tirto.id - Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mendorong peran lebih besar perbankan milik negara dalam upaya pengentasan kemiskinan, khususnya melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat. Ajakan ini disampaikan saat menerima perwakilan Bank Mandiri di kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Senin (13/4/2026).
“Inilah yang diinginkan Presiden, agar Himbara lebih terlibat dalam upaya menggerakkan pemberdayaan,” ujar Agus Jabo.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah mendorong perubahan pendekatan dari bantuan sosial yang bersifat konsumtif menjadi program yang berorientasi pada kemandirian. Pasalnya, masih banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang bergantung pada bansos dalam jangka panjang.
Menurutnya, penguatan program pemberdayaan menjadi kunci agar masyarakat dapat perlahan meningkatkan kualitas hidup hingga tidak lagi bergantung pada bantuan. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dari perbankan yang tergabung dalam Himbara.
“Saya minta penguatan pemberdayaan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada bansos. Kementerian Sosial juga akan merangkul berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri dan Himbara untuk memperkuat program tersebut,” imbuhnya.
Agus Jabo mencontohkan, bentuk pemberdayaan dapat dilakukan melalui berbagai skema yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah bantuan ternak ayam petelur, yang tidak hanya membantu pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang tambahan penghasilan dari hasil produksi.
Selain itu, program pemberdayaan juga bisa dikembangkan melalui pelatihan keterampilan, dukungan modal usaha, penyediaan alat produksi, hingga workshop yang bertujuan meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat.
Dengan kolaborasi yang lebih luas, pemerintah berharap program pemberdayaan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu mendorong masyarakat keluar dari lingkaran ketergantungan bantuan sosial.
(INFO KINI)
Penulis: Tim Media Servis
Masuk tirto.id
































