Belasan Orang Meninggal akibat Longsor di Cimanggung Sumedang

Penulis: Gilang Ramadhan - 10 Jan 2021 09:52 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Sejumlah petugas BPBD Sumedang, Petugas SAR, dan Aparat TNI turut menjadi korban longsor susulan di Cimanggung, Sumedang.
tirto.id - Kantor Pencarian dan Penyelamatan (SAR) Bandung mencatat 11 orang meninggal dunia akibat longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepala SAR Bandung, Deden Ridwansyah mengatakan pencarian korban terus dilakukan lantaran ada sejumlah orang yang diduga masih tertimbun longsoran tanah.

"Korban yang tertimbun material longsor di Desa Cihanjuang sejumlah 22 orang yang terdiri dari tiga orang selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia, dan delapan orang masih dalam pencarian akibat longsor," kata Deden dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021), dikutip dari Antara.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB ketika wilayah tersebut dilanda hujan. Kemudian longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB.

Tim SAR melakukan pencarian hingga pukul 01.22 WIB. Proses pencarian itu dihentikan sementara karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan.

"Karena kondisi hujan dan adanya retakan tanah di bagian atas, pencarian akan di lanjutkan pukul 07.00 WIB, Minggu," kata dia.

Selain warga, peristiwa itu juga membuat sejumlah petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumedang, Petugas SAR, dan Aparat TNI menjadi korban meninggal dunia akibat longsor susulan.

Mereka pada saat itu tengah melakukan pendataan korban serta melakukan proses pencarian. Namun pihak SAR belum menyebutkan identitas mereka secara rinci.

"Kepala Kantor Basarnas Bandung beserta seluruh jajaran mengucapkan bela sungkawa sedalam dalamnya terhadap seluruh korban dan juga warga terdampak di Desa Cihanjuang, terlebih banyak rekan potensi SAR yang sedang bertugas menjadi korban longsor ini," kata Deden.


Baca juga artikel terkait LONGSOR SUMEDANG atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan

DarkLight