tirto.id - Apakah Persib vs Manila Diggers di playoff East Region ACL Two 2026/27 berlangsung single leg atau ada leg 2? Jika Maung Bandung lolos, mereka akan masuk ke grup apa di babak utama? Bagaimana jika kalah?
Laga Persib vs Manila Diggers pada hari ini Senin (31/8/2026) pukul 19.00 WIB akan jadi kunci bagi Maung Bandung. Hanya ada 2 opsi bagi sang juara Super League, yaitu lolos ke babak utama ACL Two atau turun level ke AFC Challenge League (ACGL) 2026/27.
Tidak ada leg 2 dalam babak playoff ACL Two 2026/27. Ini tidak hanya berlaku untuk laga Persib vs Manila Diggers, tetapi juga dua partai playoff lainnya, yaitu East Bengal (India) vs Al-Arabi (Kuwait) dan Arkadag (Turkmenistan) vs Goa (India).
Arkadag lolos ke West Region ACL Two 2026/27 setelah menaklukkan Goa 3-0 pada waktu normal. Sementara itu, East Bengal butuh perpanjangan waktu untuk mengatasi Al-Arabi. Kemenagan East Bengal tergolong ampuh, karena mereka berpesta 4-1 setelah tertinggal 0-1 lebih dahulu.
Hasil East Bengal vs Al-Arabi juga jadi jawaban andai dalam laga Persib vs Manila Diggers nanti tidak ada pemenang dalam 90 menit. Partai akan dilanjutkan ke extra time atau kalau perlu hingga adu penalti untuk menentukan tim terakhir yang lolos ke fase grup ACL Two 2026/27.
Jika Persib Lolos, Masuk ke Grup Apa di ACL 2 2026/27?
Berdasarkan hasil drawing ACL Two) 2026/27 yan dilaksanakan oleh AFC di Kuala Lumpur pada 18 Agustus 2026, slot untuk pemenang laga playoff, baik itu Wilayah Barat (West Region) maupun Wilayah Timur (East Region) telah dikunci. Khusus untuk pemenang Persib vs Manila Diggers, mereka akan dimasukkan ke Grup E.
Artinya, jika Persib Bandung sanggup mengandaskan perlawanan Manila Diggers di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Pangeran Biru dipastikan masuk ke Grup E babak utama ACL Two 2026/27.
Di grup ini, Maung Bandung sudah ditunggu oleh tiga klub elite. Pertama, adalah FC Seoul (Korea Selatan). Mereka finis di peringkat enam K League 1 2025. Dark Red Warriors punya sejarah kuat di kompetisi lokal maupun kontinental. Mereka juara K League 1 sebanyak 6 kali, dan tercatat dua kali jadi runner-up AFC Champions League (sekarang ACL Elite).
Lawan kedua adalah Melbourne Victory (Australia), raksasa A-League yang pada musim 2025 finis sebagai peringkat 4 kompetisi lokal. Terakhir ada The Cong-Viettel (Vietnam), runner-up V.League 1 2025/26.
Melihat deretan calon lawan di Grup E, perjuangan Persib untuk lolos dari Grup E ke babak 16 besar tidak akan mudah. Misi untuk mengulang musim lalu, kala bisa menjadi juara grup di baak penyisihan, tampaknya juag akan jadi tantangan tersendiri untuk Maung Bandung.
Hanya juara dan runner-up grup saja yang akan lolos ke babak 16 besar. Peringkat 3 atau 4 tidak mendapatkan kesempatan lagi bermain di level Asia. Persib mesti memaksimalkan laga kandang mereka yang akan dimulai pada 14 Oktober 2026 lawan Cong Viettel, dengan catatan andai Maung Bandung lolos dari Manila Diggers lebih dahulu.
Jika Persib Gugur, Apakah Masuk ke ACGL 2026/27?
Persib lolos dari Manila Diggers adalah skenario terbaik. Bagaimana dengan skenario terburuk jika Persib ditaklukkan wakil Filipina, entah dalam kurun waktu 90 menit, extra time, maupun adu penalti? Jawabaannya, otomatis Maung Bandung akan tersingkir dari ACL Two. Namun, kekalahan dalam partai playoff tunggal ini tidak serta-merta mengakhiri petualangan Maung Bandung di level kontinental.
Jika tergelincir, Persib secara otomatis akan turun level untuk berlaga di kompetisi tingkat ketiga benua kuning, yakni AFC Challenge League (ACGL) 2026/27. Apabila skenario pahit ini terjadi, Maang Bandung tidak perlu lagi menempuh jalur kualifikasi tambahan di ACGL. Pangeran Biru akan langsung ditempatkan di babak utama atau fase grup AFC Challenge League 2026/27 untuk Wilayah Timur (East Region).
Bahkan, calon lawan dan grup pun sudah ditentukan. Jika Persib tersingkir oleh Manila Diggers, Maung Bandung akan terjun ke Grup E ACGL 2026/27. Mereka akan jumpa Shan United (Myanmar), Hang Yuan (China Taipei), dan pemenang playoff East 1.4. Saat ini, ada dua laga playoff, yaitu Yangon United (Myanmar) vs Ezra (Laos) dan Kasuka (Brunei) vs Karketu Dili (Timor Leste).
Di panggung ACGL, peta persaingan relatif lebih berimbang bagi wakil Indonesia. Pesaing di kompetisi ini umumnya merupakan klub papan atas dari negara-negara seperti wakil dari Filipina, Kamboja, Laos, Mongolia, hingga Maladewa. Saat ini, Indonesia sudah dipastikan punya satu wakil di ACGL 206/27, yaitu Borneo FC yang masuk Grup D bersama One Taguig (Filipina) dan Tainan City (China Taipei).
Penulis: Rofi Ali Majid & Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus
Masuk tirto.id


































