tirto.id - Sebuah unggahan video di media sosial menayangkan momen seorang bayi tersedak susu hingga kesulitan bernapas menjadi perbincangan warganet. Kejadian itu berlangsung di dalam gerbong di KA Bengawan jurusan Pasar Senen-Purwosari.
Video yang berseliweran mulanya menampilkan situasi tegang di antara para penumpang. Kemudian, terlihat seorang pria menangis haru, sementara penumpang lain berusaha menenangkannya. Setelah itu, tampak seorang bayi berbaring di kursi kereta dan dipeluk oleh seorang ibu yang tampak panik.
Salah satu akun TikTok berujar bahwa sang bayi selamat dan turun di stasiun terdekat. Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Krisbiyantoro, juga menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada hari Minggu (19/10/2025).
"PT KAI mengapresiasi seluruh pihak yang sigap membantu penanganan seorang anak yang mengalami kondisi tersedak di perjalanan Kereta Api Bengawan relasi Pasar Senen–Purwosari," kata dia dalam keterangan resmi, dilaporkan Tirto, Selasa (21/10/2025).
Dalam kejadian tersebut, petugas Customer Services on Train merespons dengan menyiarkan informasi melalui sistem audio di dalam kereta untuk mencari bantuan dari penumpang yang memiliki kemampuan medis.
“Begitu mendapat laporan ada anak yang tersedak, petugas langsung melakukan koordinasi cepat melalui pengeras suara agar penumpang lain yang mungkin memiliki keahlian medis dapat membantu. Langkah cepat ini berhasil membantu penanganan awal sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan di stasiun berikutnya,” ujar Krisbiyantoro.
Setelah kondisi anak dinyatakan stabil, penumpang kemudian diturunkan di Stasiun Gombong untuk mendapatkan pemeriksaan medis di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah.
KAI Daop 5 Purwokerto sendiri telah menjalin kerja sama dengan rumah sakit tersebut dalam hal penanganan darurat bagi pelanggan yang membutuhkan pertolongan medis selama perjalanan.
"KAI mengimbau kepada seluruh pelanggan agar selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum bepergian dan tidak segan meminta bantuan kepada petugas jika mengalami keadaan darurat selama dalam perjalanan," pungkas Krisbiyantoro.
Bayi dan Anak Lebih Rentan Tersedak
Tersedak merupakan kondisi yang umum dialami oleh siapa saja. Menurut Happy Indah Kusumawati, S.Kep., Ns., MNSc dari Departemen Keperawatan Dasar dan Emergensi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM, tersedak adalah kondisi tersumbatnya saluran pernapasan oleh benda tertentu, baik cair maupun padat.
Menurut Happy, dilansir situs FK-KMK UGM, tersedak dibagi menjadi dua jenis, yaitu tersedak berbahaya dan tersedak tidak berbahaya. Tersedak berbahaya terjadi apabila benda yang menyumbat saluran napas ukurannya sama dengan atau lebih besar dari ukuran saluran. Sedangkan tersedak yang tidak berbahaya terjadi apabila ukuran benda yang menyumbat lebih kecil daripada saluran napas.
Dokter Spesialis Anak, Yogi Prawira, menjelaskan bahwa bayi dan anak-anak memang jauh lebih rentan tersedak dibanding orang dewasa. Salah satu alasan medisnya adalah ukuran saluran napas yang lebih kecil sehingga benda asing berukuran kecil saja bisa menutup jalan napas secara total.
Selain itu, refleks menelan pada bayi dan anak-anak (terutama untuk usia di bawah 1 tahun), juga belum sempurna. Dokter Yogi mengatakan, anak-anak juga punya kebiasaan memasukkan benda ke mulut, termasuk makanan, mainan, atau dot.
“Koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas masih berkembang. Misalnya ketika minum susu sambil menangis atau berbaring telentang, maka berisiko tersedak,” katanya kepada jurnalis Tirto, Jumat (24/10/2025).
Jenis makanan tertentu, seperti potongan kecil dan keras (kacang, wortel, permen, potongan sosis) dikatakan sangat berisiko karena mudah menyumbat trakea.
Lebih jauh, Dokter Yogi bilang, tersedak adalah situasi gawat darurat karena sumbatan total bisa menyebabkan henti napas dan henti jantung dalam hitungan menit.
Kondisi yang mengharuskan orang tua atau pengasuh untuk segera membawa anak ke IGD atau rumah sakit adalah ketika anak tidak bisa menangis, batuk, atau bernapas, wajah atau bibirnya tampak membiru (sianosis), dan anak tampak panik, megap-megap, tidak ada suara napas.
Kondisi lain yang juga perlu diwaspadai adalah jika setelah benda keluar, anak masih tampak sesak, lemah, batuk terus-menerus atau napas berbunyi, dan ketika dicurigai ada benda asing yang masih tertinggal di saluran napas (walau anak tampak tenang).

“Pada usia yang sangat muda [bayi], waktu yang sangat singkat (kurang dari 1–2 menit) bisa menyebabkan kerusakan otak akibat kekurangan oksigen. Jadi, tindakan penyelamatan segera di tempat kejadian sangat penting untuk dilakukan [tidak ditunda],” pungkas Dokter Yogi yang juga Konsultan Emergensi dan Rawat Intensif Anak.
Sebagai pertolongan pertama tersedak pada bayi berumur kurang dari 1 tahun, beberapa hal yang boleh dan sebaiknya dilakukan adalah menenangkan diri dan meletakkan bayi di lengan, dengan posisi kepala lebih rendah dari badan.
Menurut dr. Yogi, orang tua atau pengasuh juga bisa melakukan 5 pukulan punggung (back blows). Caranya gunakan tumit telapak tangan dan arahkan pukulan di antara tulang belikat, cukup kuat tapi terkontrol.
Selain itu, 5 dorongan dada atau chest thrusts juga bisa dilakukan dengan membalikkan bayi menghadap ke atas di lengan, meletakkan dua jari di tengah dada (di bawah garis puting), dan tekan 1/3 kedalaman dada dengan cepat sebanyak 5 kali.
“Ulangi bergantian back blows dan chest thrusts sampai benda keluar atau bayi menangis atau bernapas,” ujar Dokter Yogi.
Untuk anak berusia lebih dari 1 tahun yang tersedak, jika masih bisa batuk atau bicara, biarkan anak batuk sendiri dan jangan dihentikan. Namun, apabila anak tidak bisa bernapas atau bicara, Yogi menyarankan untuk melakukan heimlich maneuver (abdominal thrusts).
Langkahnya yaitu berdiri di belakang anak, lingkarkan tangan di perutnya. Satu tangan mengepal di antara pusar dan tulang dada, tangan lain menahan. Lalu dorong cepat ke arah dalam dan atas sebanyak 5 kali.
“Jika anak tidak sadar, buka jalan napas, panggil bantuan medis, dan mulai CPR bila perlu,” kata dr. Yogi.
Langkah Pencegahan Tersedak
Penting digarisbawahi, ada beberapa tindakan yang tidak boleh dilakukan dalam menangani anak tersedak. Dokter Yogi menjelaskan, orang tua atau pengasuh jangan memasukkan jari ke mulut anak secara membabi buta karena hal itu bisa mendorong benda lebih dalam.
Di lain sisi, jangan mengguncang bayi atau anak, jangan menepuk punggung bayi dalam posisi bayi berdiri tegak karena benda bisa makin turun ke trakea, serta hindari menunda mencari pertolongan medis meskipun benda sudah tampak keluar.
Beberapa tips pencegahan tersedak menurut dr. Yogi yakni menghindari memberi makanan berpotensi menyumbat jalan napas, seperti kacang utuh, potongan sosis, anggur utuh, popcorn, atau permen keras.
Saat memberi makan atau susu, orang tua bisa memastikan anak dalam posisi duduk tegak dan tenang. Mengawasi anak saat makan atau bermain juga jadi poin penting sehingga anak-anak bisa tidak dibiarkan makan sambil berlari, tertawa, atau menangis.
“Edukasi pengasuh dan orang tua tentang pertolongan pertama tersedak sangat penting untuk dilakukan karena dapat menyelamatkan nyawa,” tegas dr. Yogi.
Mengingat tersedak bisa terjadi kapan saja dan di mana saja—seperti yang dialami oleh bayi di kereta, masyarakat umum pun bisa berperan untuk melaporkan kejadian yang dijumpai. Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, mendorong publik untuk tidak sungkan-sungkan dan melaporkan kejadian ke petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
Anne menerangkan, KAI telah menyiapkan menyiapkan kontak layanan alias nomor kondektur selama perjalanan menggunakan kereta. Nomor itu tertera di setiap gerbong dan bisa dihubungi melalui WhatsApp.
“P3K pasti ada dan kami juga melibatkan penumpang yang memang bisa menangani medis melalui pengumuman. Petugas juga wajib berkoordinasi dengan pusat pengendali mengenai situasi sehingga kami pun bisa melakukan aksi penanganan cepat bahkan memberhentikan kereta di stasiun terdekat dengan koordinasi pusat pengendali agar tetap dapat terkoordinasi dengan unit dan pihak terkait,” ujar Anne lewat keterangan tertulis, Kamis (23/10/2025).
Dia mengatakan pihaknya juga mempunyai Pos Pelayanan kesehatan di stasiun-stasiun penumpang yang siap membantu penanganan, juga bekerja sama dengan rumah sakit di berbagai wilayah kerja mereka.
Penulis: Fina Nailur Rohmah
Editor: Fadrik Aziz Firdausi
Masuk tirto.id
































