Menuju konten utama

AMIN Bakal Ganti Subsidi BBM Jadi Transportasi Umum Berbasis KTP

Pasangan AMIN akan fokus mengembangkan transportasi umum dibandingkan memberi subsidi kepada masyarakat.

AMIN Bakal Ganti Subsidi BBM Jadi Transportasi Umum Berbasis KTP
Bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan (kedua kanan depan) dan Muhaimin Iskandar (kanan depan) didampingi Ketua Umum Partai Nadem Surya Paloh dan Ketua Majelis Syruro PKS Salim Segaf Aljufri memasuki ruangan saat akan menyerahkan syarat pencalonan menjadi presiden dan wakil presiden kepada Ketua KPU Hasyim Asy’ari, di Kantor KPU, Jakarta, Kamis (19/10/2023). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/hp.

tirto.id - Tim Ekonomi Pemenangan AMIN (Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar), Wijayanto Samirin menuturkan, pasangan AMIN akan fokus mengembangkan transportasi umum dibandingkan memberi subsidi kepada masyarakat. Dengan demikian, penggunaan kendaraan pribadi bisa ditekan.

"Masyarakat tidak punya uang cukup, tidak kuat beli BBM sehingga disubsidi. Solusi yang terbaik menurut saya adalah pengembangan public transport sehingga mereka bisa beralih dari kendaraan pribadi menggunakan public transport," ucap Wijayanto di Graha CIMB, Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Nantinya, penggunaan transportasi umum akan menggunakan teknologi canggih yaitu account base ticketing. Tiket tersebut direncanakan sudah melekat pada KTP masyarakat.

"Ketika masyarakat pakai public transport kita bisa menggunakan teknologi account base ticketing di Jakarta sudah disiapkan sebentar lagi diterapkan," ungkap Wijayanto.

"Tiket itu melekat kepada KTP dan pembeliannya menggunakan handphone. Kalau pakai kartu bisa dipinjam siapa-siapa, tapi kalau HP enggak mungkin dipinjam," lanjut Wijayanto.

Pembelian tiket ini juga nantinya akan berdasarkan strata ekonomi. Oleh karenanya, dengan sistem tiket tersebut dan pengembangan transportasi umum maka solusi subsidi BBM tidak diperlukan.

"Dengan mengalihkan kepada public transportasi, mengenalkan account base ticketing, saya rasa solusi masalah subsidi akan sangat terbantu," kata Wijayanto.

Sebelumnya, Wijayanto Samirin juga mengusulkan Indonesia perlu mengurangi ketergantungan dengan Batubara. Ketergantungan batubara perlu diganti dengan mekanisme pajak karbon dan perdagangan karbon.

"Kita bisa menghentikan ketergantungan terhadap batubara melalui mekanisme yang perlu kita dorong untuk mengurangi ketergantungan yaitu carbon tax, dan carbon trading," ujar Wijayanto di Graha CIMB, Jakarta, Kamis (9/11/2023).

Baca juga artikel terkait VISI MISI PASANGAN ANIES BASWEDAN-MUHAIMIN ISKANDAR atau tulisan lainnya dari Hanif Reyhan Ghifari

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Hanif Reyhan Ghifari
Penulis: Hanif Reyhan Ghifari
Editor: Anggun P Situmorang