AS-Cina Sepakat Kendurkan Tensi Perang Dagang

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 13 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Pemerintah AS sepakat menunda kenaikan tarif impor barang dari Cina yang totalnya bisa menyentuh 250 miliar dolar.
tirto.id - Tensi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina kembali mengendur. Pemerintah AS sepakat menunda kenaikan tarif impor barang dari Cina yang totalnya bisa menyentuh 250 miliar dolar AS dari 25 persen menjadi 30 persen. Sebagai imbalannya, Cina sepakat membeli produk pertanian AS yang nilainya menyentuh 50 miliar dolar AS.

“Butuh waktu cukup lama untuk sampai di sini, tapi ini sesuatu yang baik untuk Cina dan Amerika Serikat,” ucap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump seperti dikutip dari AP News.

Kabar gembira bagi perekonomian dunia ini diumumkan langsung oleh Trump usai pertemuan dengan juru negosiasi Cina yaitu wakil perdana menteri, Liu He. Kesepakatan antara AS dan Cina ini akan mulai berlaku efektif per Selasa (15/10/2019).

Kendati demikian, kata damai yang dicapai pada pertemuan Jumat (11/10/2019) lalu belum menuntaskan seluruh ketegangan antara kedua negara. Dilansir dari AP News, kesepakatan ini juga masih bersifat tentatif. Dalam hal ini, belum ada dokumen resmi yang ditanda-tangani kedua belah pihak.

Berbagai tarif yang sejak awal menjadi penyebab pecahnya perang dagang juga masih belum jelas nasibnya bilamana pemerintah AS akan mencabutnya. Sebaliknya, potensi eskalasi dari perang dagang antara kedua negara masih terbuka lebar.

Misalnya, tarif impor produk Cina senilai 160 miliar dolar AS yang berlaku sejak 15 Desember 2018 belum dicabut oleh pemerintah AS. Cina pun merespon kebijakan AS pada beberapa bulan ke belakang dengan pengenaan tarif senilai 120 miliar dolar AS untuk produk impor pertanian negara paman sam.

Selain soal tarif, AS juga tengah mengkaji kesepakatan untuk mengakhiri dugaan manipulasi nilai mata uang Cina. Di samping itu, Cina juga sepakat membuka pasarnya bagi industri perbankan dan layanan finansIal AS. Namun, kesepakatan ini kabarnya belum mengakhiri perselisihan mengenai perusahaan teknologi Cina, Huawei.

“Mereka mencoba untuk meredaka ketegangan,” ucap mantan kepala staf parlemen AS, Timothy Keeler.


Baca juga artikel terkait PERANG DAGANG atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight