tirto.id - Paskibra merupakan salah satu contoh ekstrakurikuler yang dapat diikuti peserta didik baru pada jenjang SMA/SMK/Sederajat. Mengikuti Paskibra juga dapat menjadi langkah yang tepat, semisal peserta didik berkeinginan masuk ke Paskibraka. Lantas, apa perbedaan Paskibra dan Paskibraka?
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah sekolah SMA/SMK/Sederajat telah dilaksanakan pada minggu kedua, ketiga, atau keempat bulan Juli 2024. Salah satu rangkaian dalam MPLS adalah pengenalan sejumlah ekstrakulikuler yang ada di sekolah terkait.
Melalui proses pengenalan ekstrakurikuler, peserta didik diharapkan dapat tertarik mengikuti kegiatan non-akademik. ekstrakurikuler merupakan wadah yang bermanfaat untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, hingga kemandirian peserta didik.
Salah satu jenis ekstrakurikuler yang dapat diikuti peserta didik baru adalah Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra). Paskibra mempunyai tugas utama mengibarkan dan menurunkan bendera merah putih sewaktu upacara hari senin atau peringatan nasional lainnya. Di sisi lain, Paskibra menjadi langkah yang dapat ditempuh, semisal seorang siswa berkeinginan mengikuti seleksi Paskibraka.
Tugas Paskibraka dan Manfaatnya
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) merupakan pasukan yang bertugas mengibarkan bendera merah putih dalam upacara peringatan proklamasi kemerdekaan Indonesia di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun Nasional. Untuk menjadi Paskibraka, seorang peserta didik harus mengikuti seleksi yang ketat.
Di sisi lain, terdapat beberapa manfaat bagi peserta didik yang mengikuti seleksi maupun masuk Paskibraka sebagai berikut:
1. Belajar disiplin
Paskibraka merupakan pasukan yang didik secara semi militer. Oleh sebab, anggota Paskibraka dituntut memiliki sikap disiplin yang tinggi. Untuk membentuk sikap disiplin pada diri anggota Paskibra, seringkali pelatihan dilakukan di bawah komando anggota TNI.2. Meningkatkan Manajemen Waktu
Untuk menghasilkan performa yang baik, anggota Paskibraka harus mengikuti pelatihan yang begitu padat. Oleh sebab itu, manajemen waktu diperlukan di samping bersikap disiplin.3. Mempelajari kekompakan
Dalam pelatihannya, Paskibraka ditekankan untuk meningkatkan kerja sama sebagai sebuah tim. Gerakan yang selaras dalam proses pengibaran sang saka merah putih adalah hasil dari kerja sama yang dibangun berhari-hari.4. Meningkatkan rasa nasionalisme
Berperan sebagai anggota Paskibraka adalah kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Oleh sebab itu, seorang Paskibraka harus bangga dan lebih meningkatkan rasa cinta tanah air.Apa Perbedaan Paskibra dengan Paskibraka?
Selain akronim (penyebutan), Paskibra dan Paskibraka memiliki sejumlah perbedaan mulai tempat tugas, tingkat seleksi masuk, hingga sebutan ketika paripurna. Berikut ini beberapa perbedaan Paskibra dengan Paskibraka dalam tabel:
No. | Perbedaan | Paskibra | Paskibraka |
1. | Akronim | Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) | Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) |
2. | Tempat Tugas | Tingkat Sekolah, Instansi, atau Kecamatan | Tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, atau Nasional |
3. | Seleksi | Mekanisme tergantung kebijakan Sekolah, Instansi, atau Kecamatan | Seleksi ketat, bertahap, dan panjang mulai tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, atau Nasional |
4. | Sebutan Pelaksana | Tidak ada sebutan | Paskibraka yang berhasil menjalankan tugas disebut sebagai Purna Paskibraka Indonesia (PPI) |
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Yulaika Ramadhani