Menuju konten utama

Baguna PDIP DKI Dorong Semua Elemen Warga Bantu Korban Gempa NTT

Kekuatan masyarakat melalui gotong royong jadi bagian yang tidak kalah penting dalam proses pemulihan warga terdampak gempa NTT.

Baguna PDIP DKI Dorong Semua Elemen Warga Bantu Korban Gempa NTT
Sejumlah anak yang mengungsi bermain di lokasi pengungsian di Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, NTT, Jumat (28/8/2026). Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur resmi memperpanjang masa tanggap darurat gempa bumi Flores selama 14 hari terhitung mulai 29 Agustus hingga 12 September 2026 karena masih terjadi aktivitas gempa susulan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa bumi. ANTARA FOTO/Johanes Viandinando/app/wsj.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak Nusa Tenggara Timur.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengatakan pemerintah memiliki peran penting dalam penanganan bencana. Namun, kekuatan masyarakat melalui gotong royong juga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam proses pemulihan.

"Pesan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, seluruh kader harus membantu rakyat dengan seluruh pikiran dan tenaga," kata Kenneth dilansir dari Antara, Jumat (28/8/2026).

Kenneth mengatakan Baguna telah menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Dusun Terang 1, dan Dusun Terang 2, Desa Golo Sepang, Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Kami hadir tidak sekadar membawa bantuan logistik, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak mendapatkan dukungan selama masa tanggap dan pemulihan setelah bencana,” katanya.

Kenneth mengatakan bentuk dukungan yang diberikan dengan membuka dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak.

“Dapur umum tersebut menyediakan sekitar 1.000 porsi makanan siap saji setiap hari,” kata dia.

Pihaknya juga menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar masyarakat di antaranya 30 unit tenda regu berukuran 3x4 meter, tas sekolah, alat tulis, serta makanan pendamping bergizi bagi anak-anak yang berada di pengungsian.

Pelayanan dan dukungan kepada masyarakat dilaksanakan selama 24 jam mulai 23 Agustus hingga 4 September 2026.

Kenneth mengatakan gempa bumi bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengguncang kehidupan masyarakat.

Ia mengatakan ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, orang tua yang harus memikirkan keselamatan anak-anaknya, warga yang harus menjalani hari-hari dengan segala keterbatasan, dan ada yang kehilangan anggota keluarganya.

Ia menegaskan semangat gotong royong harus hadir secara nyata ketika masyarakat menghadapi bencana.

Baca juga artikel terkait GEMPA NTT

tirto.id - Sosial Budaya
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto