaikan harga komponen tentunya akan berdampak pada total biaya produksi. Sebagai gambaran, jika sebelumnya RAM dan penyimpanan hanya menyumbang sekitar 15-20% dari total biaya produksi sebuah laptop, kini angka tersebut melonjak hingga 30-40%.

Biaya ini pun akhirnya dibebankan kepada konsumen sehingga harga laptop jadi lebih mahal dari sebelumnya. Hal ini juga berlaku untuk gawai lainnya, termasuk HP atau smartphone.

Ilustrasi harga HP

Ilustrasi Harga HP. FOTO/iStockphoto

Perkiraan Harga HP 2026

Terkait harga gawai naik 2026, sejumlah produsen HP mulai melakukan penyesuaian harga. Dilansir dari Antaranews, Xiaomi termasuk salah satu produsen yang akan menyesuaikan harga produknya dengan dinamika pasar lokal maupun global.

Meski tidak menyebutkan angka pasti tentang berapa persen kenaikan harga produk, pihak Xiaomi menegaskan bahwa penyesuaian harga akan mempertimbangkan banyak hal, termasuk salah satunya ekspektasi konsumen.

Sementara itu, laman Counterpoint Research menyebutkan bahwa gawai entry-level atau gadget murah adalah yang paling terdampak dari segi harga. Akan terjadi kenaikan 20-30% pada BoM (bill of materials), sedangkan pada gawai kelas menengah dan atas mengalami kenaikan 10-15%.

Akibatnya, average selling price (ASP) atau rata-rata harga jual smartphone di dunia diperkirakan naik sebesar 6,9% YoY pada 2026. Hal ini karena produsen kemungkinan akan membebankan kenaikan biaya produksi ke harga akhir produk.

Dampak Harga Gawai Naik 2026

Selain soal harga, Counterpoint Research juga melaporkan bahwa jumlah ponsel yang didistribusikan dan dijual secara global pada 2026 diperkirakan turun sekitar 2,1% dibanding tahun sebelumnya.

Penurunan ini bukan karena orang tidak lagi membutuhkan HP, melainkan karena biaya produksi ponsel meningkat tajam yang berujung pada kenaikan harga. Harga yang merangkak naik ternyata membuat permintaan gawai menurun.

Namun, penurunan ini mungkin tidak dirasakan sama oleh semua merek. Original Equipment Manufacturers (OEM) asal China seperti Honor, Oppo, dan Vivo termasuk yang merasakan dampaknya.

Hal ini karena produsen tersebut "bermain" kuat di gawai segmen bawah dan menengah. Dengan adanya kenaikan biaya produksi, penurunan permintaan/pengiriman untuk merek-merek ini bisa lebih signifikan.

Selain itu, harga yang semakin naik diprediksi akan membuat OEM mulai memangkas portofolio produknya, khususnya mengurangi jumlah model gawai murah (low-end SKU) yang diproduksi dan dijual.

Akibatnya, jumlah atau volume ponsel murah di pasaran akan ikut menurun, bukan semata karena konsumen tidak mau membeli, tapi juga karena pilihannya memang makin sedikit.

Tips Membeli Gawai di 2026

Ilustrasi harga HP

Ilustrasi Harga HP. FOTO/iStockphoto

Para pelaku industri memperkirakan kenaikan harga akan terus berlangsung sepanjang 2026, bahkan mungkin akan berlanjut sampai 2027. Harga gawai naik 2026 membuat konsumen perlu lebih cermat sebelum membeli perangkat baru, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Spesifikasi Tertinggi

Di tengah harga gawai yang terus meningkat, membeli gawai dengan spesifikasi tertinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik. Fokuskan pada kebutuhan utama penggunaan, seperti komunikasi, pekerjaan, atau hiburan ringan.

Jika tidak menjalankan aplikasi berat secara intensif, memilih perangkat kelas menengah dengan spesifikasi seimbang bisa jauh lebih hemat.

2. Pilih Kapasitas RAM dan Penyimpanan Sejak Awal

Dengan harga RAM dan storage yang terus naik, upgrade di kemudian hari berpotensi jauh lebih mahal. Oleh karena itu, sebaiknya pilih perangkat dengan kapasitas RAM dan penyimpanan yang cukup sejak awal pembelian.

Untuk penggunaan jangka menengah, RAM yang memadai atau sesuai dengan kebutuhan akan membantu perangkat tetap lancar tanpa perlu mengganti gawai lebih cepat.

3. Bandingkan Harga Lintas Merek dan Seri

Setiap produsen memiliki strategi harga berbeda dalam merespons kenaikan biaya komponen. Luangkan waktu untuk membandingkan beberapa merek dan seri dengan spesifikasi serupa.

Terkadang, perbedaan fitur kecil bisa menghasilkan selisih harga yang signifikan sehingga konsumen bisa mendapatkan nilai terbaik dari anggaran yang sama.

4. Manfaatkan Momen Promo dan Peluncuran Model Baru

Di tengah tren harga gawai naik 2026, promo musiman atau diskon tertentu dari e-commerce menjadi semakin penting. Selain itu, peluncuran model terbaru sering kali membuat seri sebelumnya turun harga, meski performanya masih sangat layak digunakan.

Strategi ini bisa membantu konsumen menekan pengeluaran sekaligus mendapatkan gawai yang masih cukup bagus untuk digunakan.

5. Tunda Pembelian jika Perlu

Jika gawai lama masih berfungsi dengan baik, menunda pembelian bisa menjadi pilihan bijak di tengah kondisi ekonomi saat ini. Ditambah dengan tren harga gawai yang semakin naik, strategi ini bisa membantu konsumen menjaga kesehatan finansialnya sambil menunggu waktu yang lebih tepat untuk membeli gawai baru.

Demikian penjelasan terkait harga gawai naik 2026 serta tips yang bisa dilakukan sebelum membeli perangkat baru. Menghadapi kondisi seperti ini, konsumen memang dituntut untuk lebih bijak dan strategis dalam mengambil keputusan pembelian.

Perencanaan yang matang, perbandingan harga, dan pemilihan spesifikasi yang tepat menjadi kunci agar kenaikan harga tidak mengurangi manfaat dan kenyamanan dalam menggunakan teknologi sehari-hari.

Butuh informasi lain terkait gadget? Temukan tips, rekomendasi produk, spesifikasi perangkat, hingga berita terkini tentang gawai melalui kumpulan artikel Tirto di tautan ini:

Kumpulan Artikel Gadget

Baca juga artikel terkait GADGET atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Byte
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Erika Erilia & Yulaika Ramadhani