Menuju konten utama

Atas Arahan Prabowo, Masa Tunggu Antrean Haji Bakal Dipotong

Pemerintah menargetkan batas maksimal antrean haji nasional turun menjadi 26 tahun. Presiden Prabowo minta waktu tunggu dipangkas lebih cepat.

Atas Arahan Prabowo, Masa Tunggu Antrean Haji Bakal Dipotong
Jamaah haji dari berbagai negara melaksanakan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Selasa (2/6/2026) waktu setempat. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mulai memulangkan jamaah haji Indonesia gelombang pertama ke Tanah Air pada 1 Juni 2026 sementara itu jamaah gelombang kedua akan diberangkatkan dari Makkah ke Madinah mulai 7 Juni untuk beribadah dan berziarah sebelum pulang ke Indonesia. ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Masa tunggu antrean haji di Indonesia bakal dipotong lebih singkat, kebijakan ini atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Irfan Yusuf atau Gus Irfan, mengungkapkan, Prabowo meminta jajarannya mencari skema strategis agar keberangkatan jemaah bisa berjalan jauh lebih cepat. Meski pemerintah saat ini, sudah berhasil memangkas batas maksimal antrean nasional menjadi 26 tahun.

"Tahun ini kita sudah bisa memastikan bahwa maksimal 26 tahun, walaupun yang asalnya 35 dan 40 di Sulawesi Selatan hampir 50 tahun. Tapi itu juga bagi Presiden juga masih belum memuaskan, beliau berpikir coba carikan cara bagaimana bisa lebih cepat lagi. Kita dan teman-teman DPR masih harus berpikir keras untuk bisa mewujudkan itu," ujar Irfan di Hambalang, Bogor, Rabu (17/6/2026).

Gus Irfan menambahkan, pihaknya saat ini belum menentukan target angka tahunan yang baru secara spesifik.

Namun, ia optimistis tren percepatan keberangkatan jemaah dapat terus dioptimalkan setiap tahunnya.

"Belum [ada target penurunan lagi]. Tapi walaupun kita tentukan 26, tapi kalau kita lihat sekarang ini, rata-rata yang berangkat sekarang ini 13-14 tahun yang berangkat sekarang ini. Mudah-mudahan nanti tahun depan bisa kita lebih perpendek lagi," tambahnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengungkap bahwa Prabowo menyambut baik berkurangnya antrean haji tahun ini.

Kendati begitu, kata Cucun, Prabowo tetap meminta agar waktu tunggu nasional dijadikan 26 tahun sebagai batas maksimal.

"Concern beliau yang kami sangat apresiasi adalah bagaimana antrean yang kemarin sudah hampir 35 tahun sampai 40 tahun bisa ditekan menjadi sekitar 26 tahun," kata Cucun dalam kesempatan yang sama.

DPR RI juga melaporkan hasil pengawasan penyelenggaraan haji, termasuk capaian penurunan biaya haji dalam dua tahun terakhir yang telah membantu sekitar 240 ribu calon jemaah.

"Alhamdulillah kami menyampaikan pengawasan dari mulai keberangkatan, bahkan dari mulai menetapkan di panja ongkos naik haji bisa berkurang dalam waktu dua tahun terakhir. Nah 240 ribu orang yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah haji," imbuhnya.

Cucun menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Haji akan terus mengkaji berbagai opsi dan skema strategis agar masyarakat yang telah menunggu lama dapat segera menunaikan ibadah haji.

"Harapannya masyarakat yang sudah bertahun-tahun menunggu bisa lebih cepat mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji," ujarnya.

Baca juga artikel terkait ANTREAN HAJI atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Flash News
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Siti Fatimah