tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Jakarta berakhir hari ini, Selasa (8/9/2026). Pramono meminta sekolah di Jakarta kembali menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Rabu (9/9/2026) besok.
Pramono mengatakan pihaknya telah meminta Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta segera menerbitkan surat edaran terkait keputusan tersebut.
"Untuk PJJ, besok sekolah normal kembali. Tadi saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk segera mengeluarkan SE," kata Pramono di sela acara Syukuran HUT ke-76 Satpol PP dan ke-64 Satlinmas di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Selasa (8/9/2026).
Pramono menjelaskan salah satu pertimbangan utama pencabutan status PJJ adalah kondisi penerbangan di Jakarta yang sudah kembali normal, yang menjadi salah satu parameter penilaian dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ia juga mengungkapkan pihaknya telah menerbangkan pesawat Cessna sebanyak lima sorti pada hari yang sama untuk melakukan penyemaian awan atau Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), meski hasilnya belum maksimal karena kondisi awan yang belum mencukupi.
"Hari ini kami sudah menerbangkan pesawat Cessna sebanyak 5 sorti, tetapi memang awannya itu masih enggak cukup. Mudah-mudahan sore ini masih ada waktu, ruang untuk bisa turun hujan," ujarnya.
Pramono turut menyampaikan harapannya agar upaya penyemaian awan tersebut dapat membantu menurunkan hujan pada sore atau malam harinya, meski ia menegaskan keberhasilan hujan pada akhirnya tetap bergantung pada kehendak Tuhan.
"Kalau saya ditanya apakah hujan ini karena OMC atau karena Gusti Allah, ya pasti karena Gusti Allah. Pesawat Cessna Caravan-nya sudah melakukan penyemaian awan dan juga 5 kali sorti. Mudah-mudahan kalau ini rezekinya kita semua, mudah-mudahan sore atau malam hari ini kita akan gerimis atau hujan," katanya.
Sejalan dengan pernyataan Pramono, Dinas Pendidikan DKI Jakarta resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 92/SE/2026 tentang Penyelenggaraan Kembali Pembelajaran Tatap Muka pada Selasa (8/9/2026).
Surat edaran itu mencabut sekaligus menggantikan Surat Edaran Nomor 91/SE/2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Abu Vulkanik yang sebelumnya berlaku.
Berdasarkan surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan PAUD, SKB/PKBM, SLB, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta di Jakarta diminta kembali menyelenggarakan PTM mulai 9 September 2026, dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar satuan pendidikan masing-masing.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, mengatakan keputusan mengembalikan PTM diambil karena kondisi abu vulkanik di Jakarta sudah berkurang, namun protokol kesiapsiagaan tetap diberlakukan demi menjaga kesehatan siswa dan guru.
"Kesehatan siswa dan guru tetap nomor satu. Karena abu vulkanik sudah berkurang, sekolah kembali tatap muka mulai besok dengan protokol kesiapsiagaan yang tetap dijalankan," kata Chico dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
Sejumlah langkah kesiapsiagaan yang wajib dijalankan satuan pendidikan di antaranya memakai masker atau alat pelindung diri lainnya saat beraktivitas di luar ruangan, menutup rapat pintu dan jendela sekolah agar abu tidak masuk, membatasi aktivitas di luar ruangan, membersihkan abu dengan cara membasahinya terlebih dahulu atau menggunakan kain lembab, serta memantau informasi terkini dari kanal resmi pemerintah dan menghindari informasi yang belum terverifikasi.
Satuan pendidikan juga diminta berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan terdekat apabila diperlukan penanganan kesehatan bagi siswa maupun guru.
Dinas Pendidikan bersama Suku Dinas Pendidikan di setiap wilayah kota administratif akan terus memberikan arahan, pendampingan teknis, dan pemantauan pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini di lapangan.
Penulis: Muhammad Rayfahd Haykal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































