Ahokers Lupakan Fatwa Penodaan Agama dari Ma'ruf Amin

Oleh: Lalu Rahadian - 25 Agustus 2018
Ahokers akan tetap mendukung Ma'ruf Amin di pemilu 2019.
tirto.id - Sekelompok pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bernama "Ahokers For Indonesia" mengaku tak ingin melihat rekam jejak Ma'ruf Amin saat menjabat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan mengeluarkan fatwa untuk idolanya.

Salah satu Ahokers, Sisca Rumondor berkata kelompoknya tak akan larut dalam ingatan kala Ma'ruf Amin mengeluarkan fatwa pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu pada 2016 termasuk perbuatan menista agama. Menurutnya, Ahokers akan tetap mendukung Ma'ruf Amin dan Joko Widodo di pemilu 2019.

"Kami tidak mau terlalu melihat yang ada di belakang. Yang kami mau lihat ada di depan yaitu menjaga Indonesia. Pilihan Pak Jokowi kami menganggap itu brilian," kata Sisca di Gedung Joang 45, Jakarta, Sabtu (25/8/2018).

Jokowi telah memilih Ma'ruf Amin menjadi bakal cawapres untuk pemilu 2019. Penunjukan Ma'ruf sempat menjadi perbincangan karena ia kerap mengeluarkan sejumlah fatwa saat aktif di MUI.

Salah satu fatwa yang dikeluarkan berkaitan dengan Ahok. Fatwa penodaan agama yang dikeluarkan MUI untuk Ahok berujung hukuman penjara 2 tahun untuk eks Gubernur DKI Jakarta itu.

Sisca berkata, Ahokers akan tetap mendukung Jokowi meski berpasangan dengan Ma'ruf Amin. Akan tetapi, ia mengaku belum berkomunikasi dengan Ahok ihwal langkah politik kelompoknya.

"Kami tidak berkonsultasi di mako brimob karena kami relawan. Pak Ahok adalah Pak Ahok. Ini adalah pandangan dari relawan, ahoker, yang masih setia mengikuti teladannya beliau. Kami melihat indonesia ini emas, maka yang kami gaungkan adalah jaga indonesia," katanya.

Sisca juga memastikan bahwa Ahokers tidak akan golput di pemilu mendatang. Ia yakin seluruh pendukung Ahok akan memilih Jokowi pada pemilu 2019.

"Kami sudah melebur jadi Jokowers. Ahoker sudah selesai. Kami muncul lagi karena mau menepis pandangan bahwa ahoker golput," kata Sisca.


Baca juga artikel terkait PILPRES 2019 atau tulisan menarik lainnya Lalu Rahadian
(tirto.id - Politik)

Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yantina Debora