Menuju konten utama
Pemilu Serentak 2024

Bawaslu Khawatir DPK Membeludak Sebab DPT Luar Negeri Sedikit

Lolly mengatakan jika DPK membeludak, maka cadangan surat suara yang hanya dua persen tidak akan cukup.

Bawaslu Khawatir DPK Membeludak Sebab DPT Luar Negeri Sedikit
Lolly Suhenty. (FOTO/bawaslu.go.id)

tirto.id - Pelaksana Harian Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Lolly Suhenty khawatir daftar pemilih khusus (DPK) akan membeludak lantaran daftar pemilih tetap (DPT) Luar Negeri yang dinilai sedikit.

Kekhawatiran Bawaslu beralasan. Salah satunya karena adanya anggapan DPT Luar Negeri yang dinilai terlalu sedikit sebagaimana disampaikan Partai Buruh.

Partai Buruh sebelumnya mempertanyakan jumlah DPTLN yang ditetapkan KPU sebanyak 1.750.474. Padahal, kata Presiden Partai Buruh Said Iqbal, pekerja migran Indonesia mencapai sekitar empat juta orang.

“Faktanya memang, ketika pengawasan luar negeri dilakukan, sekali lagi Bawaslu kan terbatas akses datanya, tetapi Bawaslu melalui Panwas Luar Negeri menyatakan hati-hati membeludaknya DPK," kata Lolly kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/7/2023).

Ia mengatakan, jika DPK membeludak maka cadangan surat suara yang hanya dua persen tidak akan cukup. Hal itu, kata dia, juga mengantisipasi kejadian serupa pada Pemilu 2019.

“Itu yang kemudian bikin ribut tahun 2019. Soal-soal semacam ini bagi Bawaslu masih punya waktu. Mari kita perbaiki, karena di 2019 ada DPT hasil perbaikan, kan," ucap Lolly.

Lebih lanjut, Lolly mengatakan, DPK baru bisa melakukan pencoblosan setelah pukul 12.00 dan 13.00 WIB.

"Dia [DPK] enggak bisa dari pagi atau dari jam 7. Nah, satu-satunya cari antisipasi yang harus dilakukan ya kita benerin dulu DPT nya," tutur Lolly.

Lolly mengatakan, DPT yang saat ini telah ditetapkan masih kemungkinan bisa berubah. Sebab, ada pemilih yang tidak terdaftar, tetapi memiliki KTP.

"Kalau begitu DPT yang ditetapkan masih bisa berubah dong? Ya masih bisa berubah. Karena apa? Ada DPK (daftar pemilih khusus). Dia tidak terdaftar, tapi dia punya KTP. Dikategorikan dia sebagai DPK," kata Lolly.

Oleh karena itu, Bawaslu memberikan catatan kepada KPU untuk segera melakukan perbaikan mumpung masih ada waktu.

"Sangat mungkin kami melakukan koreksi perbaikan, makanya Bawaslu melalui deputi teknis kami sudah bertemu dengan BP2MI," tutup Lolly.

KPU menetapkan 204.807.222 daftar pemilih tetap (DPT), baik dalam maupun luar negeri yang akan menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Anggota KPU Betty Epsilon Idroos memerinci, jumlah DPT tersebut terdiri dari 102.218.503 pemilih laki-laki dan 102.588.719 pemilih perempuan. Hal itu disampaikan Betty dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi DPT tingkat nasional untuk Pemilu 2024 di Ruang Sidang Utama, Kantor KPU, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Dari angka itu, jumlah pemilih yang akan menyalurkan hak pilih di luar negeri adalah 751.260 pemilih laki-laki dan 999.214 perempuan, sehingga total pemilih luar negeri pada Pemilu 2024 adalah 1.750.474.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2024 atau tulisan lainnya dari Fransiskus Adryanto Pratama

tirto.id - Politik
Reporter: Fransiskus Adryanto Pratama
Penulis: Fransiskus Adryanto Pratama
Editor: Abdul Aziz