tirto.id - Alat berat milik Masjid Nurul Ashri Yogyakarta di wilayah Aceh Tamiang diduga dirusak oleh orang tak dikenal (OTK) pada Rabu (4/3/2026).
Kerusakan itu baru diketahui relawan sekitar pukul 11.00 WIB saat excavator hendak beroperasi.
Penanggung jawab relawan Masjid Nurul Ashri, Satrio Widiantoro, mengatakan kerusakan terjadi pada selang hidrolik excavator yang kerusakan timbul akibat sayatan dan tusukan.
"Kemarin kami kerja seperti biasa di desa lintang bawah Aceh Tamiang, dari jam 8 pagi selesai jam 5 sore, dan ternyata ada trouble kabel yang putus karena knalpot kami bocor. Setelah di las dan mau dipasang kembali keesokan harinya, ternyata selang hidrolik itu ada bekas sayatan benda tajam," kata Satrio saat dihubungi kontributor Tirto, melalui sambungan WhatsApp pada Kamis (5/3/2026).
Oleh karena itu, excavator kini belum dapat dioperasikan kembali. Kata dia, kerusakan ini menghambat pekerjaan untuk proses pemulihan bencana banjir di Aceh.
Sebab, excavator itu selama ini digunakan untuk membantu masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak longsor dan banjir. Seperti membuka jalan hingga membersihkan lumpur.
Kontributor Tirto telah berupaya menghubungi pihak Polsek Kejuruan Muda, Aceh Tamiang, namun hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan respons.
Sebelumnya, Posko relawan Masjid Nurul Ashri asal Yogyakarta di wilayah Sungai Liput, Kabupaten Aceh Tamiang juga sempat mendapat teror sebuah bingkisan bangkai anjing tanpa kepala pada Senin (23/2/2026).
Bingkisan itu ditemukan oleh relawan setelah mereka membuang sampah di depan posko. Selang beberapa menit, relawan menemukan bingkisan plastik berisi bangkai anjing yang dibiarkan terbuka, sehingga aroma busuk pun menyebar.
Penulis: Abdul Haris
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id






























