Anak Muda Yogya Terancam Tunawisma
Harga rumah di Yogyakarta semakin lama akan semakin naik. Sementara itu, banyak pegawai negeri atau pegawai swasta yang ingin membeli rumah. Standar gaji yang memenuhi syarat kelonggaran dalam mencicil rumah diketahui antara Rp4,5-5 juta rupiah perbulan agar bisa ikut program kredit pemilikan rumah (KPR). Lalu, bagaimana nasib anak muda Yogya yang bergaji rata-rata standar upah minimum regional?
tirto.id - Akhir bulan lalu, Utami (24) harus pulang dari salah satu bank BUMN memendam rasa kecewa. Mimpinya untuk memiliki rumah melalui mekanisme kredit pemilikan rumah (KPR) tak bisa terwujud hari itu. Bank mensyaratkan gaji Utami minimal Rp5 juta, sementara gajinya sebagai seorang penerjemah di Yogyakarta hanya sekitar Rp3,5 juta.
Rasa kecewa itu nampak masih ada, ketika Senin awal Agustus lalu tirto.id menemuinya. “Kalo ditulis Rp3,5 juta (penghasilan) ya belum bisa ambil KPR,” kata Utami sambil menirukan gaya customer service.
Utami bisa jadi satu contoh, dari sekian banyak karyawan di Yogyakarta yang bermimpi memiliki rumah sendiri di Yogyakarta. Tapi utami lebih beruntung, gajinya Rp3,5 juta. Sementara karyawan lain, banyak yang bergaji hanya standar upah minimum regional (UMR).
Untuk diketahui besaran UMR kota Jogja ialah Rp1,4 juta, Kabupaten Sleman sebesar Rp1,3 juta. Di Kabupaten Bantul bahkan lebih rendah lagi Rp1,2 juta. Demikian pula dengan di Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Gunung Kidul yang kisaran UMR-nya Rp1,2 juta.
Dari besaran gaji sebesar itu, masih dibagi-bagi lagi untuk kebutuhan makan, pakaian, hiburan, transportasi, dan segudang daftar kebutuhan lain.
Harga Rumah di Yogyakarta
Memiliki rumah masih merupakan mimpi bagi sebagian orang di Yogya. Harganya kini sudah selangit. Di wilayah Giwangan, Kota Yogya, kurang lebih 6 km dari Malioboro, harga rumah dengan luas bangunan (LB) 62 dan luas tanah 60 meter persegi mencapai Rp916 juta. Sedangkan untuk tipe lebih besar 75/76 menembus Rp1,1 miliar.
Rasa kecewa itu nampak masih ada, ketika Senin awal Agustus lalu tirto.id menemuinya. “Kalo ditulis Rp3,5 juta (penghasilan) ya belum bisa ambil KPR,” kata Utami sambil menirukan gaya customer service.
Utami bisa jadi satu contoh, dari sekian banyak karyawan di Yogyakarta yang bermimpi memiliki rumah sendiri di Yogyakarta. Tapi utami lebih beruntung, gajinya Rp3,5 juta. Sementara karyawan lain, banyak yang bergaji hanya standar upah minimum regional (UMR).
Untuk diketahui besaran UMR kota Jogja ialah Rp1,4 juta, Kabupaten Sleman sebesar Rp1,3 juta. Di Kabupaten Bantul bahkan lebih rendah lagi Rp1,2 juta. Demikian pula dengan di Kabupaten Kulon Progo Kabupaten Gunung Kidul yang kisaran UMR-nya Rp1,2 juta.
Dari besaran gaji sebesar itu, masih dibagi-bagi lagi untuk kebutuhan makan, pakaian, hiburan, transportasi, dan segudang daftar kebutuhan lain.
Harga Rumah di Yogyakarta
Memiliki rumah masih merupakan mimpi bagi sebagian orang di Yogya. Harganya kini sudah selangit. Di wilayah Giwangan, Kota Yogya, kurang lebih 6 km dari Malioboro, harga rumah dengan luas bangunan (LB) 62 dan luas tanah 60 meter persegi mencapai Rp916 juta. Sedangkan untuk tipe lebih besar 75/76 menembus Rp1,1 miliar.
1 dari 2
Selanjutnya
Baca juga
artikel terkait
PERUMAHAN
atau
tulisan menarik lainnya
Mutaya Saroh
(tirto.id - Ekonomi)
Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Agung DH


