Yang Dilakukan dan Diucapkan Ahok Saat Ulang Tahun

Oleh: Aqwam Fiazmi Hanifan - 29 Juni 2017
Dibaca Normal 4 menit
Dalam lima tahun terakhir, sebelum menjadi narapidana, suasana perayaan ultah Ahok selalu berbeda.
tirto.id - Hari ini, Basuki Tjahaja Purnama memasuki usia yang ke-51 tahun. Ahok lahir pada 29 Juni 1966, di Manggar, Belitung Timur. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan hari lahir Ahok ini dirayakan cukup meriah di media sosial. Para simpatisan Ahok ramai-ramai menjadikan tagar #HBDAhok51 sebagai topik populer di Twitter.

Beredar video yang menampilkan sejumlah selebriti melantunkan doa dan ucapan selamat ulang tahun kepada Ahok. "Bapak Basuki, Pak Ahok, selamat ulang tahun," kata Wilmar Witoelar mengawali ucapan beruntun pada video tersebut.

Selain Wimar Witoelar, tampak pula penyanyi Giring Nidji, Glenn Fredly, Once, Addie M.S., hingga Luna Maya. Masing-masing turut menyampaikan ucapan selamat kepada Ahok.

Berbeda dengan perayaan ulang tahun sebelumnya, perayaan ke-51 dijalani dengan suasana yang tidak menyenangkan. Ahok saat ini mendekam di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua lantaran berstatus sebagai terpidana kasus penodaan agama.

Pernyataan Soal "Kafir" Saat Ultah ke-45

Saat berusia ke-45, nama Ahok belum setenar sekarang. Ia masih dikenal sebagai anggota DPR-RI dari Fraksi Golkar. Ahok menceritakan dengan cukup detail apa saja yang dilakukannya di hari ulang tahun ke-45 melalui sebuah tulisan yang berjudul "Harapanku Setelah Memasuki 45 Tahun".

"Sejak menit pertama hari ini (jam 00 tengah malam) Rabu (29/6) anak-anakku dan istri membangunkan tidurku. Dan anak-anak (Nicho, Thania serta Daud) berpakaian 'perang' lengkap dengan senjata laras panjang 'NERF' menodongkan senjatanya ke arah saya dan istri keluar dengan membawa kue martabak lengkap dengan lilin sambil bernyanyi happy birthday," tulisnya.

Selain itu, Ahok mengeluhkan di ulang tahunnya yang ke-45 dia tak bisa menemani anak-anaknya pulang ke Belitung karena masih sibuk dengan kegiatan di DPR.

Tanggal 29 Juni 2011 itu bertepatan dengan Isra Miraj. Ahok mengucapkan selamat Isra Miraj bagi kaum muslimin. Ahok bercerita saat jadi bupati Belitung Timur, banyak yang menolaknya hadir di masjid ikut perayaan Isra Miraj karena status kafir.

"Saya percaya di Belitung Timur yang 93% muslim telah membuktikan mayoritas (63% memilih saya sewaktu mencalonkan diri menjadi Gubernur Babel tahun 2007), bahwa beliau-beliau berdoa untuk saya dan percaya negeri yang mayoritas muslim akan lebih maju jika dipimpin orang yang memenuhi syarat kepemimpinan yang disebutkan oleh Nabi Muhammad, sekalipun dia 'kafir', daripada dipimpin oleh orang yang “non kafir” tetapi kelakuannya kafir karena tidak memenuhi syarat Nabi. Negeri ini terpuruk karena lebih banyak pejabat yg tidak jujur/korup, tidak amanah (banyak yang curang untuk menangkan jabatan dalam pemilu), tidak cerdas (mengira dia cerdas), dan tidak adil (semua hanya untuk sejahterakan keluarganya saja)," tulis Ahok.

Kampanye Anti Ormas Vandalistik di Ultah ke 46

Saat berulang tahun ke-46, Ahok kala itu sedang sibuk berkampanye bersama Joko Widodo dalam rangka Pilgub DKI Jakarta 2012. Kala itu Jokowi dan Ahok kebagian berkampanye di Jakarta Selatan, Jokowi di sekitar Gandaria dan Ahok di Cilandak.

Status Ahok sebagai Cawagub membuat namanya mulai populer. Alhasil, pada perayaan ke-46, publik media sosial mulai ramai-ramai mengucapakan selamat ulang tahun kepadanya. Untuk pertama kalinya Ahok mendapatkan perhatian besar dari publik saat merayakan ulang tahun.

Ketika berulang tahun ke-46, Ahok sedang sibuk-sibuknya berkampanye. Hari itu dia berkampanye di Jalan Pengadengan Barat 13 RT 08 / RW 04, Perdatam, Kelurahan Pengadegan. Lalu berlanjut ke Mampang dan Masjid Albayinah, Kelurahan Setiabudi. Kampanye hari itu diakhiri di Jalan Tebet Timur Raya RT 09 / RW 10, Lapangan Bulutangkis, Kelurahan Tebet.

Saat berkampanye ini Ahok mengemukakan dua jurusnya menghadapi organisasi massa yang sering main hakim sendiri.

"Siapa pun yang meresahkan warga harus diajak bicara," kata Ahok. "Jika masih ngotot, kita tindak saja. Kami akan cabut izinnya. Kalau kantornya punya izin, kami akan cabut izin lokasi kantor itu. Kalau tidak ada izin, kami akan segel kantornya."

Ucapan Ahok ini dilatarbelakangi peristiwa bentrok ormas antara Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR). Bentrokan ini melibatkan puluhan orang bersenjata tajam. Seorang anggota FBR, Muhidin, tewas akibat bacokan senjata tajam.

Pertama Kali Merayakan Ultah di Balai Kota

Saat berulang tahun ke-47 pada 2013, Ahok sudah berkantor di Balai Kota dalam status sebagai Wakil Gubernur. Ahok mendapatkan ucapan doa dan selamat dari "bosnya", Jokowi, yang saat itu menjadi Gubernur DKI.

"Sudah tadi pagi (lewat) telepon, saya ucapin selamat ulang tahun. Tadi saya sampaikan panjang umur, diberi limpahan kesehatan yang melimpah, rezeki yang melimpah, pokoknya yang enak-enak," kata Jokowi, Sabtu (29/6/2013) di Balai Kota.

Dikutip dari Kompas, meski sudah menjabat sebagai Wagub, Ahok mengaku tak melakukan apa-apa saat merayakan ulang tahun. Apa lagi tanggal 29 Juni saat itu jatuh pada hari libur kerja, tepatnya hari Sabtu.

"Aku kalau ulang tahun nggak ada apa-apa. Biasa-biasa saja. Paling tidur di rumah, kalau sekarang paling kerja. Saya malah harus menggantikan Pak Gubernur di Grand Indonesia," kata Ahok kepada wartawan.

Kepada wartawan, Ahok mengaku tak mengadakan perayaan hari lahirnya. Pada Sabtu malam dia lebih memilih pergi ke dokter gigi dan juga mewakili Jokowi. "Aku malah gantiin tugas gubernur," kata dia.

"Aku ini kalau malam tahun baru saja tidur di rumah. Hari ini aku, sih, sudah buat janji sama dokter gigi, karena setiap Sabtu nggak sempat ke dokter gigi," kata Ahok.

Ultah Sebagai Gubernur pada Umur ke-48

Majunya Joko Widodo sebagai Capres dalam Pilpres 2014, otomatis membuat Ahok untuk sementara naik jabatan menjadi Plt Gubernur. Saat merayakan ultah ke-48, Ahok sudah mengisi pos sebagai Plt Gubernur. Sama seperti tahun sebelumnya, hari ultah Ahok bertepatan dengan hari libur, yakni Ahad. Namun kali ini cukup spesial karena bersamaan dengan hari pertama bulan Ramadan.

Ahok mendapatkan kejutan keesokan harinya setelah masuk kantor. Senin sore (30/6) Ahok mendapatkan dua kejutan. Kejutan pertama datang dari seluruh stafnya yang menyambut dengan mengenakan topeng wajah Basuki. Setelahnya, kejutan datang dari para jurnalis yang biasa meliput seluruh kegiatan Pak Basuki.

Selain memberikan kue ulang tahun, para jurnalis juga memberikan kenang-kenangan poster bergambar wajah Ahok. Di dalam poster berwarna merah tersebut terdapat tulisan: “Tidak ada kaum minoritas di bangsa ini dan tidak ada alasan seseorang menolak seseorang menjadi pemimpin karena agamanya di negara Pancasila, Indonesia tercinta“.

Kepada awak media, Ahok memaparkan dia tidak memiliki tradisi merayakan ulang tahun. "Enggak ada tradisi merayakan ulang tahun sebetulnya. Ini bukan bertambahnya usia, tapi berkurangnya usia," tuturnya.

Ahok pun bercerita soal kebiasaan sederhana jika ada anggota keluarganya yang bertambah usia. "Dari kecil ibu saya pasti rebusin telur, kalau biasanya sehari-hari hanya satu, saat ulang tahun itu kita dapat dua telur," lanjutnya.

Ultah ke-49 Ditemani oleh Djarot

Kemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 otomatis membuat Ahok jadi Gubernur tetap DKI Jakarta. Posisi Wagub yang kosong lalu diisi oleh Djarot Saiful Hidayat.

"Selamat ulang tahun kepada Pak Ahok. Semoga selalu diberi kesehatan, pertahankan ketegasan dalam tindakan, teguh dalam berprinsip. Dan yang terpenting panjang umur serta sehat selalu,” kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta dikutip dari Antara pada 29 Juni 2015.

Ahok mencicipi perayaan ulang tahun yang cukup meriah di kantornya di Balai Kota. Kala itu, puluhan relawan yang tergabung dalam komunitas Dukung Ahok Gubernur langsung menyambut Ahok saat tiba di kantor. Para relawan yang telah tiba di Balai Kota sejak pukul 06.00 WIB itu memberikan kue ulang tahun dan 49 telur rebus berwarna merah kesukaan Ahok.

Dikutip dari Tempo, Ahok menuturkan pada perayaan ulang tahun yang ke-49 dia jadi teringat perjuangan ibunya saat melahirkannya. "Empat puluh sembilan tahun lalu, ibu saya mempertaruhkan hidupnya untuk melahirkan saya," tutur Ahok.

Perayaan Setengah Abad

Ulang tahun yang ke-50 dirayakan Ahok di tengah momen-momen krusial dalam karier politiknya. Kala itu Ahok memutuskan akan maju lagi pada Pilgub DKI Jakarta 2017. Pilihan pelik mesti dia ambil: maju lewat jalur parpol atau jalur independen yang dikawal oleh organisasi relawan Teman Ahok.

Puluhan relawan Teman Ahok menyerbu Balai Kota untuk merayakan hari lahir Ahok ke-50. Setelah turun dari mobil, Ahok langsung disambut dengan lagu "Happy Birthday". Ia pun disodori kue ulang tahun bergambar dirinya beserta kado bungkusan telur dan karikatur.

Kepada wartawan, Ahok mengaku mendapatkan banyak kejutan yang dimulai dari depan rumah. "Dari pagi di rumah juga dicegatin orang. Orang datang aja minta foto," tutur Ahok. Meski begitu, Ahok mengatakan istrinya, Veronica Tan, adalah orang pertama yang mengucapkan selamat pada hari ulang tahunnya.

Ketimbang berlama-lama dengan para relawan di Balai Kota, Ahok lebih memilih bergegas menuju Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di kantor BPJS, Ahok meminta kado ulang tahun.

"Hadiah ulang tahun saya, program jaminan kesehatan bisa diterapkan. Apalagi kalau secara nasional," kata Ahok.

"Saya tidak mau dengar kalau orang datang berobat, begitu dia enggak tahu apa itu BPJS, Bapak-Ibu dengan sombong saja bilang: ‘Uang mukanya mana?’ Bagi saya itu haram dilakukan RSUD dan Puskesmas," ujar Ahok dikutip dari Tempo.

Baca juga artikel terkait VONIS AHOK atau tulisan menarik lainnya Aqwam Fiazmi Hanifan
(tirto.id - Politik)

Reporter: Aqwam Fiazmi Hanifan
Penulis: Aqwam Fiazmi Hanifan
Editor: Zen RS
DarkLight