tirto.id - Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bucharest mengonfirmasi ada dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terkena kusta di Rumania.
KBRI menyatakan komitmen untuk terus memantau kondisi pekerja migran tersebut.
Duta Besar RI untuk Rumania dan Moldova, Meidyatama Suryodiningrat mengatakan, KBRI mengetahui informasi ini setelah pemeriksaan rumah sakit keluar pada 11 Desember 2025.
"Pemeriksaan dilakukan setelah keduanya menunjukkan gejala gatal-gatal pada kulit. Saat ini, kedua WNI dalam perawatan rumah sakit setempat," kata Meidyatama dalam keterangan tertulis Selasa (12/16).
Kedua WNI yang masing-masing berusia 21 dan 25 tahun tersebut adalah pekerja migran yang baru bekerja di Rumania selama tiga dan 12 bulan.
Selain itu, ada tiga WNI lain yang sedang menjalani isolasi dan pengawasan medis karena melakukan kontak dekat dengan kedua WNI itu.
Kendati pemeriksaan telah dilakukan, belum ada diagnosa lanjutan terkait tiga WNI tersebut. Hasil tes medis menunjukkan mereka belum terinfeksi.
"KBRI Bucharest terus melakukan pemantauan, serta komunikasi dengan pasien maupun koordinasi dengan otoritas kesehatan setempat," kata Meidyatama.
Penyebab 2 WNI Kena Kusta di Rumania
Dua WNI tersebut merupakan terapis pijat sebuah spa di kota Cluj, barat laut Bucharest. Ini merupakan kasus kusta pertama yang dikonfirmasi di negara Uni Eropa tersebut dalam lebih dari 40 tahun.
Menteri Kesehatan Alexandru Rogobete mengatakan pelanggan di spa tersebut tidak perlu khawatir, karena penyakit ini membutuhkan paparan yang lama untuk menular.
Salah satu pasien baru saja kembali dari Asia, tempat ia menghabiskan waktu sebulan bersama ibunya yang saat ini dirawat di rumah sakit karena penyakit yang sama, kata Rogobete seperti dikutip oleh kantor berita negara Agerpres.
Pihak berwenang telah menutup spa tersebut sambil menunggu penyelidikan, kata para pejabat kesehatan.
Kasus kusta terakhir yang dikonfirmasi di Rumania terdeteksi 44 tahun yang lalu, kata kementerian tersebut.
Apa Penyebab Kusta?
Kusta disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium leprae dan Mycobacterium lepromatosis. Penyakit ini dapat menyerang saraf, kulit, mata, dan lapisan hidung.
Dalam beberapa kasus, bagian tubuh dapat kehilangan sensasi sentuhan dan rasa sakit, sehingga meningkatkan kemungkinan cedera seperti luka dan luka bakar.
Meskipun penyakit ini sulit menular dan dapat disembuhkan sepenuhnya, masih banyak stigma dan prasangka terhadap penderita kusta. Penderita penyakit ini sering menghadapi isolasi dan diskriminasi.
Bakteri penyebab kusta tumbuh sangat lambat. Mungkin dibutuhkan hingga 20 tahun setelah kontak dengan bakteri untuk mengembangkan tanda-tanda penyakit.
Kusta tidak mudah menyebar antarmanusia. Anda harus memiliki kontak dekat dan berkepanjangan dengan seseorang yang menderita kusta yang tidak diobati selama beberapa bulan untuk tertular.
Kusta kemungkinan menyebar ketika seseorang yang sakit batuk atau bersin dan orang sehat menghirup tetesan tersebut berulang kali dalam jangka waktu lama.
Sekitar 95% orang tidak dapat tertular kusta karena sistem kekebalan tubuh mereka dapat melawan bakteri Mycobacterium leprae dan Mycobacterium lepromatosis.
Penyakit ini tidak menyebar melalui hubungan seksual, dan tidak ditularkan ke janin selama kehamilan.
Editor: Iswara N Raditya
Masuk tirto.id

































