Menuju konten utama

Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal Setelah Gunung Agung Meletus

Pihak Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai menyebutkan bahwa operasional bandara tersebut masih berjalan normal pasca meletusnya Gunung Agung Selasa (21/11/2017) sore.

Bandara Ngurah Rai Beroperasi Normal Setelah Gunung Agung Meletus
Calon penumpang pesawat mengamati jadwal penerbangan di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Sabtu (23/9). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf.

tirto.id - Setelah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan Gunung Agung menyemburkan abu tebal berketinggian 700 meter, PT Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengatakan operasional di bandara setempat masih berjalan normal.

"Aktivitas penerbangan masih berjalan dan tidak ada gangguan untuk sementara," kata Kepala Hubungan Masyarakat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Arie Ahsanurrohim di Denpasar, Selasa (21/11/2017).

Menurut Arie, hingga pukul 20.00 Wita, penerbangan di bandara itu masih sesuai jadwal dan belum ada pembatalan, penundaan atau pengalihan penerbangan.

"Pemantauan visual melalui laporan pilot masih tetap dijalankan," imbuhnya.

Arah angin saat ini, lanjut dia, berdasarkan informasi dari BMKG juga tidak menuju bandara karena bertiup timur-tenggara.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sebelumnya menyebutkan Gunung Agung meletus dengan menyemburkan abu berwarna kelabu pada ketinggian sekitar 700 meter di atas puncak sekitar pukul 17.05 Wita.

Abu letusan menyembur saat status gunung setinggi 3.142 meter di atas permukaan laut itu berada dalam status siaga atau level III.

PVMBG telah memetakan Zona Perkiraan Bahaya yakni dalam area kawah gunung dan di seluruh area di dalam radius enam kilometer dari kawah puncak dan ditambah perluasan sektoral ke arah utara-timur laut dan tenggara-selatan- barat daya sejauh 7,5 kilometer.

Untuk itu PVMBG meminta warga untuk tidak beraktivitas di zona tersebut mengantisipasi perkembangan gunung api itu.

Zona Perkiraan Bahaya tersebut bersifat dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan terbaru.

Baca juga artikel terkait GUNUNG AGUNG BALI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: antara
Penulis: Yandri Daniel Damaledo
Editor: Yandri Daniel Damaledo