Ayat Al Quran tentang Keistimewaan 1 Muharram, Tahun Baru Islam

Penulis: Syamsul Dwi Maarif, tirto.id - 18 Jul 2023 11:00 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Ayat-ayat Al Quran tentang tahun baru Islam di antaranya Surah Al-Baqarah ayat 129, Surah Al-Maidah ayat 2, hingga Surah At-Taubah ayat 36.
tirto.id - Ayat-ayat Al Quran tentang tahun baru Islam di antaranya Surah Al Baqarah ayat 129, Surah Al Maidah ayat 2, hingga Surah At Taubah ayat 36. Berikut ini bacaan Arab Latin dan arti dari ayat-ayat seputar bulan Muharam tersebut.

Umat Islam Indonesia akan memasuki tahun baru Islam 2023 atau 1 Muharam 1445 Hijriah pada Rabu, 19 Juli 2023 mendatang. Momen yang istimewa bagi umat Islam tersebut ternyata memiliki sejarah sebelum seperti sekarang.

Sebelum 1 Muharram diputuskan menjadi awal tahun baru Islam, Abu Musa al-Asy’ari selaku Gubernur Basrah pada 638 M (17 H) mengeluhkan Khalifah Umar bin Khattab. Permasalahan yang disampaikan Abu Musa ialah berkaitan titimangsa dalam surat-surat yang hanya mencantumkan bulan tanpa tanggal serta tahun.

Umar kemudian mengadakan musyawarah bersama sahabat. Singkat sejarah, keputusan yang paling kuat adalah tahun pertama kalender islam dihitung dari tahun hijrah sewaktu Nabi Muhammad Saw. berangkat dari Makkah ke Madinah. Di sisi lain, bulan pertama yang dipilih dalam kalender Islam ialah Muharam sesuai dengan kebiasaan waktu tersebut.



Cara Memaknai Tahun Baru Islam 2023 1445 Hijriyah


Tahun baru Islam 2023 dapat dimaknai sebagai momen kaum muslim untuk bangkat dengan meningkatkan keimanan serta ketakwaan kepada Allah Swt. Dengan datangnya tahun baru, waktu-waktu ke depan harapannya lebih baik dari pada masa sebelumnya, senantiasa meningkat. Dalam sebuah hadis dijelaskan meruginya orang-orang yang tidak menjadi lebih baik sebagai berikut:


"Siapa saja yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia [tergolong] orang yang beruntung. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia [tergolong] orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat [celaka],” (HR Al-Hakim).

Di sisi lain, awal peningkatan keimanan serta ketakwaan tersebut begitu tepat karena waktu yang datang adalah bulan Muharam, 1 dari 4 bulan yang diistimewakan Allah Swt di samping Zulhijah, Zulkaidah, dan Rajab. Allah Swt. berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 36 mengenai keutamaan bulan haram sebagai berikut:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya [terdapat] empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa,” (QS. At-Taubah [9]: 36).

Tidak hanya itu, umat Islam di bulan Muharam juga dianjurkan menjalankan berbagai amalan saleh seperti bersedekah, berzikir, hingga berpuasa sunah. Dalam sebuah perkataan Abdullah bin Abbas Ra. sewaktu membahas Surat At-taubat ayat 36, disampaikan pahala serta dosa berlipat ganda bagi perbuatan di bulan Muharam sebagai berikut:

“Beribadah dan beramal saleh di bulan-bulan haram dilipatkan gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Demikian sebaliknya, bermaksiat dan berbuat dosa di bulan-bulan tersebut digandakan hukumannya”.



Daftar Ayat Al-Qur'an tentang Bulan Muharram Tahun Baru Islam


Begitu mulianya bulan Muharam, Allah Swt. menyampaikan beberapa ayat seputar waktu tersebut di dalam Al-Qur’an. Berikut ini daftar ayat Al-Qur’an tentang bulan Muharam tahun baru Islam lengkap dengan Arab Latin serta artinya:

1. Surah Al-Baqarah Ayat 129

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Arab Latinnya:

Rabbanā waj‘alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal lak(a), wa arinā manāsikanā wa tub ‘alainā, innaka antat-tawwābur-raḥīm(u).

Artinya:

"Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, [jadikanlah] dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik [rangkaian ibadah] haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang," (QS. Al-Baqarah [2]: 129).

2. Surah Al-Maidah Ayat 2

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْاۘ وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Arab Latinnya:

Yā ayyuhal-lażīna āmanū lā tuḥillū sya‘ā'irallāhi wa lasy-syahral-ḥarāma wa lal-hadya wa lal-qalā'ida wa lā āmmīnal-baital-ḥarāma yabtagūna faḍlam mir rabbihim wa riḍwānā(n), wa iżā ḥalaltum faṣṭādū, wa lā yajrimannakum syana'ānu qaumin an ṣaddūkum ‘anil- asjidil-ḥarāmi an ta‘tadū, wa ta‘āwanū ‘alal-birri wat-taqwā, wa lā ta‘āwanū ‘alal-iṡmi wal-‘udwān(i), wattaqullāh(a), innallāha syadīdul-‘iqāb(i).

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syiar-syiar [kesucian] Allah, jangan [melanggar kehormatan] bulan-bulan haram, jangan [mengganggu] hadyu [hewan-hewan kurban] dan qalā’id [hewan-hewan kurban yang diberi tanda], dan jangan [pula mengganggu] para pengunjung Baitulharam sedangkan mereka mencari karunia dan rida Tuhannya! Apabila kamu telah bertahalul [menyelesaikan ihram], berburulah [jika mau]. Janganlah sekali-kali kebencian[-mu] kepada suatu kaum, karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas [kepada mereka]. Tolong-menolonglah kamu dalam [mengerjakan] kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya,"(QS. Al-Maidah [5]: 2).

3. Surah At-Taubah Ayat 36

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Arab Latinnya:

Inna ‘iddatasy-syuhūri ‘indallāhiṡnā ‘asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa minhā arba‘atun ḥurum(un), żālikad-dīnul-qayyim(u), falā taẓlimū fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatan kamā yuqātilūnakum kāffah(tan), wa‘lamū annallāha ma‘al-muttaqīn(a).

Artinya:

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya [terdapat] empat bulan haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama-sama orang yang bertakwa,” (QS. At-Taubah [9]: 36).


Baca juga artikel terkait TAHUN BARU ISLAM 2023 atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight