Menuju konten utama

Wapres Tak Mau Warga Simpan Minyak Goreng Disamakan dengan Menimbun

Wapres Ma'ruf Amin menilai kemampuan simpan stok minyak goreng bagi rumah tangga hanya sekitar 2-3 liter, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai penimbun.

Wapres Tak Mau Warga Simpan Minyak Goreng Disamakan dengan Menimbun
Warga menunjukkan minyak goreng dan jari yang sudah diberi tinta sebagai tanda sudah membeli minyak goreng saat berlangsungnya operasi pasar minyak goreng di Mapolsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (4/3/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/foc.

tirto.id - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan rumah tangga yang menyimpan stok minyak goreng tidak bisa dikatakan sebagai spekulan atau penimbun. Menurutnya, setiap rumah tangga sah-sah saja jika menyimpan persediaan kebutuhannya dalam beberapa hari ke depan.

"Saya kira itu antara membeli persiapan dan menimbun itu berbeda. Saya kira ada kriterianya tidak usah khawatir dia simpan [minyak] berapa lama," kata Ma'ruf usai meninjau kesiapan bahan pokok di Gudang Bulog Kelapa Gading dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Jumat (11/03/2022).

Ma'ruf menilai kemampuan simpan stok minyak goreng bagi rumah tangga hanya sekitar 2-3 liter, sehingga tidak bisa dikatakan sebagai penimbun. Sementara spekulan jumlahnya bisa mencapai berton-ton.

"Jadi tidak usah khawatir tidak mungkin orang menyimpan kebutuhannya kemudian dikategorikan spekulan kan begitu," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi meminta masyarakat agar tidak panic buying, sehingga membeli minyak goreng melebihi dari kemampuan biasanya.

"Kalau setiap rumah tangga membeli lebih atau beberapa kali lipat itu akan menarik stok ada di pasar," katanya.

Terkait dengan kelangkaan minyak, Arief memastikan bahwa semua rumah tangga saat ini memiliki stok.

"Cuma kita simpan 2-3 ini cepat-cepatan antara distribusi produksi dan rumah tangga," katanya.

Inspektur Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Didid Noordiatmoko sebelumnya mengatakan adanya panic buying masyarakat terhadap minyak goreng.

Ia curiga ada masyarakat kalangan rumah tangga yang menimbun minyak goreng di rumahnya karena takut kesulitan lagi mendapatkan minyak goreng.

"Tapi ini baru terindikasi," ujarnya dikutip dari Antara.

Baca juga artikel terkait MINYAK GORENG LANGKA atau tulisan lainnya dari Dwi Aditya Putra

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Bayu Septianto