Menuju konten utama

Hormon Steroid: Fungsi, Cara Kerja, Letak, dan Jenisnya

Mekanisme kerja hormon steroid berbeda dengan teroid. Simak penjelasan lengkap tentang hormon steroid di bawah ini.

Hormon Steroid: Fungsi, Cara Kerja, Letak, dan Jenisnya
Ilustrasi Hormon. foto/IStcokphoto

tirto.id - Hormon steroid merupakan kelompok heterogen kelas senyawa organik polisiklik kecil. Senyawa ini berperan penting dalam proses perkembangan dan fungsi tubuh secara umum.

Hormon steroid diproduksi dari kolesterol. Hormon ini memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh, seperti pengaturan metabolisme, reproduksi, hingga sistem kekebalan tubuh.

Namun, banyak orang keliru memahami steroid dan hormon steroid sebagai hal yang sama, padahal berbeda. Steroid merupakan produk turunan, misalnya berupa obat, yang dihasilkan dari hormon testosteron. Sementara itu, hormon steroid dihasilkan secara alami oleh tubuh, berasal dari kolesterol.

Fungsi Hormon Steroid

Fungsi hormon steroid sangat penting bagi tubuh. Berikut penjelasan fungsi hormon steroid, yang dibagi menjadi dua sesuai jenisnya.

1. Membantu tubuh memproduksi glukosa

Kortisol, dikenal juga sebagai glukokortikoid, merupakan hormon steroid yang memegang peran penting dalam berbagai fungsi tubuh. Kortisol membantu tubuh memproduksi glukosa, sumber energi utama, dari asam amino dan asam lemak. Hal ini penting, terutama saat tubuh mengalami stres atau kekurangan energi.

2. Mengatur metabolisme lemak dan protein

Hormon steroid, khususnya kortisol, juga membantu mengatur metabolisme lemak dan protein.

3. Memastikan tubuh menggunakan sumber energi secara efisien

Selain mengatur metabolisme lemak dan protein, fungsi hormon steroid juga termasuk memastikan tubuh menggunakan sumber energi secara efisien. Fungsi ini dipegang oleh kortisol.

4. Membantu ginjal menyerap kembali natrium dan kalium dari urin

Hormon yang termasuk kelompok steroid lainnya adalah aldosteron. Ia berfungsi membantu ginjal menyerap kembali natrium dan kalium dari urin. Natrium dan kalium adalah elektrolit penting yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, seperti menjaga keseimbangan cairan, transmisi saraf, dan kontraksi otot.

Cara Kerja Hormon Steroid

Cara kerja hormon steroid berbeda dengan hormon tiroid, yaitu melalui pengikatan reseptor di dalam sel target. Setelah melewati membran sel, hormon steroid dapat berikatan dengan reseptornya di sitosol (cairan sel) atau di dalam nukleus (inti sel).

Ketika hormon steroid berikatan dengan reseptor di dalam DNA, kompleks reseptor-hormon ini akan memicu produksi mRNA (RNA pembawa pesan). mRNA ini membawa kode untuk sintesis protein tertentu di ribosom sel target.

Dengan demikian, hormon steroid dapat memulai proses sintesis protein yang diperlukan untuk berbagai fungsi tubuh, seperti metabolisme, reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan, dan sistem kekebalan tubuh.

Perbedaan utama cara kerja hormon steroid dan hormon tiroid terletak pada lokasi pengikatan reseptornya. Hormon toroid berikatan dengan reseptor di membran sel sedangkan hormon steroid berikatan dengan reseptor di dalam sitosol atau nukleus. Perbedaan ini menghasilkan mekanisme transduksi sinyal yang berbeda dan ultimately, menghasilkan efek yang berbeda pula pada sel target.

Hormon Steroid Ada di Mana?

Dikutip dari buku The Clinical Utility of Compounded Bioidentical Hormone Therapy: A Review of Safety, Effectiveness, and Use (2020) yang diterbitkan National Library of Medicine, tubuh manusia memproduksi semua hormon steroid yang terjadi secara alami (endogen) dari kolesterol. Kolesterol ini dapat diperoleh dari sumber makanan atau diproduksi secara internal oleh sel-sel tubuh sendiri.

Di dalam mitokondria sel, kolesterol dimetabolisme untuk menghasilkan hormon steroid pregnenolon. Pregnenolon kemudian diubah menjadi berbagai hormon steroid aktif secara biologis melalui serangkaian langkah enzimatik.

Proses metabolisme pregnenolon menjadi hormon steroid yang aktif ini terjadi di berbagai organ tubuh, termasuk:

  • Kelenjar adrenal
  • Ovarium
  • Testis
  • Plasenta

Hormon yang Termasuk Kelompok Steroid

Sistem endokrin manusia memiliki banyak hormon yang dikategorikan sebagai hormon steroid. Berikut hormon yang termasuk kelompok steroid.

1. Hormon Kortisol

Hormon kortisol biasa disebut sebagai glukokortikoid berperan penting dalam mengatur proses metabolisme tubuh.

2. Hormon Aldosterone

Hormon aldosteron, yang juga dikenal sebagai mineralokortikoid, merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan garam mineral dan air di dalam tubuh.

3. Hormon Estrogen

Estrogen adalah hormon penting yang berperan dalam sistem reproduksi wanita. Estrogen bekerja sama dengan progesteron dalam menyusun siklus menstruasi, mempersiapkan tubuh untuk kehamilan, dan membantu perkembangan dan fungsi organ reproduksi wanita.

4. Progesteron

Hormon progesteron bekerja sama dengan estrogen dalam mengatur menstruasi, mempersiapkan kehamilan, dan membantu perkembangan juga fungsi organ reproduksi wanita.

5. Hormon Pregnenolon

Pregnenolon adalah hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon ini merupakan prekursor, atau bahan baku, untuk beberapa hormon steroid lainnya.

Baca juga artikel terkait MATERI PELAJARAN atau tulisan lainnya dari Ruhma Syifwatul Jinan

tirto.id - Edusains
Kontributor: Ruhma Syifwatul Jinan
Penulis: Ruhma Syifwatul Jinan
Editor: Fadli Nasrudin