Apa Saja Nomor Lari di Olahraga Atletik: Sprint hingga Jarak Jauh

Kontributor: Ilham Choirul Anwar, tirto.id - 23 Agu 2022 10:49 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Nomor lari dalam olahraga atletik terdiri dari lari jarak pendek, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh, berikut ini penjelasannya!
tirto.id - Nomor lari dalam olahraga atletik terdiri dari lari jarak pendek, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh.

Atletik sendiri merupakan kegiatan fisik yang meliputi gerakan-gerakan dasar dinamis dan harmonis seperti jalan, lari, lompat, dan lempar.

Dalam dunia olahraga, atletik disebut sebagai ibu dari berbagai cabang olahraga. Sebab, pada mayoritas cabang olahraga tidak bisa dilepaskan dari gerakan-gerakan dasar yang dimiliki atletik.

Sementara itu, terkait cabang olahraga lari, ada klasifikasi tertentu dalam perlombaan atletik. Klasifikasi tersebut dinamakan nomor lari yang terdiri dari lari jarak pendek, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh.

Sesuai namanya, nomor lari dibedakan sesuai jarak tempuh lari yang harus diselesaikan para atlet.

Mengutip modul Olahraga Rekreasi Paket C (2017), setiap nomor lari memiliki gaya berlarinya masing-masing.

Sebab, semakin jauh jarak yang ditempuh membuat para atlet harus mengatur tenaga yang dikeluarkannya agar bisa finish tercepat.

Lari jarak pendek lebih menggunakan tenaga sebesar-besarnya demi mencapai finish ketimbang nomor lari jarak jauh.

Nomor Lari dalam Olahraga Atletik


Berikut uraian mengenai nomor lari atletik pada lari jarak pendek, jarak menengah dan jarak jauh selengkapnya:

1. Lari jarak pendek (sprint)

Lari jarak pendek disebut pula sebagai lari sprint. Nomor lari ini mempunyai jarak tempuh kurang dari 400 meter. Dalam perlombaan sprint, kategori nomor lari yaitu 100 meter, 200 meter, 400 meter, hingga estafet 4x400 meter.

Dalam lari ini, para atlet pelari cepat atau sprinter mengeluarkan kecepatan maksimalnya. Tenaga yang dikeluarkan cukup besar agar mampu menempuh finish dengan waktu tercepat.

Sprinter tidak memerlukan pengaturan ritme lari dan nafas karena hal terpenting bisa sampai garis finish paling awal dari sprinter lain.

Lari jarak pendek menerapkan teknik start jongkok. Fungsi start jongkok yaitu untuk memperoleh kecepatan optimal sejak dari awal lari. Tolakan kaki dan daya dorong ke depan pada teknik start ini cukup besar.

2. Lari jarak menengah

Dalam perlombaan, lari jarak menengah memiliki umumnya memiliki nomor lari 800 meter dan 1500 meter. Panjangnya jarak tempuh ini membuat pelari perlu mengatur ritme lari dan pernapasan. Siasat tersebut berguna untuk menghemat penggunaan tenaga.

Bentuk penghematan energi tersebut misalnya dengan pengaturan ritme lari menggunakan langkah lebih panjang.

Cara kaki menapak juga diatur dengan menerapkan metode ball heel-ball. Artinya, pelari menapak memakai ujung tumit melakukan tolakan dengan ujung kaki.

Cara menapak ini berbeda dengan gaya lari sprint. Lari sprint menapak memakai ujung-ujung kaku dan tumit cukup sedikit menyentuh tanah.

Oleh sebab itu, lari sprint lebih boros tenaga dibanding lari jarak menengah yang menggunakan ball heel-ball dalam menapakkan kaki.

Start pada lari jarak menengah menggunakan teknik start berdiri.

Pada modul PJOK Kelas V (2020) disebutkan, pelari akan mengambil langkah kaki yang konstan usai start dilakukan.

Ayunan lengan ke depan setinggi bahu dan ke belakang, dikoordinasikan seiring gerakan kaki melangkah.

3. Lari jarak jauh

Lari jarak jauh memiliki nomor lari dengan jarak sangat panjang seperti 5000 meter (5km) dan 10000 meter (10km). Di samping itu, masih ada lari marathon yang menempuh jarak 42.195 km.

Sama seperti lari jarak menengah, penggunaan tenaga harus benar-benar diatur oleh pelari agar mampu menyelesaikan perlombaan sampai di garis finish. Ritme lari dan pernafasan perlu dikoordinasi secara baik.

Lari ini menggunakan teknik start berdiri. Para pelari cenderung cukup santai saat melangkahkan kaki. Kecepatannya konstan dan stamina pelari turut menjadi penentu keberhasilan.

Sementara itu, pelari jarak jauh mengatur pernapasannya dengan mengambil udara dari mulut dengan teknik pernapasan perut.

Ambilan napas dilakukan pendek dan dangkal untuk mempermudah pernapasan. Lalu, pengambilan dan pengeluaran napas dilakukan secara konsisten selama irama lari.

Pelari jarak jauh memiliki teknik mengontrol pernapasan dengan mendengarkan napas. Napas yang terdengar terengah-engah menandakan kecepatan lari perlu dikurangi.

Bila suara napas kembali stabil, maka kecepatan lari bisa disesuaikan kembali seperti semula.


Baca juga artikel terkait OLAHRAGA ATLETIK atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Maria Ulfa

DarkLight